website statistics
23.4 C
Indonesia
Mon, 24 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Monday, 24 June 2024 | 23:26:39 WIB

Ahli Waris Sebut PT Belaputra Intiland Abaikan Produk Hukum

Bandung | detikNews – Kekecewaan mendalam dirasakan oleh para ahli waris, terhadap sikap pengembang (PT Belaputra Intiland) yang mengabaikan produk hukum yang sudah jelas.

“Sebagai negara berhukum, kami tidak dapat terima bahwa produk hukum bisa diabaikan dengan begitu saja oleh pihak-pihak tertentu. Saya, sebagai ahli waris, telah memperjuangkan hak-hak saya selama puluhan tahun. Namun dengan dengan alasan-alasan yang tidak rasional PT Belaputra Intiland dapat menolak ketetapan hukum yang berlaku,” ujar salah perwakilan ahli waris, Wawan pasca gagalnya konstatering yang di lakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A, Bandung, Senin (06/05/2024) kemarin.

Lebih cermat dikatakannya, sudah  dua kali pelaksanaan konstatering telah dilakukan, namun gagal. Padahal  ketetapan pengadilan sudah dengan jelas mengukuhkan hak ahli waris secara legal.

Baca juga:  Lautan Massa Sambut Kembalinya Anas Urbaningrum setelah Divonis Bebas Lapas Sukamiskin

“Siapapun, termasuk para pengusaha, harusnya tunduk pada hukum yang berlaku. Namun, sungguh ironis kami melihat bagaimana pengusaha menolak untuk mengakui ketetapan hukum dengan alasan-alasan yang tidak rasional, termasuk ketiadaan komunikasi,” tandas Wawan.

“Mereka tidak menunjukkan itikad baik sejak awal, meskipun kami telah berupaya dengan sungguh-sungguh,” tambahnya.

Para Ahli waris juga meminta kepada Menteri ATR/BPN RI untuk memperhatikan permasalahan mereka dan merespon dengan tegas akan sikap PT Belaputra Intiland yang telah mengabaikan produk hukum PN Bandung.

Baca juga:  Bantah Pernyataan Novel Baswedan, Anggota Dewas Klarifikasi Peran Pembongkaran Kasus Pungli di Rutan KPK

“Kepada Bapak Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Bapak Agus Hari Murti Yudhoyono, kami memohon agar masalah ini mendapat perhatian yang serius. Kami akan terus menuntut hak kami, sepanjang waktu diperlukan. Terlebih, sikap pengembang yang jelas telah mengabaikan hukum di Indonesia harus direspons dengan tegas,” tegas Wawan.

Hal senada juga dikatakan salah satu ahli waris lainnya yang juga menyampaikan kekecewaan yang sama. Menurutnya, PT Belaputra Intiland telah dengan jelas melanggar hukum.

“Meskipun kami telah membuka pintu untuk musyawarah, namun mereka tidak meresponsnya. Kami memiliki bukti yang menunjukkan bahwa mereka membeli lahan dari pihak ketiga, bukan dari kami sebagai ahli waris,” ucapnya.

Baca juga:  Jaksa KPK Dakwa AKBP Bambang Kayun Menerima Suap Rp 57,1 Miliar dalam Kasus Korupsi

“Bapak Menteri, kami memohon kepada Bapak. Kami merasa dijajah di negeri sendiri, tanpa menuntut lebih dari hak yang seharusnya kami miliki. Kami adalah generasi ketiga, namun hingga saat ini, kami belum mendapatkan keadilan,” ujar salah seorang ahli waris dengan tegas.

Menurutnya, sikap keras kepala pengembang yang tidak mau mengakui dan menerima ketetapan hukum harus ditindak tegas. “Kami berharap perhatian dari pihak berwenang, seperti Bapak Menteri, dapat membawa penyelesaian yang adil dalam masalah ini. Keadilan harus ditegakkan untuk semua pihak tanpa pandang bulu,” tutupnya. (Edh/Rn)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait