website statistics
27.4 C
Indonesia
Sat, 18 May 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.4 C
Indonesia
Saturday, 18 May 2024 | 20:35:17 WIB

Acara Sedekah Bumi di Desa Kauman dan Desa Pecangakan

Reporter: Eko B Art

Pemalang | detikNews – Kegiatan acara sedekah Bumi di desa Kauman berlangsung di balai desa Kauman, dan untuk Desa Pecangakan juga berlangsung di balai Desa Pecangakan.

Kami dari awak Media secara maraton meminta sesi wawancara dengan Pemerintah desa setempat usai acara kegiatan.
Acara berlangsung dengan dukungan dan partisipasi dari seluruh warga masyarakat, guyup rukun, bahu membahu dan penuh suasana kegembiraan dalam gelaran acara tersebut. Sabtu 18 Juni 2022.

Acara juga dihadiri jajaran Polsek, Koramil dan seluruh jajaran Pemdes setempat, BPD, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, kader desa serta warga masyarakat Desa.

Dalam keterangannya kepada media Fuad Zen selaku kepala desa Kauman menyampaikan bahwa kegiatan Sedekah bumi di Desa Kauman, kecamatan Comal, Ini adalah yang perdana dalam waktu lebih dari sepuluh tahun terakhir.
Maksud dan tujuan digelarnya acara sedekah Bumi ini adalah dengan mendengarkan apa yang diinginkan warga masyarakat dan bisa mewujudkan pelaksanaan kegiatannya di balaidesa.

Terimakasih untuk seluruh warga masyarakat yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Dan bertepatan dengan bulan Legeno dalam kalender penanggalan Jawa.

Semoga panjenengan sedoyo diberi sehat, berkah kewarasan, saged menyekolahkan anak anaknya sampai lulus.

Lebih lanjut Fuad menambahkan, Alhamdulillah desa Kauman bisa merealisasikan dan menggelar acara sedekah Bumi seperti halnya di desa-desa yang lain sesuai dengan harapan masyarakat.

Terlihat pada malam ini masyarakat antusias dan semua senang dengan diadakannya kegiatan ini.

Sekali lagi Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Perangkat Desa Kauman, kader Posyandu dan warga masyarakat Desa Kauman semuanya yang sudah berpartisipasi dalam acara sedekah bumi di Desa Kauman.

Untuk yang belum bisa hadir ataupun yang tidak bisa mengikuti acara pada malam hari ini dan belum bisa berpartisipasi, mudah-mudahan di tahun depan insya Allah kita akan adakan kembali dan akan lebih meriah lagi, kita akan sosialisasikan lebih luas lagi biar masyarakat semuanya bisa berpartisipasi.

Baca juga:  Inspiratif !! RW10 Kelurahan Cisalak Punya TMB Teratai Lentera Dunia

Kegiatan ini pada intinya adalah didasari bentu rasa syukur kita kepada Allah SWT, kita wujudkan dengan acara sedekah Bumi. Pungkas Fuad Zen.

Selanjutnya tokoh masyarakat desa Kauman Abdul munif juga turut menyampaikan bahwa Sedekah bumi adalah bukti syukur atas berkah dari Allah swt, dengan hasil tanah, sawah, pekarangan dan itu sesuai dengan Instruksi Pemerintah jangan ada lahan muspro atau mangkrak. Harapannya dengan mengolah dan memanfaatkan lahan, tanah yang ada, tidak ada warga masyarakat yang kekurangan pangan.

Kaitannya dengan sedekah bumi, Saya sepakat dilaksanakan dari tahun ketahun agar lebih baik lagi. Pungkas Abdul Munif.

Selanjutnya Muspika/ Danramil Comal juga menambahkan bahwa acara kegiatan Sedekah Bumi ini adalah suatu kegiatan yang bersifat budaya adat, namun demikian ternyata kegiatan budaya adat isitiadat bisa diisi dengan dengan Doa bersama dan hal hal yang positif.

Ada sebuah kisah pada zaman Jahiliyah di waktu Kondisi Ka’bah waktu itu dikelilingi kaum jahiliyah disekitaran Ka’bah dan Doa yang dipanjatkan juga sesuai dengan kepercayaan jahiliyah seperti doa Yalatah ya uzah untuk Tuhan kepercayaan kaum Jahiliyah.

Tapi dalam kegiatan doa bersama tersebut ada sebuah kabilah/Kaum yang sudah Islam yang bertugas sebagai team penyuplai makanan di dalam kegiatan seputaran Ka’bah tersebut, dan ketika bertemu dengan Nabi diberilah pesan oleh Nabi bahwa ketika sampai Ka’bah jangan meninggalkan adat istiadat kebiasaan kaum-kaum itu, namun yang bisa kalian lakukan adalah mengubah lafal lafal doanya agar sesuai dengan lafal doanya orang Islam yang beriman.

Jadi mendasari kisah tersebut dengan adanya kegiatan adat Sedekah Bumi ini kita isi dengan Doa bentuk rasa syukur kepada Allah Swt.

Dan malam ini adat sedekah bumi ini terus berjalan dan bisa dijalankan diisi dengan bacaan doa-doa ataupun pengajian.
Saya selaku Danramil tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan cara cara demikian.
Saya itu Tentara jadi harus selalu gelar pasukan jadi mrono mrene (kesana kemari) memantau kondisi di lapangan. Artinya kalo ada gejala musuh yang datang, Saya sudah siap dan mohon dibantu oleh masyarakat.
Pesan Saya hindari paham radikalisme, khilafah, Pastikan paham kita adalah paham Pancasila. Pungkas Danramil.

Baca juga:  Mengutamakan Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat: Tilang Manual Polda Metro Jaya Tanpa Mencari Kesalahan

Selanjutnya sesi Tadkiroh, (saling mengingatkan) dari Ustad lubis syafii menyampaikan Sedekah bumi itu hanya istilah, asal dan usulnya bentuk Rasa syukur kita kepada Allah Swt. Dalam hadits qudsi dituliskan “Allah Ta’ala memberikan wahyu kepada Musa bin Imran As : “Hai Musa, siapa yang tidak ridha dengan ketetapan-Ku dan tidak sabar dengan ujian-Ku (bala’) dan tidak mau mensyukuri nikmat-Ku maka keluarlah dari bumi-Ku dan langit-Ku lalu carilah Tuhan selain Aku. (Hadits Qudsi, dikutip dari Kitab Tanqihul Qaul, hal. 256)

“Siapa yang tidak ridha dengan ketentuan-Ku dan tidak sabar terhadap ujian-Ku (bala’), maka carilah Tuhan selain Aku. (HQR. Thabraani dari Abu Hanad Ad Dari, dikutip dari Kitab Tanqihul qaul, hal. 257).

Mendasari hadits tersebut maka warga masyarakat Bersyukur melaksanakan tasyakuran dalam acara Sedekah Bumi.

Mengeluarkan dan berbagi dari apa apa yang telah didapat di dunia ini dalam kehidupan di Bumi desa Kauman dan
Seraya Berdo’a
(Dungo = tangane nyadung lambene mengo) mengangkat tangan dan memohon. Pungkas Ustad Lubis.

Selanjutnya kami dari awak Media menuju ke balai desa Pecangakan untuk menemui kepala Desa Pecangakan Dwi Susanto untuk konfirmasi wawancara singkat berkenaan dengan acara kegiatan Sedekah Bumi.

Dwi Susanto menyampaikan bahwa sudah lebih selama dua dekade, berkenaan dengan kegiatan sedekah Bumi memang tidak pernah di gelar, Kemudian setelah dilangsungkannya kegiatan sedekah Bumi malam ini, semoga dengan adanya kegiatan ini desa Pecangakan selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan diberi kemudahan serta diberi keberkahan, Aamiin.
Digelarnya acara kegiatan ini, kami selaku pemerintah Desa hanya menjadi motor penggerak dan memfasilitasi saja, itu semua atas antusias partisipasi dari seluruh warga masyarakat.

Baca juga:  Gempa Berkekuatan Magnitudo (M) 3,3 Terjadi di Seram Bagian Timur, Maluku Pada Kedalaman 14 Kilometer

Insya Allah tahun depan, kita akan dengan lebih meriah lagi.

Tujuan dan maksud dari kegiatan sedekah Bumi ini adalah yang pertama sebagai wujud syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas limpahan rahmat-Nya, kami semua bisa dapat menikmati hasil Bumi dari mulai buah-buahan yang bermacam-macam yang dihasilkan bumi.
Dan yang kedua sebagai bentuk wujud syukur kami kepada Gusti Allah Swt.

Buat teman-teman yang sudah ikut kegiatan ini, saya ucapkan terima kasih, sudah 30 tahun lebih kita tidak melaksanakan acara Sedekah Bumi di desa Pecangakan.

Persiapan kami hanya seminggu dalam merencanakan kegiatan ini, dan mudah-mudahan teman teman yang sudah ikut acara ini jadi tambah semangat lagi, dan yang belum ikut, bisa menyadari nilai makna pentingnya sedekah bumi, pungkas Dwi Susanto.

Melansir dari postingan Sosial media Facebook COMAL TV
Acara Sedekah Bumi di desa Pecangakan sangat meriah, puluhan nasi tampah, biasa disebut dengan nasi tumpeng, siap dihidangkan untuk disantap secara berjamaah.
Acara ini dinamai tradisi “sedekah bumi” oleh masyarakat desa Pecangakan, Kecamatan Comal.
Acara ini digelar pada Sabtu (18/6/2022) malam di Balai Desa Pecangakan.

Selain nasi tampah, hasil bumi seperti palawija dan buah-buahan pun turut disuguhkan.
Usut punya usut, nasi tampah dan segala hasil bumi berasal dari warga setempat.

Sebagai informasi, acara tersebut di hadiri ratusan warga serta perwakilan dari TNI dan Polri turut hadir, juga jajaran pemerintah desa.

Semoga acara ini dapat menambah kerukunan antar warga Pecangakan khususnya, pada umumnya masyarakat Comal. Tulis Dian dalam akun FB TV Comal. (Eko B Art)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait