27.4 C
Indonesia
Sab, 3 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.4 C
Indonesia
Sabtu, 3 Desember 2022 | 9:15:34 WIB

Diduga Rehab Ruang Kelas SD Negeri No: 173263 dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Syarat Ajang Korupsi

Reporter: Eduard

Tapanuli Utara | Gerbang Indonesia – Pelaksanaan bantuan rehabilitasi 3/1 Paket 3 ruang kelas SD Negeri No: 173263 Simanapang Kecamatan Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara yang bersumber dari dana P.APBD tahun 2021 melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman (Perkim) diduga dipaksakan dan banyak penyimpangan dari segi pekerjaan proyek yang dikerjakan akhir Desember tahun 2021.

Pihak pelaksana sekolah diduga berupaya untuk mengambil keuntungan pribadi dari dana yang diterima, tentunya dengan melakukan pengurangan volume dan/atau item-item pekerjaan yang sudah ada dalam RAB dan Gambar.

Dari pantauan tim beberapa Media Siber, di lapangan, Kamis (07/02/2022), nampak sekali banyak item-item pekerjaan yang tidak diterapkan, dari pemberitaan sebelumnya sudah ada komitmen dari tgl 5/02 yang lalu rekanan ingin memperbaikinya, tetapi hasil komunikasi dengan Kepala Sekolah pak Tampubolon via WhatsApp tanggal 8/02/2022 ketika awak Media menanyakan apakah ada perbaikan dari rekanan untuk sekolah kita?? Kepsek menjawab tidak ada datang untuk rekanan memperbaikinya, semula seperti biasanya,” ucap pak Tampubolon.

Baca juga:  Aneh Tapi Nyata, Ternyata Sandal Doyan Minyak Goreng

Seperti terdapat pada dinding sekolah papannya sudah rusak hanya dilapisi Cat yang tebal agar kelihatan dikerjakan namun ketika diraba terlihat rusak dan asbes hanya di cat dan lantai sekolah masih pecah2 dipastikan tidak sesuai RAB.

Kemudian lantai di sekeliling gedung sekolah hanya dilakukan polesan cat untuk menutupi dinding2 yang sudah rusak, yang seharusnya diganti.

Luhut Siahaan sebagai Ketua PPK dari Dinas Perkim ketika awak Media mengkonfirmasi tanggal 8/02/2022, Luhut Siahaan mengatakan dengan sepele apa yg salah rupanya disitu?sehingga awak Media menenerangkan bahwa dengan anggaran sebesar Rp.189.610.000 tidak membawa perubahan pada sekolah, hanya atap sengnya yang berubah, masih kami temukan keadaan sekolah yang amburadul, seperti dinding sekolah sudah rusak tidak diganti dan lantai teras sekolah pecah2 semua, kusen jendela sudah rusak juga, setelah itu Luhut Siahaan menjawab, rekanan sudah mengerjakan pekerjaan dengan benar, sesuai gambar, dengan dana segitu yang direhab adalah plafond, tiang sekolah dan atap,” ujar Luhut.

Baca juga:  Oknum Pejabat Satpol PP Surabaya Diduga Jual Barang Hasil Penertiban

Saat awak Media meminta disain gambar proyek, Luhut selaku PPK menjawab, soal itu saya permisi dulu sama pak Kadis,” tuturnya

Tim awak Media menduga pihak Dinas Perkim yang sebagai fasilitator pekerjaan tidak transparan dan PPK diduga bermain dengan pelaksana pekerjaan.

“Kami sudah menjalankan sesuai dengan perintah dari Dinas dan fasilitator lapangan,” katanya.

Sekolah hanya diperbaiki seng saja ketika saya menegur kenapa tidak diperbaiki dinding dan lantainya?? salah satu rekanan (tukang) menjawab dengan alasan waktu terlambat. Pak Tampubolon S.Pd selaku Kepala Sekolah SD tersebut kepada awak Media mengaku, bahwa pihaknya tidak diberikan gambar atau RAB.

“Kami selaku pelaksana di lapangan mengerjakan rehab bangunan sesuai arahan dari Dinas.

Menanggapi hal tersebut, Amir selaku Sekretaris LSM LPPS RI menyesalkan sikap Tim Pelaksana Lapangan dan pihak pelaksana dengan berjalannya proyek tersebut.

Baca juga:  Teror Busur Terjadi Kembali di Kota Kendari, Kali Ini Seorang Wanita Menjadi Korban Busur

“Yang namanya proyek menggunakan anggaran Pemerintah, apa lagi dengan Dana P.APBD seperti di bidang Pendidikan harus terbuka dan transparan kepada publik. Tidak ada yang namanya bahasa rahasia Negara. Kalau memang pekerjaan bangunan tersebut sudah sesuai dengan gambar dan RAB kenapa harus dirahasiakan. Wajar saja kalau publik jadi berpikiran miring kepada Dinas terkait,” ujarnya.

“Saya tim dari beberapa Media dan juga sebagai seketaris LPPS RI akan ikut memantau proyek pembangunan yang berasal dari Dana P.APBD, karena kami menduga proyek rehab banyak kejanggalan, dimohon buat Bupati Taput agar memperhatikan jajarannya dan Jika ada indikasi merugikan Negara maka tim kami akan melaporkan kepada penegak hukum untuk memberikan efek jera kepada oknum-oknum yang suka memperkaya diri dari uang Negara,”  pungkasnya. (Eduard)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru