website statistics
23.4 C
Indonesia
Mon, 24 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Monday, 24 June 2024 | 22:35:36 WIB

Kasus Pembunuhan Wanita Bersimbah Darah di Jalan Pangkalan 9, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat Terungkap

Bogor | detikNews.co.id – Kasus pembunuhan seorang wanita yang ditemukan bersimbah darah di pinggir jalan di Jalan Pangkalan 9, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan tersebut adalah seorang penjual kerupuk.

Korban bernama Rina Riwangsih, berasal dari Garut. Saat ditemukan, kepala korban ditutupi dengan kardus. Jasad Rina ditemukan oleh pacarnya dan kasus tersebut menjadi viral di media sosial, Sabtu (25/3/2023).

Polisi menemukan bekas luka tusuk di leher korban. Pelaku penusukan Rina akhirnya ditangkap di Tangerang. Polisi menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara pelaku dan korban dan bahwa kasus tersebut murni perampokan.

Pelaku adalah seorang pria bernama Alimin Gusyian (27) asal Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang sehari-hari berdagang kerupuk keliling. Pelaku ditangkap setelah menjadi buronan selama 21 hari. Ia ditangkap di Stasiun Sudimara Tangerang saat hendak berjualan.

Baca juga:  BMKG: Prakiraan Cuaca Besok 15 Juni 2023 Jakarta, Cek Dulu Yuk!

“Profesi pelaku tukang kerupuk keliling. Kami melakukan pengejaran (terhadap pelaku) dan pada hari Jumat, kami berhasil menangkap pelaku yang sudah kita tetapkan sebagai tersangka terhadapnya sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan atau 365 KUHP dan pembunuhan atau 338 KUHP,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin saat jumpa pers di Mapolres Bogor, Jumat (24/3/2023).

Alimin tega membunuh korban karena butuh uang. Pelaku melukai leher korban dengan pisau cutter. “Tidak ada perlawanan dari korban. Jadi langsung secara spontan, karena dorongan ingin menguasai harta korban,” sebut Iman.

Menurut Kapolsek Cileungsi Kompol Zulkarnaen, pelaku berdalih membunuh dan merampas HP milik korban karena butuh uang untuk pengganti setoran hasil jualan kerupuk yang hilang. Pelaku berada dalam kondisi mabuk ketika melakukan aksinya. Awalnya, Alimin berjualan kerupuk di Jatinegara dan bertemu dengan seseorang yang mengaku satu suku. Kemudian ia membeli minuman keras sehingga pelaku mabuk dan tidak sadar diri. Ketika ia bangun, uang hasil penjualan kerupuk dan kerupuk sisa penjualan hilang.

Baca juga:  KSPSI-1973 Asahan Gelar Rakor Evaluasi Kinerja, Ketua : Jalin Kerjasama Yang Baik Sesama Pengurus

Alimin yang sudah dipengaruhi minuman keras semakin gelisah mengingat uang setorannya sebesar Rp 400 ribu hilang dari tasnya. Akhirnya ia menumpang mobil menuju Bekasi hingga Cileungsi Bogor. Alimin yang luntang-lantung dan bingung kemudian melihat korban di pinggir jalan sedang memainkan handphone yang dalam posisi di cas. Ia pun punya niat untuk menguasai handphone tersebut.

Namun, ia takut korban akan teriak dan memilih membunuh korban. Hal ini terjadi ketika Alimin sudah tidak sadarkan diri akibat pengaruh minuman keras.

Baca juga:  Jokowi Optimis ASEAN akan Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi di KTT Ke-42 Mendatang

Polisi mengungkap bahwa tidak ada hubungan antara pelaku dan korban. Pembunuhan tersebut terjadi karena pelaku ingin menguasai harta korban. Meskipun kasus ini akhirnya terungkap, namun kejadian ini tetap menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada dan menghindari kejahatan di sekitar lingkungan sekitar.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya untuk selalu berhati-hati, terutama di tempat-tempat yang sepi atau terpencil. Selalu waspada dan waspada terhadap orang asing yang mencurigakan serta segera melaporkan hal-hal yang mencurigakan kepada pihak berwenang. Dengan demikian, kita dapat mencegah terjadinya kejahatan dan menjaga keamanan kita sendiri serta orang lain di sekitar kita. (Sl)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait