website statistics
24.4 C
Indonesia
Mon, 15 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.4 C
Indonesia
Monday, 15 April 2024 | 22:19:24 WIB

Adopsi Gaya Kepemimpinan Rasulullah, M.Suryadi : Memimpin itu Harus Menggunakan Hati dan Berkarakter

Depok | detikNews – M.Suryadi.S.Ag alumni tahun 98 Institut Agama Islam Nasional (IAIN) Sunan Gunung Jati Bandung, yang sedang menjabat sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Ketua RW013, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, mengimbau kepada para calon Ketua RT diwilayahnya, yang saat ini sedang dalam masa kontestasi pemilihan Ketua RT baru periode 2022-2027, untuk bersikap dewasa dalam menerima hasil akhir kontestasi tersebut, dan kepada para Ketua RT baru yang telah terpilih untuk mengedepankan realisasi janji Visi dan Misi nya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya.

M.Suryadi.S.ag yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok ini mengatakan, bahwa acara kontestasi pemilihan Ketua RT baru ini, adalah suatu bentuk perjalanan demokrasi yang mana rakyat diperbolehkan mengusung sendiri calon pemimpin di lingkungannya berdasarkan tujuan logis menuju pembangunan wilayah yang lebih baik.

“Acara pesta demokrasi bagian dari penyelenggara negara terendah kini sedang dilakukan, dan kontestasi ajang pemilihan RT ini adalah suatu kesempatan besar bagi masyarakat untuk mengusung, serta memilih sendiri para calon pemimpin diwilayah tempat tinggalnya, melalui cara pemilihan langsung, umum, bebas, dan rahasia”, ucapnya. Rabu 18/5/2022.

“Moment ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, karena ajang kontestasi ini akan menentukan selama 5 tahun kedepan, bagaimana lingkungan wilayah ke-RT-an bisa terbangun dengan baik pada semua aspek kebutuhan masyarakat. Jadi, masyarakat dituntut harus jeli dalam memilih para pemimpinnya, agar kebutuhan baik dari segi administrasi, kesehatan, infrastruktur, sosial, dan yang lainnya bisa terakomodir dengan benar tanpa adanya pengecualian antar golongan”, ungkapnya.

Lebih lanjut M.Suryadi menambahkan, bahwa dalam masa kepemimpinannya sebagai PAW RW013, dirinya mengadopsi gaya kepemimpinan Rasulullah SAW yang lebih mengutamakan kemashlahatan bersama ketimbang kepentingan pribadi, suku dan golongan.

“Rasulullah SAW mempunyai karakter dan model kepemimpinan yang istimewa, dalam masa kepemimpinannya Rasulullah SAW selalu mengimplementasikan prinsip-prinsip kepemimpinan yang baik, antara lain, dalam memimpin selalu menggunakan sistem musyawarah, menghargai orang lain baik lawan maupun kawan, sifat ramah, selalu menunjukkan kelembutan”, paparnya.

“Ada 5 gaya kepemimpinan Rasulullah SAW yang patut diteladani, dan di implementasikan dalam memimpin maayarakat yang dipimpin para pemangku kebijakan terbawah yakni RT dan RW. Hal tersebut antara lain : Pertama. Memiliki keingintahuan yang aktif. Kedua para pemimpin wajib membangun hubungan baik dengan orang lain secara alami. Ketiga memiliki rasa ingin tahu terhadap mereka yang ada disekelilingnya. Keempat, Memiliki cara komunikasi yang jelas. Kelima, Mampu memotivasi warga dengan menguasai cara mendekati”, sambungnya.

M.Suryadi menilai, bahwa syarat menjadi seorang pemimpin adalah mampu melaksanakan fungsi manajemen, mampu memberikan penghargaan kepada para bawahan, cerdas, tegas dalam membuat suatu keputusan, percaya diri serta mempunyai pemikiran yang inovatif, yang akan mampu menggali serta mengendalikan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakatnya, menuju kebaikan bersama.

“Ada tiga keterampilan kepemimpinan yang harus dikuasai oleh pemegang kebijakan wilayah yakni : Pertama, mempunyai keterampilan konseptual, yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk memahami dalam mengoperasikan organisasi. Kedua, mempunyai keterampilan hubungan manusia yaitu kemampuan untuk bekerjasama dengan berbagai pihak. Ketiga, mampu memberikan motivasi, dengan cara memulai terlebih dahulu sebelum memberikan motivasi kepada orang lain”, tambahnya.

“Dari semua itu, nantinya akan terbentuk Leadership atau jiwa kepemimpinan yang handal, serta akan membangun karakter dan melatih skill seseorang, untuk dapat mewujudkan masyarakat yang cerdas menuju persaingan hidup dimasa depan, yang searah dengan tujuan bangsa menciptakan kesejahteraan merata pada semua lini kehidupan bangsa dan negara”, pungkasnya.(Arifin)

 

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait