website statistics
23.4 C
Indonesia
Mon, 24 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Monday, 24 June 2024 | 22:45:35 WIB

Edannnnn!! “Wak Mudin Kikuk dengan Dua Wanita Sekaligus”

Reporter: Okik

Telungagung | detikNews – Suasana memanas disalah satu ruang kantor desa Karang Anom kecamatan Kauman kabupaten Telungagung pada Kamis (12/05).

Puluhan warga yang datang di lokasi emosi menuntut Kepala Urusan Kesejahteraan Masyarakat (KAUR KESRA) bernama WHS berhenti dari jabatan.

Kaur Kesra di desa ini biasa disebut Mudin atau pejabat pemerintahan desa yang mengurusi perkara kesusahan (kematian), serta peribadatan lainnya.

WHS dituding telah melakukan perselingkuhan dengan dua wanita sekaligus, maka secara etika hal tersebut sudah tak lazim lagi menjadi seorang perangkat desa. Namun WHS tak serta merta begitu saja menuruti tuntutan warga. Ia berdalih butuh waktu satu pekan untuk duduk musyawarah dengan keluarganya. Sontak saja jawaban WHS itu menyulut emosi dan membuat salah satu warga semakin geram lalu membanting benda yang ada di atas meja kantor.

Baca juga:  Inspiratif !! RW10 Kelurahan Cisalak Punya TMB Teratai Lentera Dunia

Atas kegaduhan itu warga yang ada diluarpun terpancing emosi, ucapan-ucapan kotor serta cacian spontan melayang dimuka WHS.

Agus warga setempat yang ada di lokasi kantor desa menjelaskan, geger kejadian ini meledak sebelum lebaran kemarin, kala itu dua perempuan datang dari luar desa untuk mencari WHS yang ngakunya pegawai Dinas PUPR kabupaten Telungagung,

Agus menambahkan, WHS itu sudah beristri dan punya dua anak, memang betul kalau istri WHS ini kerja di dinas PUPR kabupaten Telungagung. Terang Agus.

Diperoleh keterangan,”Satu perempuan asal desa Kacangan Kecamatan Ngunut tersebut ternyata sudah dinikahi siri oleh WHS. Karena belangnya terungkap WHS menolak cerai dengan perempuan itu, sedangkan perempuan satunya berprofesi guru madrasah Salafiyah asal desa Betak Kalidawir.

Baca juga:  DPP AWDI, Launching Media Center AWDI Expose Investigasi

Hasil dari pengakuan WHS ia sempat mengatakan status duda satu anak pada perempuan itu, padahal istrinya masih ada dan hidup bersama dua orang anak kata Agus.

Dengan perilakunya ini jelas Agus” sudah kami anggap tidak layak lagi menjadi Modin,warga telah sepakat lebih dulu mencopot WHS sebagai Takmir Masjid di wilayah desanya. Namun kali ini keinginan warga menuntut Wahyu mundur dari jabatannya, jika tidak warga bersikeras akan menempati kantor desa hingga bermalam.

Namun kegaduhan aksi warga ini dijaga Koramil dan Polsek Kalangbret. Mengingat situas makin memanas akhirnya personil Polresta Telungagung turun langsung membantu dilokasi,bahkan Kabagops Kompol Supriyanto beserta Kasat Sabhara AKP.Santoso ikut mengamankan lokasi.

Ketika puluhan warga desa bertahan di kantor desa Karang Anom untuk menuntut Mudin WHS mundur tiba – tiba warga kaget setelah WHS muncul keluar ruang dengan dikawal Kapolsek Kalangbret AKP Siswanto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kedungwaru. Dengan langkah cepat Kapolsek membawa WHS masuk kedalam sebuah mobil PAM Obvit Polres Telungagung.

Baca juga:  Lubang Bekas Galian di Jalan Tole Iskandar, Depok, Menimbulkan Kemacetan dan Keluhan Warga

Warga yang mengetahui berusaha mengejar WHS namun telat, mobil warna oranye dan putih itu melaju meninggalkan kantor desa, peristiwa kejadian itu sempat memancing kemarahan warga.

Kami amankan WHS bukan berarti kami dipihaknya, tapi jika sampean semuanya anarkis justru yang akan rugi. Tegas Kapolsek, dengan melanjutkan membawa WHS ke Polres Telungagung guna diamankan dan diminta keterangannya.

Terpisah, menurut Camat Kauman, Rahmad Adityo. WHS minta waktu satu Minggu untuk mundur sedangkan warga yang sedang tersulut emosi minta hari ini juga harus stop berhenti atau dicopot.(okik)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait