website statistics
29.4 C
Indonesia
Mon, 20 May 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.4 C
Indonesia
Monday, 20 May 2024 | 15:37:52 WIB

Cagar Budaya Tugu Cornelis Chastelein Tak Tersentuh, Pemprov Jabar Sebut Harus Ada Peran Aktif Pemkot Depok

Depok | detikNews – Resmi berhenti beroperasi pada akhir Maret 2022, Rumah Sakit Harapan Depok yang terletak di Jalan Pemuda No. 10, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, kini kondisinya terlihat sangat memperihatinkan.

Rumah Sakit Pertama di Depok ini mempunyai sejarah yang sangat panjang dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sangat layak dijadikan Cagar Budayanya Kota Depok.

Diketahui, bahwa Prototipe gedung RS Harapan Depok berasal dari gedung Kantoor Van Het Gemeentebestuur Van Depok (Kantor Pemerintahan Kota Depok), yang pembangunannya sendiri dilakukan di bawah arahan warga negara Belanda bernama Cornelis Chastelein, sebagi pemilik dan pembangun peradaban pertama di Indonesia khususnya di Kota Depok.

Kemudian, untuk mempertegas fungsi bangunan tersebut, pada 28 Juni 1914 diresmikanlah sebuah monumen yang ditempatkan di halaman depan bertepatan dengan peringatan dua abad Kota Depok. Namun, mirisnya kondisi saat ini terlihat terabaikan.

Baca juga:  Respon Cepat Keluhan Warga, Kadis PUPR Depok Minta CV. JO Tekhnik Indotama Rapikan Pekerjaan Drainase Jalan Mawar

Menanggapi Cagar Budaya Kota Depok yang terlupakan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar mengatakan, harus ada peran aktif dari Pemerintah Kota Depok untuk melestarikan sejarah tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar.(Foto : Istimewa)

“Memang disini perlu adanya peran aktif dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok itu sendiri”, ucap Benny, Sabtu 20/4/2024.

Lebih lanjut Benny menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap untuk mensupport, apabila Cagar Budaya atau sejarah Tugu Cornelis Casthelein dilestarikan dan direvitalisasi apabila Pemkot Depok pro aktif.

Baca juga:  Yam Syari Amirudin, ST Siap Membangun Sukatani Dengan Mengimplemetasikan Politik Santun dan Beradab

“Pada dasarnya Pemprov siap support apabila Pemda setempatnya pro aktif”, tandas Benny.

Sementara itu, ketidakpedulian Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terhadap pelestarian Cagar Budaya tersebut, terlihat pada November 2014 saat Boy Loen salah seorang keluarga pelaku sejarah yang berwadah dari Kaoem Depok akan melakukan pelestarian Monument tersebut, pihak Pemkot Depok saat itu, tidak mendukung atas apa yang akan dilakukannya.

“Pada tahun 2014, ketika kami ingin memperingati 300 tahun kami dimerdekakan dari perbudakan, kami ingin membangun kembali monumennya. Tetapi, ketika baru bangunan seperti ini kami mendapatkan hambatan dari ya pemerintah Kota Depok pada waktu itu. Dengan alasan bahwa Ko’ untuk penjajah didirikan monumen?”, ungkapnya.

Baca juga:  Menuju Kemajuan Kota Depok, Rahma Charliyan Siap Membangun Sistem Kesehatan dan Pendidikan yang Lebih Baik
Boy Loen salah seorang keluarga pelaku sejarah yang berwadah dari Kaoem Depok.(Foto : Istimewa)

Sebagai investasi alam pikir dan alam rasa dari masa lampau, pelestarian Cagar Budaya menjadi pekerjaan rumah yang tak kalah penting untuk diperhatikan, dan perlindungannya di tanah air masih menjadi tantangan, kendati tapak sejarah pelestarian Cagar Budaya sudah berlangsung sejak pertengahan abad ke-17.

Bangsa Indonesia memiliki sejarah peradaban panjang yang tersimpan dalam bentuk kekayaan alam. Cagar budaya di Indonesia adalah warisan jejak masa lalu dari leluhur bangsa yang agung, dan telah menjadi aset kultural yang mengandung nilai-nilai budaya serta sosial masyarakat. Oleh sebab itu Cagar Budaya memiliki nilai kearifan lokal sebagai cerminan karakter dan kepribadian bangsa yang luhur.(Arifin)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait