21.4 C
Indonesia
Sel, 6 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Selasa, 6 Desember 2022 | 0:18:14 WIB

Inovasi Akademis Mahasiswa UPER pada Status Gunung Merapi yang Posisinya Siaga Level III, Bisa Bantu Minimalisir Korban Terdampak Bencana

Jakarta| detikNews – Dikutip dari laman Magma Indonesia milik Kementerian ESDM 25/5/2022, hingga Senin (23/05), terhitung mulai pukul 06.00 – pukul 12.00 WIB, Gunung Merapi telah mengalami 35 kali gempa guguran, serta 6 kali gempa hybrid/fase banyak. Gunung Merapi yang terletak diwilayah perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ini, kini ditetapkan Siaga Level III.

Masih terekam jelas dalam ingatan, letusan Gunung Merapi pada akhir Oktober 2010 lalu menewaskan lebih dari 350 korban jiwa. Tim Percepatan Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana Erupsi Merapi mencatat, kerugian material akibat erupsi Merapi 2010 ini ditaksir mencapai 5 Triliun Rupiah.

Mahasiswi Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER) Sinta Nur Asyidah, mengajukan alternatif solusi untuk meminimalisir risiko kerusakan dan korban jiwa akibat bencana vulkanik tersebut. Penelitian ini dilakukannya pada kawasan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di Jawa Tengah.

Penelitian dilakukan Sinta dengan cara merekam pergerakan gelombang S (Shear), yang terjadi diwilayah sekitar Gunung Merapi, dan Merbabu dengan menggunakan Seismometer.

“Seismometer bisa juga diartikan sebagai alat pantau, yang berfungsi merekam gelombang seismik, serta tiltmeter untuk mengetahui arah gerak lava”, ucap Sinta dalam wawancara daring, Selasa 24/05/2022.

Sinta mengatakan, Data dari pergerakan gelombang S tersebut, kemudian diolah menggunakan bahasa pemrograman Phyton, untuk menunjukkan arah polarisasi atau pergerakan gelombang, dan menurutnya, dengan mengetahui arah pergerakan lempeng bumi tersebut, evakuasi warga di sekitar lokasi bencana dapat dilakukan lebih dini, serta dapat meminimalisir jumlah korban jiwa pada saat terjadi gempa.

Secara geografis, Indonesia terletak di atas tiga lempeng tektonik yakni : Lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik. Hal ini menyebabkan Indonesia menjadi negara yang memiliki banyak gunung berapi dan sangat rentan terhadap bencana eurupsi Gunung berapi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sedikitnya ada 127 Gunung berapi aktif yang ada di Indonesia.

“Besarnya potensi bencana vulkanik di Indonesia ini membuat mitigasi bencana sangat penting dilakukan. Pemerintah sendiri telah memaksimalkan program mitigasi, dengan memasang alat pantau di sekitar wilayah gunung berapi. Namun, tentunya dibutuhkan inovasi dan dukungan para akademisi untuk mengoptimalkan atas upaya yang telah dilakukan pemerintah tersebut”, pungkas Sinta.

Dari hasil yang didapatkan dari penelitian Sinta menunjukkan, bahwa pergerakan lempeng bumi di kawasan Gunung Merbabu cenderung tegak lurus dengan parit (trench). Sedangkan, pergerakan lempeng bumi di kawasan Gunung Merapi cenderung lebih acak.

“Ini kemungkinan disebabkan adanya perbedaan struktur dibawah permukaan bumi. Karena Gunung Merbabu adalah Gunung mati, sementara Gunung Merapi adalah gunung aktif, dan menjadi salah satu gunung teraktif di dunia”, sambungnya.

Berkat bimbingan dari dosen sekaligus pakar seismologi, Sandy Kurniawan Suhardja, Ph.D., Sinta berhasil mempresentasikan penelitiannya di acara Konferensi Internasional bergengsi, yang bernama ‘Society of Exploration Geophysicist Virtual Student Conference 2022’ pada 11 Mei 2022 lalu. Sinta pun mengakui, bahwa Mata Kuliah Seismologi yang didapatkannya dikelas, sangat membantunya dalam menyusun penelitian.

Bagi siswa-siswi yang ingin mempelajari ilmu seismologi, dan ingin menjadi ahli ilmu kebumian dapat bergabung di ‘Program Studi Teknik Geofisika Universitas Pertamina (UPER)’. Saat ini, Kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut kembali membuka pendaftaran Seleksi Nilai Raport (Non Tes), serta Ujian Masuk Online periode Mei – Juni untuk Tahun Akademik 2022/2023.

Universitas Pertamina juga menyediakan beasiswa dengan total nilai mencapai 23 Milyar Rupiah. Informasi lengkap terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftarano dapat diakses di laman https://pmb.universitaspertamina.ac.id .(Arifin)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait