website statistics
24.4 C
Indonesia
Wed, 24 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.4 C
Indonesia
Wednesday, 24 April 2024 | 10:18:36 WIB

“Eyang Semar Gunung Srandil” (Srandil, Glempangpasir, Adipala, Cilacap, Jawa Tengah)

Reporter: Sawijan

Cilacap| detikNews.co.id – Bagi kalangan orang Jawa yang “njawani” (cinta budaya Jawa) pasti tak akan asing dengan situs budaya Gunung Srandil, Cilacap, Jawa Tengah yang keberadaanya di tepi Pantai Selatan.

Jika kita cermati gunung Srandil ini bukanlah gunung berapi atau sebuah perbukitan. Gunung ini hanyalah gundukan batu karang atau sejenis lava beku jutaan tahun lalu sewaktu pulau Jawa masih terendam di dasar laut.

Baca juga:  Novel Baswedan Ungkap Firli Bahuri Sering Memfoto Dokumen Rahasia Saat Menjadi Deputi KPK

Luasnya mungkin sekitar 100×100 m dengan ketinggian sekitar 15 m dengan tetumbuhan karang yang hijau dan sejuk. Disinilah banyak (sekitar sembilan tempat) tempat spiritual untuk bermeditasi atau menenangkan diri dari hiruk pikuknya dunia. Udara masih jernih dan suara debur ombak disisi Selatan. Bagi masyarakat Jawa yang njawani dipercaya,bahwa disalah satu tempat disini adalah tempat Eyang Semar.

Baca juga:  Perwakilan Pemuda Sembilan Negara Kunjungi Depok untuk Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia

Eyang Semar disini disebut ‘Eyang Tunggul Jati Doyo Amongrogo’, yang kemudian sering disebut Kaki Semar Bodronoyo.

Semar merupakan pamomong tanah Jawa. Banyak para pelaku spiritual dari berbagai tempat di Indonesia berwisata religi di tempat ini. Bahkan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto pun pernah kesini pada masa mudanya untuk memperkuat spiritual laku batinnya.

Hasil penelitian pasca sarjana dari Salah satu perguruan tinggi ternama di Jawa Barat menyatakan, bahwa Gunung Srandil merupakan salah satu situs sejarah tertua di Jawa. Sayapun juga bertemu dengan para pelaku spiritual dari Salatiga dan Banten.

Baca juga:  Kenalkan Seni Ludruk dengan "LUDRUK GOES TO SCHOOL"

Mereka hanya berjalan kaki menyusuri tempat-tempat spiritual di tanah Jawa (semua sudah di tinggali baik makam ataupun petilasan). Banyak cerita yang ia alami selama perjalanan.

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait