website statistics
23.4 C
Indonesia
Mon, 15 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Monday, 15 April 2024 | 23:17:43 WIB

Akibat Mahalnya SSB, dan Tidak Ada Lapangan Sepak Bola, Halaman Musholah pun Jadi

Pemalang | detikNews.co.id – Dari pojok sebuah Kampung Bojong Bata, pinggiran Pemalang Kota, sekelompok anak-anak penggemar berat sepak bola, menamakan klub sepak bolanya dengan sebutan ‘Mentenk FC’, seru bermain bola dengan formasi 2-2-3, dengan menggunakan bola plastik berukuran sedang, dan menggunakan halaman Musholah sebagai lapangan sepak bolanya.

Mereka dengan asyik menggocek melakukan eksekusi bola ke arah penjaga gawang, yang berdiri dibawah tiang atap baja ringan penyangga atap Musholah, dimana lewat persetujuan bersama mereka anggap sebagai Gawang.

Baca juga:  Sesuai Regulasi: Peran Sekda atau Pj Sekda sebagai Satu-satunya yang Bisa Menjabat Plh Bupati

Tidak ada aturan resmi, dalam permainan sepak bola anak-anak kampung ini yang diterapkan hanya dua, jika bola kena tangan dianggap Hand, dan jika bola kecebur empang di sebelah Musholah di anggap Offside.

Sepak bola merupakan olah raga paling populer dijagat raya, penggemarnya tanpa batas, lintas generasi tanpa henti sejak ratusan tahun yang lalu hingga kini. Gambaran ini sangat menyesakkan dada, juga terkadang menggelikan bagi kita para Orang tua.

Baca juga:  Wujud Komitmen PGRI Dalam Mendukung Peningkatan Kualitas Kompetensi Guru

Betapa tidak, seorang anak bernama Abdul dengan semangatnya, hampir setiap hari bermain bersama kawan-kawannya, berlatih berbagai macam tehnik sepak bola tanpa seorang pelatih ahli, dan tanpa memakai sepatu sepak bola yang mahal, dan melakukan permainan didepan Musholah, bukan di stadion olah raga yang mewah.

Mereka mempunyai semangat yang luar biasa. Dengan berlatih tanpa henti setiap hari, hanya karena alasan orang tuanya tidak punya biaya untuk menitipkan anak-anak berfisik kuat ini pada Klub-klub Sepak bola yang ada, dimana di samping mahal biaya untuk menjadi siswa SSB (Sekolah Sepak Bola), belum untuk membeli mahalnya sepatu, kostum, serta susu untuk mendukung stamina siswa Sepak Bola. Bagi mereka, anak-anak bola, tidak ada lapangan, halaman Musholah pun jadi, untuk menampilkan aksi permainan bola mereka. (Ragil 74).

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait