27.4 C
Indonesia
Sel, 21 Maret 2023
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.4 C
Indonesia
Selasa, 21 Maret 2023 | 14:29:38 WIB

Gagal Berangkat Ke Tanah Suci Mekkah, Pria 50 Tahun Desa Lekor Janapria Diduga Gangguan Jiwa

Reporter: H. Syamsul Hadi

Lombok Tengah | detikNews – Seorang laki-laki diamankan Polsek Janapria karena mengamuk sambil membawa senjata tajam di pemukiman Warga, pada Minggu 26/06/2022, sekitar pukul 14.00 Wita, di Dusun Ambat Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah.

Pria yang berinisial MT 50 tahun alamat Dusun Ambat, Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah Diduga mengalami gangguan jiwa.

Baca juga:  Turut Berduka Cita : Istri Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko Telah Berpulang, Sri Mulyani dan Para Menteri Melayat ke Rumah Duka

Kapolsek Janapria IPTU Muhdar menyampaikan yang mendapatkan laporan dari Masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang mengamuk di pemukiman warga sambil membawa senjata tajam, berupa tombak dan pisau yang diselipkan di pinggangnya.

“Personil langsung menuju TKP dengan tujuan mengamankan pelaku agar tidak membahayakan warga lain yang melintas” jelas Kapolsek.

Warga yang diduga mengalami gangguan jiwa itu lanjut Kapolsek, mengamuk dan melakukan pengancaman kepada warga yang melintas dengan menggunakan senjata tajam bahkan kaca rumah warga dan gerobak jualan gorengan yang berada disekitar lokasi menjadi sasaran amukan MT, begitu juga Personel Polsek yang tiba di TKP juga tidak luput dari pengancaman dan pelemparan batu oleh MT yang mengakibatkan kaca depan Mobil Dinas Polsek Janapria pecah dan goresan tombak pada kap mesin.

Baca juga:  Mengapa Seorang Pria Menghancurkan dan Membakar Puluhan Bendera Parpol di Jalan?

“Dari hasil penyelidikan di lokasi diperoleh informasi dari pihak keluarga bahwa MT mengalami gangguan jiwa disebabkan gagal berangkat ketanah suci Mekkah.” Ungkap IPTU Muhdar.

Dan atas persetujuan keluarga dengan warga setempat, MT langsung diamankan dan di bawa ke RSJ Selagalas Kota Mataram untuk mendapatkan Penanganan lebih lanjut.
(H. Syamsul Hadi)

Berita Terpopuler

Berita terbaru