21.4 C
Indonesia
Jum, 2 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Jumat, 2 Desember 2022 | 5:28:23 WIB

Andaikan Rara Isti Si Pawang Hujan Jadi Staff Ahli BMKG

Pemalang | detikNews – Rara Isti Wulandari wanita cantik yang selama gelaran moto GP di Mandalika, Lombok Nusa Tenggara Barat, menjadi pengawal cuaca (baca pawang hujan) menjadi perhatian para Netizen ,di media sosial, karena aksi – aksi nya dalam mengendalikan (menyingkirkan) hujan di sirkuit arena balap motor kelas dunia Mandalika.

Terlepas dari pro dan kontra, serta percaya atau tidak, berkaitan aksinya menghentikan hujan, semua diserahkan kepada kepercayaan masing masing para Pembaca. Tapi yang jelas turun hujan atau tidak ini terjadi mutlak kewenangan dari TUHAN YANG ESA, manusia hanya di perintah untuk berusaha saja.

Baca juga:  Walikota Depok Delegasikan Pemenang Abang Mpok 2022 Sebagai Duta Promosi Pariwisata Kreatif

Pada kenyataannya, gelaran balap motor tingkat dunia ini, tergolong sukses tanpa halangan yang berarti, termasuk dalam hal ini berkaitan dengan kondisi cuaca, di arena moto GP dan sekitarnya, peran seorang Rara Isti Wulandari si Pawang Hujan tidak bisa dilupakan.

Bencana alam banjir yang disebabkan derasnya turun air hujan, menjadikan tanah lonsor, yang terkadang memakan korban nyawa manusia tidak sedikit.

Baca juga:  Issue Panas Kontestasi LPM, Dimas : Pemimpin Harus Faham Tentang Apa yang di Pimpinnya

Bukan disini berarti hujan adalah biang bencana banjir, faktor kecerobohan serta kesalahan manusia, kerap kali menjadi penyebabnya. Seperti penebangan pohon – pohon yang tidak di perhitungkan, penyumbatan saluran atau pendangkalan sungai, sejati nya itulah penyebab terjadinya musibah banjir.

Mungkin boleh kita berandai – andai, jika saja Badan meterologi geofika ( BMKG ) dan BASARNAS, bisa bekerja sama dengan seorang Rara Isti Wulandari si Pawang Hujan yang mumpuni itu, penakluk cuaca di event internatisonal balap MOTO GP.  apakah bencana banjir bisa di atasi??? dengan cara menyingkirkan hujan??, kelautan samudra sana. Tentunya ini sebuah pertanyaan yang perlu di jawab boleh, tidak dijawab pun tak masalah, ini hanya sebuah pertanyaan dari sebagian masyarakat, yang kebetulan melihat aksi si Pawang Hujan, dalam ramainya berita dan postingan di media sosial tentang aksi luar biasanya memindahkan hujan. (Ragil74)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait