website statistics
29.4 C
Indonesia
Mon, 20 May 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.4 C
Indonesia
Monday, 20 May 2024 | 17:23:43 WIB

Diduga Sopir Ngantuk Hilang kendali, Bus Pariwisata Seruduk Tiang Rambu Jalan di Tol Sumo 15 Korban Meninggal 

Reporter: Okik

Surabaya | detikNews – Insiden Kecelakaan rombongan Bus pariwisata terjadi di Tol Mojokerto – Surabaya KM 712 tepatnya di Desa Canggu, Kecamatan Gedeg, Mojokerto. Mengakibatkan kurang lebih 15 orang meninggal dunia.

AKP Imam Kanit PJR Tol Jatim 3 mengatakan, update data korban kecelakaan Bus KM 712 Tol Mojokerto-Surabaya saat ini total korban meninggal sementara 15 orang. Dugaan awal penyebab kecelakaan karena sopir bus ngantuk, dan hilang kendali lalu menabrak tiang rambu jalan.

Penumpang bus merupakan rombongan warga Benowo Surabaya yang berwisata ke Dieng Jawa Tengah, saat kejadian mereka arah kembali ke Surabaya.

Saat ini masih proses evakuasi, lajur tetap dibuka, namun hanya lajur paling kanan yang bisa dilewati. Korban jiwa dalam kecelakaan bus pariwisata Ardiansyah di KM 712.400 Tol Mojokerto-Surabaya pada Senin (16/5/2022), terus bertambah. Sampai pukul 11.00 WIB, korban meninggal bertambah menjadi 15 orang.

Baca juga:  Memperingati Hari Besar Islam, Supiyani selaku Sekcam Kec Gunung Kaler, Mewakili Camat Hadiri Acara Gema Muharram dan Santunan Yatim

Jalur Tol Mojokerto – Surabaya KM 712 sementara DITUTUP TOTAL, saat ini sedang dilakukan olah TKP di bekas lokasi kecelakaan Bus Pariwisata. Penutupan sekitar 30 menit, atau sampai sekitar pkl 12.15 WIB.

Imam menjelaskan bus nopol S 7322 UW yang membawa 25 orang penumpang ini mengantarkan rombongan warga Kelurahan Benowo Surabaya yang selesai rekreasi dari Yogyakarta.Sesampainya di KM 712.400 Tol Mojokerto-Surabaya, bus pariwisata Ardiansyah ini menabrak tiang beton Variable Message Sign (VMS) hingga tiang & bus terguling. Kerasnya tabrakan menyebabkan bagian depan bus hancur, hingga beberapa kursi terpental keluar & mengakibatkan belasan penumpang bus ini meninggal dunia hingga luka berat.

Petugas dibantu sejumlah potensi relawan, tengah melangsungkan proses evakuasi jenazah para penumpang bus rombongan pariwisata. Sedangkan untuk bangkai bus juga sedang dilakukan evakuasi sejak sekitar jam 09.30 di titik lokasi. Sementara jalur tol dengan arah yang sama sedikit mengalami kepadatan.

Baca juga:  Wujud Komitmen PGRI Dalam Mendukung Peningkatan Kualitas Kompetensi Guru

Terpisah “Senkom Tol Sumo (Surabaya–Mojokerto) menyebutkan para korban telah dirujuk ke sejumlah rumah sakit guna penanganan medis dengan dibawa sejumlah mobil ambulan.

Terdata, Korban luka-luka dirujuk ke RS Petrokimia, RS Citra Medika & RS Emma. Sementara korban yang meninggal dunia dirujuk ke RSUD Mojokerto & RSUD RA Basoeni.

Dokter Evy Maretnawati dari Instalasi Gawat Darurat RSUD RA Basoeni Mojokerto mengatakan, ada seorang anak jadi korban kecelakaan bus pariwisata di Tol Mojokerto, yang meninggal dunia di rumah sakit.

dr Luki dokter jaga UGD RS Citra Medika mengabarkan, ada 10 orang yang dibawa ke RS Citra Medika. Sembilan orang diantaranya bernama Suudi, Bayu, Jefri, Nanik, Yatik, Sujono, Adrian, Saqila, dan Adi Firmansyah, mengalami luka-luka, 1 orang yang belum diketahui identitasnya meninggal dunia. Menurut dr Luki, mayoritas korban mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki.

Baca juga:  KKN Tematik Undip di Desa Bojongnangka Melakukan Optimalisasi Pengolahan Sampah Sebagai Upaya Utilisasi Sampah Berkelanjutan

Sementara, dr heni dokter jaga IGD RS RS Emma Mojokerto mengabarkan, ada empat orang yang dirawat di sana. Identitas atas nama Mujiana, Noval Al Habib, dan dua orang lain satu anak-anak dan satu laki-laki usia sekitar 60an tahun, keduanya belum diketahui identitasnya. Untuk korban anak-anak rencananya akan dirujuk ke RSU. Korban anak-anak dan bapak yang berusia sekitar 60an tahun kondisi lukanya cukup serius.

Terpisah,Tri petugas UGD RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Mojokerto mengabarkan, ada 1 korban yang dirawat di sana, atas nama Febri Indrawan, kondisinya luka ringan.Hingga berita ini ditulis Tim detikNews masih mengumpulkan sejumlah data-data di lapangan.(okik).

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait