website statistics
30.4 C
Indonesia
Wed, 28 February 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.4 C
Indonesia
Wednesday, 28 February 2024 | 15:10:57 WIB

Akibat Alergi Antibiotik Satpam Mestika Meninggal di RS Eshmun

Reporter: Rudi Hartono

Medan | Gerbang Indonesia – Seorang lelaki berinisial SN yang bekerja di Bank Mestika Medan meninggal dunia setelah ditangani pihak rumah sakit Eshmun Medan. Di duga disebabkan oleh anti biotik yang disuntikkan dokter ke pasien, SN mengalami kejang dan meninggal dunia pada hari Selasa (15/2/22).

Keluarga korban
Keluarga korban

Peristiwa bermula ketika pada hari Senin (14/2/22), SN yang bertugas sebagai sekuriti di bank Mestika Medan, pada shift malam hari seperti biasa pergi kerja. Pada saat didalam perjalanan, SN mengalami kecelakaan, dimana terjadi penyenggolan menyerempet sebuah mobil yang mengakibatkan kaki korban cidera luka ringan.

Baca juga:  Ketua IKAL Soroti Kinerja Penjabat Gubernur DKI Jakarta dan Harapkan Situasi Pemilu 2024 Lebih Baik

Rosnani, kakak korban ikut mengantar korban untuk kerja. “Gara-gara menghindari lobang di jalan, adekku mengelaklah, enggak taunya mobil lewat, kenalkah mobil tu terserempet kakinya,’ ujar kakak korban. Akibatnya keduanya jatuh ketengah jalan. Kaki korban lecet dan mengalami pening kepala. Kakak korban kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Eshmun yang berlokasi di Jalan Marelan Raya, Medan Marelan.

Kemudian korban pun rawat inap di RS tersebut pada malam hari (Senin). “Waktu tadi malam korban baik-baik saja. Masih bisa pun dia jalan ke kamar mandi dan beseloroh dengan kami. Tidak berapa lama perawat kemudian merawat korban, mana yang luka di perban dan diobati. Malam itu opname lah kami karena kata adekku meriang dan pening kali kepalanya,”ujarnya.

Baca juga:  Perayaan Harlah Ke-25 PKB di Solo: Bersiap Ngegas Gigi Lima Menyongsong Pemilu 2024

Keesokan harinya, Selasa 15/2/22, kakak korban melihat keadaan adiknya. Dan petaka itu pun mulai terjadi di pagi itu. Tampak seorang dokter yang tanpa bertanya, menyuntikkan sesuatu ke tubuh adiknya.

“Apa yang dokter suntikkan? ku tanya, di bilang dokterlah antibiotik. Marahlah aku. “Sudah ku bilang tadi dia ada alergi, tapi disuntikkannya juga ke adekku, marahlah aku. Menjeritlah aku memarahi dokter itu, akibatnya pingsanlah adekku itu,”ujar kakaknya sambil menangis sesenggukan.

Baca juga:  Satu Keluarga di Kalideres Tewas Ditemukan Membusuk Gegara Tak Makan dan Minum Selama 3 Minggu

“Aku tak terima….aku tak terima…cuma dialah Ito (saudara) ku seorang laki-laki, ku lapor nanti ke polisi…,”ujar Rosnani menangis sedih dalam keadaan haru.

Awak media mencoba konfirmasi atas peristiwa ini, tetapi pihak RS Eshmun tidak memberi komentar sama sekali. Menurut keterangan kakak korban, penyuntikan itu hari Selasa pagi (15/2/22), kemudian tidak berapa lama korban meninggal dunia. (RHO)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait