25.4 C
Indonesia
Sen, 28 November 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.4 C
Indonesia
Senin, 28 November 2022 | 8:11:23 WIB

Beras Lokal Kurang Permintaan Konsumen, DPRD PAN Minta PEMDA Segera Mengambil Langkah Konkrit

Reporter: Karol

Labuan Bajo | detikNews.co.id – Produksi beras lokal surplus 135.000 ton, sementara konsumsi dari 266.522 jiwa kabupaten Manggarai Barat (MABAR) berdasarkan statistik Nasional 33.359 ton perkapita. Hal ini menyebabkan petani lokal tidak berbuat apa-apa sejak berasnya tidak bisa bersaing.

Menanggapi hal ini DPRD kabupaten Manggarai Barat Inocentius Peni mengharapkan Pemerintah mengambil langkah-langkah konkrit:

1. Mendesak Bulog untuk segera melaksanakan fungsinya. Bulog itukan berperan untuk, melakukan pembelian gabah/beras dari petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Baca juga:  Ketahanan Pangan MABAR, Minta Kepada Petani Lokal Harus Memiliki Kelompok Berbadan Hukum

Tugas ini sangat penting dilakukan oleh Bulog ketika terjadi over produksi di tingkat petani. Kedua, Dolog juga bertugas menyalurkan beras untuk menstabilkan harga apabila harga beras di pasar terlalu mahal bagi masyarakat. Bahkan dulu ada fungsi ketiga yaitu menyalurkan beras bersubsidi bagi masyarakat miskin.

Kita desak pemerintah daerah sekarang supaya segera laporkan kondisi ini kepada Bulog. Petani sekarang sudah menjerit di mana-mana. Khusus di Lembor yang hampir 2 tahun tidak panen, patut menjadi perhatian khusus. Sangat disayangkan, baru mulai panen lagi langsung berhadapan dengan kondisi seperti ini.

Baca juga:  Pembagian Bantuan Sosial dari Istana Presiden RI di Kecamatan Lahewa

2. Kalau dimungkinkan oleh regulasi, pemerintah daerah perlu mengendalikan masuknya beras dari luar daerah. Kalau alasan masuknya beras dari luar itu karena harga lebih murah, maka pemerintah daerah perlu lakukan pemeriksaan, apakah mereka beli beras dari luar itu mengikuti Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Harus disadari HPP itu ditetapkan untuk mengendalikan harga agar tata niaga beras tidak merugikan masyarakat, baik petani maupun pembeli beras. Kalau dibiarkan, maka beras akan dijadikan produk pangan yg dikendalikan oleh spekulan dan mafia. (kr)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait