25.4 C
Indonesia
Sen, 28 November 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.4 C
Indonesia
Senin, 28 November 2022 | 8:35:38 WIB

Konsentrasi Kikis Sampah di Kota Depok, Imun Center dan Depok Farm House Gandeng Mahasiswa UI Budidayakan Maggot

Depok | detikNews – Dalam rangka mendukung kegiatan belajar para Mahasiswa, baik dalam hal hard dan soft skill, membangun bisnis, merangsang kreativitas, serta kemampuan melihat kemungkinan dan peluang bisnis yang terafiliasi lingkungan, Imun Center bersama Depok Farm House yang beralamat di Kavling Depkes, RT3/RW17, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, menggandeng Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dalam men-sosialisasikan Budidaya Maggot, sebagai bentuk Kuliah Kerja Nyata terhadap lingkungan di Kota Depok.

Abdullah Rifai.A.Md, Ketua Umum Imun Center mengatakan, bahwa Kewirausahaan yang nantinya akan mengikis permasalahan lingkungan dalam hal ini sampah, memerlukan perencanaan yang matang dan semangat belajar kuat, karena bisnis bekerja secara dinamis dan dituntut untuk dapat mengikuti perubahan serta perkembangan zaman.

“Proses Budidaya Maggot ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk mengupdate ilmu yang diperoleh Mahasiswa dari tiap pertemuan tatap muka di kelasnya. Disini Mahasiswa dapat langsung praktek dan dibimbing oleh para ahli dibidangnya, agar pelajaran yang didapat di kampusnya bisa diaplikasikan langsung sehingga bidang pelajaran yang dipelajari mampu menuai hasil yang signifikan”, ucap Bang Fay, Jum’at 17/06/2022.

Baca juga:  Begini Kesaksian Santri Al-Abror Soal Dugaan Asusila di Pesantren

“Budidaya Maggot juga memiliki beberapa keuntungan bagi lingkungan, terutama pada permasalahan sampah yang sampai saat ini masih menjadi polemik yang berkepanjangan. Dengan Sumber makanan Maggot adalah sampah dapur, sampah pasar berupa sayur dan buah, kotoran ternak, dan lembah pabrik berupa ampas tahu. Maka, Maggot adalah solusi terbaik bagi permasalahan sampah di Kota Depok”, sambungnya.

Ketua Gema Keadilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gema Keadlian ini memaparkan, bagaimana Maggot berkembangbiak, dan seluruh prosesnya sangat bermanfaat serta bisa menjadi salah satu jalan keluar brilliant bagi permasalahan sampah di Kota Depok.

Baca juga:  Pasca Penerimaan Mahasiswa Baru, HMPS HKI UNISMA Gelar OSJUR dan Launching Buku

Sementara itu, Zaki Koordinator Depok Farm House selaku Staff Ahli Imun Center memaparkan, bahwa semua proses metamorfosis Maggot tersebut sangat bermanfaat dan bisa dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan.

“Fase metamorfosis Maggot terdiri dari fase telur yang kemudian berkembang menjadi ulat (Maggot). Kemudian ulat yang telah mengurai sampah organik berkembang menjadi lalat. Maggot mampu mengolah puluhan ton sampah organik dalam waktu 15 hari, dan Maggot yang siap dipanen dapat digunakan sebagai makanan untuk hewan seperti ikan dan burung”, papar Zaki.

“Maggot juga dapat digunakan sebagai pestisida alami, dengan cara digiling dan diekstraksi cairannya. Bahkan, sisa limbah penguraian Maggot pun bisa menjadi kompos organik berkualitas tinggi”, ungkapnya

Lebih lanjut Zaki mengungkapkan, bahwa jika dikembangkan dengan signifikan, maka Maggot akan mampu mengikis bahkan menghilangkan permasalahan sampah yang belum terselesaikan oleh Pemerintah Kota Depok.

Baca juga:  Hasil Riset Dosen UPER, Peluang Besar Peran Perempuan Ciptakan Inovasi di Industri Media 

“Rata-rata satu gram telur lalat mengandung 36.000 butir telur. Jadi, maggot yang dihasilkan dalam jumlah besar dapat memakan banyak limbah. Dalam perhitungan kami, 10 gram telur lalat yang menetas menjadi maggot sebenarnya dapat mengurai 100 kilogram sampah organik”, imbuhnya.

“Jadi bayangkan, jika kita ingin mengurai satu ton sampah organik, kita hanya membutuhkan 100 gram telur lalat yang berkembang menjadi Maggot. Untuk itu, kami berharap adanya perhatian dan bantuan khusus dari para pemangku wilayah, untuk dapat mengembangkan Bididaya Maggot menjadi sesuai dengan tujuan utamanya yakni : menciptakan lingkungan yang bersih dan indah, menuju Kota Depok yang Maju, Berbudaya, dan Sejahtera secara bersama-sama”, pungkasnya. (Arifin)

 

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru