website statistics
30.4 C
Indonesia
Mon, 22 July 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.4 C
Indonesia
Monday, 22 July 2024 | 17:36:24 WIB

BPBA Gelar Rakor Penanggulangan Bencana Tahun 2024

Takengon | detikNews – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengadakan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Tahun 2024 di Parkside Gayo Petro Hotel, Takengon, pada tanggal 24 Juni 2024.

Rapat Koordinasi (Rakor) ini mengangkat tema “Kolaborasi dan Sinergi Pemerintah Aceh dengan Pemerintah kabupaten/kota seluruh Aceh Menyukseskan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2024.”

Acara ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari perwakilan Kalak dari BPBD di 23 kabupaten/kota, dinas damkar Kota Banda Aceh, unsur Pengarah BPBA, Forum PRB Aceh, dan Staf BPBA. Rakor akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 24 hingga 26 Juni 2024, dan dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Dr. Ir. Zulkifli.

Baca juga:  Edy Rahmayadi: "Lakukan Tes PCR Pendatang dari Jawa dan Bali Secara Acak"

Dalam sambutannya, Zulkifli mengharapkan agar para peserta rakor dapat meningkatkan kemampuan di tiap desa untuk meningkatkan mitigasi, sehingga dana desa bisa terserap dengan baik demi penanggulangan bencana.

“Perbanyak lagi MoU dengan akademisi karena ternyata mereka punya banyak dana tapi tidak memiliki isu yang akan ditangani, khususnya isu penanggulangan bencana, sehingga penguatan penthalix perlu terus digalakkan,” ungkap Zulkifli.

Sekretaris BPBA, Ir. Muhammad Syahril, MM, dalam laporannya mengakui bahwa Rakor ini bertujuan untuk membahas beberapa kendala yang harus dievaluasi terkait penanganan bencana.

Rakor juga bertujuan untuk mempererat kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Aceh dengan Kabupaten/Kota se-Aceh demi menyukseskan peringatan bulan PRB yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober mendatang.

Baca juga:  Ketua RT 22 Bawa Linmas Jemput Warganya, Terkuak Ternyata Ini Penyebabnya

“Peringatan bulan pengurangan risiko bencana adalah pertaruhan nama baik Aceh, karena akan menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan Aceh ke seluruh Nusantara,” kata Syahril.

Syahril juga menjelaskan bahwa peringatan bulan PRB bertujuan untuk membangun kesadaran bersama, membangun dialog, dan mengembangkan jejaring antarpelaku pengurangan risiko bencana. Ini juga dapat dijadikan ajang pembelajaran bagi pelaku PRB seluruh Indonesia.

“Maksud dan tujuan Rakor ini adalah memperkuat koordinasi penanggulangan bencana di seluruh kabupaten/kota di Aceh, memberikan pemahaman yang sama tentang arah kebijakan, serta terlaksananya koordinasi yang baik demi menyukseskan Peringatan Bulan PRB dan Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh,” jelas Syahril.

Baca juga:  Kemenag Aceh Utara Gelar Sosialisasi Kampung Moderasi Beragama

Syahril berharap tidak lagi ada sekat-sekat antara pelaksana BPBD dan BPBA. “Tingkatkan sinergitas dan kekompakan sebelum dan saat pelaksanaan bencana. Dengan diselenggarakannya Rakor ini, diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan integrasi antar BPBD di 23 kabupaten/kota dan instansi terkait lainnya. Mengingat pentingnya tujuan yang ingin dicapai dari Rakor ini, saya berharap kepada seluruh peserta agar dapat mengikutinya secara serius hingga tuntas,” tutup Syahril.

Syahril juga menekankan harapannya bahwa dengan adanya Rakor ini, peserta dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten/kota di seluruh Aceh demi menyukseskan peringatan bulan pengurangan risiko bencana dan Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh. (Riz)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait