website statistics
23.4 C
Indonesia
Sun, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Sunday, 21 April 2024 | 3:54:38 WIB

Harga Minyak Goreng Masih Cukup Tinggi di Pusat Perbelanjaan

Reporter: Muhammad Ibrahim

Banjarmasin | detikNews.co.id – Pemerintah Pusat melalui Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan telah memberitahukan mengenai harga Minyak Goreng per satu liternya di harga Rp 14.000.

Namun masih ada terdapat di pusat grosir yang masih menjual Minyak Goreng dengan berbagai merek di antaranya BIMOLI dengan harga Rp 22.400.

Dan juga dengan merek yang lain yakni SANIA di harga Rp. 40.500/Liternya yang terpajang di Rak atau di tempat susunan pusat penjualan Grosir di kabupaten Banjar 13/07/22.

Baca juga:  Kegiatan Pasar Murah Masyarakat Tionghoa Peduli di Bandung Dukung Kebutuhan Pokok Warga

Saat awak media sempat wawancara sepintas dengan salah satu SPG yang saat itu lagi sibuk mengkroscek Barang-barang dagangannya dan sembari menyusun stock yang berhamburan, saat itu awak media menanyakan bahwa masih adanya harga yang terpajang di rak tersebut dengan harga yang masih tinggi.

Lantas SPG tersenut memberikan keterangan pada awak media bahwa harga Minyak Goreng tersebut adalah Harga stock barang yang terdahulu sehingga dari management masih memasang tarif yang lama,” ujarnya pada wartawan.

Baca juga:  Diperlukan Kebijakan Global yang Terkoordinasi: India Melihat Pengurangan Risiko Aset Kripto

Dengan hal seperti itu mau tidak mau management pusat grosir tersebut harus tetap menerapkan harga jual yang ada, Sekalipun harga minyak Goreng di pasaran ada yang sudah mengikuti himbauan pemerintah pusat tegasnya lagi pada wartawan.

Di tambah lagi dengan kebutuhan sembako yang lain juga hampir sama di harga yang lama dengan menghabiskan barang yang di jual tersebut,” imbuhnya lagi.

Baca juga:  Pepes Ayam Bumbu Kencur: Menggoyang Lidah dengan Aroma Harum Tradisional

Namun awak media menanyakan pada karyawan atau SPG tadi apakah nantinya akan ikut menyesuaikan atau menjalankan aturan dari pemerintah jika nanti stock yang ada itu sudah habis tanya awak media pada SPG.

Jelas Mas pasti akan mengikuti aturan atau himbauan pemerintah tegasnya. (ib)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait