21.4 C
Indonesia
Jum, 2 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Jumat, 2 Desember 2022 | 5:47:29 WIB

6 Mahasiswa UPER Berikan Tips Hidroponik Anti Gagal

Jakarta | detikNews – Sejak awal Juni 2022, terjadi lonjakan harga bahan pangan di sejumlah Pasar Tradisional di Jawa Tengah, dan menyikapi permasalahan tersebut, pada Kamis 21/7/2022, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah turun tangan langsung melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga pangan pokok strategis.

Dalam kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke Pasar Manis Banyumas, Senin 18/07/2022 lalu, pedagang mengeluhkan harga sejumlah komoditi sayur yang melambung. Kangkung misalnya, yang biasa dijual dengan harga 2000 rupiah perikat, menjadi 3000 rupiah perikat.

Agar warga dapat memenuhi kebutuhan sayur secara mandiri, enam orang Mahasiswa Universitas Pertamina (UPER), berinisiatif membina masyarakat Lorong Karang Anyar Palembang, untuk bercocok tanam melalui metode hidroponik.

Keenam Mahasiswa Lintas Program Studi asal Palembang tersebut adalah : M. Agung Pradana (Program Studi Manajemen), Ahmad Hardiyansyah (Program Studi Teknik Kimia), Irdyna Syachira (Program Studi Teknik Sipil), Ismail Marosy (Program Studi Teknik Sipil), Dewi Mirah Rezki (Program Studi Teknik Geologi), serta Putri Monika Pratami (Program Studi Teknik Logistik).

“Selain mencukupi kebutuhan pangan para anggota Kelompok Tani, kami juga menjual hasil panen ke masyarakat sekitar dengan harga yang relatif lebih murah. Kami juga dipercaya menyuplai kebutuhan sayuran ke salah satu Hotel besar di Palembang, hingga mencapai delapan kilogram”, ungkap M. Agung Pradana, Ketua Tim, dalam wawancara daring, Jum’at 22/07/2022.

Baca juga:  Sukses dan Kondusif Gelar PPDB, Dengan Keterbatasan Fasilitasnya SMPN I Siap Cetak Generasi Cerdas Masa Depan

Dalam bercocok tanam dengan metode hidroponik, menurut Koordinator Lapangan, Ahmad Hardiyansyah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mahasiswa UPER yang sudah memiliki ketertarikan dengan hidroponik sejak di bangku sekolah tersebut, merangkumnya sebagai berikut: 1.Pilih Sistem Hidroponik yang Terjangkau. Untuk pemula misalnya, menurut Hardiyansyah, sistem hidroponik yang bisa dipilih adalah sistem sumbu atau wicking.

“Sistem hidroponik ini dinilai paling cocok untuk pemula karena sederhana, murah, dan perawatannya mudah, ditambah tidak memerlukan alat khusus seperti pompa atau listrik”, terang Hardiyansyah.

Sementara itu, Hardiyansyah dan tim lebih memilih sistem Nutrient Film Technique (NFT), untuk dapat menyuplai kebutuhan masyarakat dalam jumlah yang banyak.

“Karena tujuan awal kami, selain untuk ketahanan pangan, juga ada keinginan untuk mengembangkan budidaya ke arah komersil. Kemudian dari hasil penelitian serta kajian literatur, kami menemukan bahwa metode NFT adalah yang paling sesuai untuk menyuplai kebutuhan sayur dalam jumlah banyak. Meskipun membutuhkan modal yang cukup besar, beruntungnya, kami mendapat dukungan dana dari kampus”, jelas Hardiyansyah.

Baca juga:  Berikan Kepedulian Kepada Petani Kelapa, Mahasiswa UPER Ciptakan Briket Tempurung Kelapa Sebagai Solusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

2. Pilih Jenis Sayuran Sesuai Kebutuhan,
Pemilihan jenis sayuran, lanjut Hardiyansyah, juga harus diperhatikan.

Untuk tujuan konsumsi misalnya, tim sangat menyarankan memilih jenis sayuran yang cepat panen. Sementara untuk komersil, pilihlah sayuran yang suplainya sedikit di pasaran namun sangat diminati. Sayuran ini akan memiliki nilai jual yang tinggi.

“Beberapa jenis sayuran yang saat ini kami budidayakan adalah pakcoi dan selada dengan masa panen kurang lebih dua minggu. Ada juga kangkung dengan masa panen satu bulan, dan yang terakhir sawi manis dengan masa panen dua bulan. Dari hasil budidaya ini, kami telah menghasilkan keuntungan mencapai 20 hingga 25 persen dari biaya raw material”, tutur Hardiyansyah.

3.Telaten dalam Setiap Tahapan
Agar dapat bertahan untuk jangka waktu panjang, dikatakan Hardiyansyah, tanaman hidroponik harus dirawat dengan telaten.

“Misalnya, dalam pemberian nutrisi AB mix, harus diperhatikan secara teliti takaran, dan cara pencampurannya. Jangan sampai terlalu sedikit, atau justru kebanyakan. Pertumbuhannya juga harus diamati setiap hari”, pungkasnya.

Untuk meminimalisir hama, tim menggunakan Pestisida alami berupa cairan rendaman kulit bawang sebanyak 10 tetes yang dicampur dengan 500 hingga 1.000 ml air. Tim juga memasang fiber transparan agar tanaman mendapat pencahayaan matahari yang cukup. Tak lupa, memastikan arus air tidak terlalu kencang, agar tanaman bisa menangkap pupuk dan nutrisi dengan baik.

Baca juga:  Tingkatkan Lulusan Inovatif, Universitas Pertamina Kuatkan Sinergi Penta Helix

Tak hanya terjun langsung kelapangan untuk melakukan kegiatan bercocok tanam, dikatakan Irdyna Syachira, Koordinator Acara, tim juga membuka forum diskusi, dan konsultasi melalui media sosial.

“Kami secara rutin mempublikasikan kegiatan untuk menarik minat publik, serta memberikan tips and trick metode hidroponik”, terang Chira.

Bagi siswa-siswi yang ingin bergabung dengan Universitas Pertamina (UPER), saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut sedang membuka Pendaftaran Non Tes, yakni Seleksi Nilai Rapor dan Seleksi Nilai UTBK untuk Tahun Akademik 2022/2023.

Universitas Pertamina juga menyediakan beasiswa dengan nilai total mencapai 23 Milyar Rupiah. Informasi lengkap terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftaran dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran
(Arifin)

——————————————-
Narahubung:
Ita M. Hanika – Manajer Humas Universitas Pertamina
No. HP: 0812 1972 8373
E-mail: ita.mh@universitaspertamina.ac.id
——————————————-

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait