website statistics
21.8 C
Indonesia
Tue, 5 March 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.8 C
Indonesia
Tuesday, 5 March 2024 | 7:11:02 WIB

DPD Perindo: Harga Tiket Naik ke TNK Bukan Berdampak Pada Pelaku Pariwisata Saja!

Reporter: Karol Tamur

Labuan Bajo | detikNews.co.id – Wacana kenaikan tiket dengan harga Rp 3.750.000,- (Tiga juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) menuju Taman Nasional komodo menjadi pro kontra ditengah masyarakat, Wacana kenaikan tiket ini akan diberlakukan pada 1 Agustus 2022 mendatang.

Wacana Kenaikan tiket ini banyak kalangan yang protes alias tidak terima dengan isu kenaikan tiket itu, Protes itu datang dari pelaku pariwisata yang sudah terhimpun dalam satu wadah forum masyarakat penyelelamat pariwisata (FORMAPP). Seperti kita ketahui awal mula protes itu saat sosialisasi kenaikan di aula kantor Bupati Manggarai Barat hingga melakukan aksi demonstrasi di kantor TNK dan Kantor Bupati Manggarai barat pada tanggal 18/07/2022. Selain itu juga pelaku pariwisata tetap konsisten menolak kenaikan tiket itu, dilihat dari sosialisasi kedua kenaikan tiket di hotel La Cecile dini hari pukul 16:00 WITA.

Baca juga:  Gubernur Bali Wayan Koster Menolak Kehadiran Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 Karena Potensi Ancam Keamanan Bali

Menanggapi hal itu ketua dewan pempinan daerah partai Perindo kabupaten Manggarai Barat Stanislaus Stan dikutip dari group whatsapp Forum Peduli Mabar menyampaikan masalah wacana kenaikan tiket ini sesungguhnya bukan hanya berdampak pada pelaku wisata saja, tapi lebih dari itu,” jelasnya.

Mari kita simak penjelasannya. Kenaikan tarif masuk TNK bukan semata-mata masalah ini berdampak pada pelaku pariwisata saja tapi lebih dari itu, Oleh karena itu saya mengajak kita semua melihat masalah ini dengan bijak.

Baca juga:  Pemerintah Malaysia Berziarah ke Kabupaten Serang Demi Memperdalam Ilmu Pertanian

Ketika kita melihat masalah ini masalah para pelaku pariwisata semata maka mari kita berdiam sejenak dan berpikir secara logis, emang harga tiket itu diberlakukan untuk pelaku pariwisata? tentu tidak, pelaku pariwisata gratis masuk TNK, yang kena tarif itu tamunya/ wisatawan Jelas ketua Perindo ini.

Coba kita bayangkan kalau semua wisatawan superkaya yang akan pasti ikut kemauan mereka dan susah diatur, seperti yang kita ketahui, apakah tamu yang datang mau konsumsi sayur lokal kita? Pasti tidak, Apa mau naik mobil kelas avansa dan inova? Pasti tidak, apa mau makan di kuliner? Pasti tidak, apa mau nginap di homestay? Pasti tidak.

Baca juga:  Iriana Ajak Istri Pimpinan Negara ASEAN Menikmati Teh Sambil Memperkenalkan Keindahan Labuan Bajo

Melihat hal ini mari berpikir besar untuk persoalan ini, sepanjang publik melihat ini hanya masalahnya para pelaku pariwisata, maka disana ada kegagalan. (kr)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait