website statistics
22.4 C
Indonesia
Sat, 2 March 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

22.4 C
Indonesia
Saturday, 2 March 2024 | 6:17:04 WIB

Fenomena Abu Merapi: Tidak Ada Turun di Jogja, Malah Menyebar ke Magelang dan Wonosobo

Yogyakarta | detikNews – Gunung Merapi mengalami peningkatan aktivitas sejak Sabtu (11/3/2023), dengan letusan besar terjadi pada Sabtu sore dan Minggu (12/3/2023) pagi. Abu vulkanik dari Merapi menutupi beberapa wilayah di Magelang dan Wonosobo pada Sabtu, sedangkan pada Minggu abu juga menyebar ke arah objek wisata Dieng di Wonosobo.

Selain jatuh di Magelang dan Wonosobo, abu vulkanik juga menghujani beberapa kabupaten di Temanggung. Namun, selama dua hari terakhir, wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bebas dari hujan abu.

Biwara Yuswantana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, mengatakan abu vulkanik Merapi sebagian besar mengarah ke Magelang karena erupsi berasal dari kubah di bagian barat daya Merapi. “Sementara itu lahar mengalir ke Sungai Krasak dan Bebeng,” ujarnya di lansir dari Harianjogya, Minggu (12/3/2023).

Baca juga:  Peresmian KEK MNC Lido City oleh Bamsoet: Tempat Relaksasi Pikiran dan Tubuh

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah DIY untuk tetap waspada, meski wilayah tersebut tidak terkena abu vulkanik. Biwara meminta masyarakat yang berada di wilayah berpotensi hujan abu memakai masker. BPBD juga mendesak Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman untuk membagikan masker kepada masyarakat di sekitar Gunung Merapi.

Biwara mengatakan, hingga saat ini Badan Penelitian dan Pengembangan Kebencanaan Geologi atau BPPTKG belum mengeluarkan rekomendasi untuk mengevakuasi masyarakat yang tinggal di lereng Merapi. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tetap beraktivitas seperti biasa. “Belum ada evakuasi. Masyarakat harus tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Gunung Merapi saat ini berstatus level III atau Waspada. BPPTKG menyatakan potensi bahaya saat ini meliputi aliran lahar dan awan panas di sektor barat daya, antara lain Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimal 7 kilometer.

Baca juga:  Puncak Arus Balik: Lebih dari 45 Ribu Kendaraan Membanjiri Jakarta Melalui Gerbang Tol Cikatama Utama

Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso mengatakan hingga Minggu (12/3/2023) pukul 15.30 WIB, telah terjadi 54 kejadian awan panas di Gunung Merapi. “Saat ini aktivitas vulkanik masih fluktuatif, aliran lahar masih terjadi, dan beberapa kejadian sudah terdengar dari pos pengamatan Gunung Merapi Babadan,” kata Agus seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (12/3/2023). .

Agus menambahkan, hujan abu dilaporkan terjadi di beberapa daerah di Magelang, Boyolali, Temanggung, Wonosobo, dan Banjarnegara. “Hujan abu yang terjadi selama dua hari terakhir cenderung ke barat laut karena angin bertiup ke arah itu, dengan hujan abu tipis terjauh dilaporkan di Banjarnegara, sekitar 96 kilometer jauhnya,” kata Agus.

Baca juga:  Lolos ke Babak Final, Group Hajir Marawis Daruttaqwa Optimis Rebut Gelar Juara Salimah Expo 2023

Sedangkan potensi bahaya aliran lahar dan awan panas di sektor tenggara antara lain Sungai Woro dengan jarak maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol dengan jarak maksimal 5 kilometer. Ada juga potensi bahaya dari material vulkanik yang terlempar hingga radius 3 kilometer dari puncak jika terjadi letusan eksplosif.

BPPTKG juga merekomendasikan agar masyarakat menghindari aktivitas di daerah yang berpotensi bahaya. Selain itu, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik erupsi Merapi dan mewaspadai bahaya lahar, terutama saat kondisi hujan di sekitar Gunung Merapi. (Edh)

 

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait