website statistics
23.4 C
Indonesia
Sun, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Sunday, 21 April 2024 | 2:39:02 WIB

Geliat Ekonomi Pasca Pandemi, Astri dan Keluarga Tetap Semangat Bertahan

Reporter: Arifin

Kupang | detikNews – Momen Idul Fitri tentu menjadi momen paling dinanti bagi semua umat muslim di Dunia, tak terkecuali di Indonesia, ini merupakan hari kemenangan bagi mereka setelah selama sebulan penuh menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan. Termasuk juga di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur.

Kota Kupang yang merupakan Ibu Kota Provinsi NTT ini menjadi salah satu Kota yang sangat terkenal tinggi tingkat Toleransinya, berbagai Suku Agama dan Adat istiadat ada di Kota yang juga dikenal dengan sebutan Kota Karang ini.

Tim detikNews, berhasil menemui satu keluarga yang telah merantau selama 14 tahun di Kota Kupang, sebut saja Teguh nama sang kepala keluarga yang dalam kesehariannya menjalani usaha sebagai pengrajin kaca, menerima pesanan berbagai jenis kaca gravier untuk jendela rumah gereja dan lainnya, sedangkan istrinya Astri juga tak mau berdiam diri, demi untuk membantu meringankan beban keluarga, Astripun membuka usaha warung makan.

Baca juga:  Pemprov DKI Jakarta Tidak Akan Gelar Open House untuk Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah: Ini Alasan dan Penjelasannya

Warung makan yang dibuka dari pagi hingga siang hari ini, menyediakan berbagai menu antara lain, Nasi Pecel, Nasi Kuning, Nasi Campur, Rawon kikil dan masih banyak menu khas asli Surabaya lainnya.

Buka setiap hari dengan lokasi ada di Jl. Perintis Kemerdekaan, Kayu Putih, seputaran wilayah Oebofu Kota Kupang.

Saat ditanya sudah berapa lama menjalani usaha kuliner ini, Astri menjawab bahwa dirinya merintis usaha ini mulai dari Nol, berbekal keahlian yang dipelajari secara turun-temurun dari keluarganya yang memang juga pengusaha warung makan di Jawa Timur.

Baca juga:  Pengendalian Inflasi: Mendagri Ingatkan Pemda untuk Rutin Cek Harga Bahan Pokok

” Iya usaha ini saya rintis mulai dari nol, hasilnya sekarang mulai berjalan dengan baik, tapi ya namanya juga kan kuliner di Kota Kupang ini ada banyak jadi omset pendapatan tiap hari juga terkadang gak tentu ” ungkap Astri sambil merapikan dagangannya dimeja.

” Pokoknya saya tetap berusaha untuk menjaga kualitas rasa dari masakan saya, salah satunya dengan membeli bahan baku sayuran daging atau ikan segar terbaik, karena bagi saya ketika pelanggan puas besok lusa akan datang kembali bersama teman dan saudaranya, tapi jika kita tidak bisa menjaga kualitas makanan maka pelanggan pasti cuma datang sekali dan gak pernah datang lagi ” tambahnya.

Baca juga:  Pemantapan Nilai Kebangsaan oleh Lemhannas: Menghadapi Pengaruh Bangsa Lain dengan Waspada

” Untuk menu andalan kami disini adalah Rawon Lontong kikil, Lontong Sayur khas Surabaya ” lanjut ibu muda 3 anak ini.

Astri juga mengisahkan di momen Idul Fitri 1443 H kali ini, dirinya bersama keluarga tidak mudik ke kampung halamannya di Duku Pakis Surabaya.

” Iya kami terpaksa harus menunda keinginan untuk bisa mudik dan berlebaran bersama keluarga di Jawa, jujur akibat Pandemi Covid-19 yang melanda sangat berpengaruh terhadap usaha kami, apalagi saat itu pemerintah juga menetapkan status level PPKM yang sangat luar biasa dampaknya bagi kami ” pungkas Astri.(Arifin)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait