website statistics
23.4 C
Indonesia
Mon, 24 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Monday, 24 June 2024 | 23:22:54 WIB

Keterangan Saksi Ahli Kuatkan Kasus Yusra Amir Berada Diranah Perdata

DEPOK | detikNews – Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Depok Kelas 1 B hari ini, Senin (20/05/2024) kasus Yusra Amir semakin terang setelah kesaksian dari Dr. Anis Rifai, S.H., M.H., Dosen Hukum Pidana dari Universitas Al-Azhar Indonesia. Dr. Anis dihadirkan sebagai saksi ahli oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Dalam keterangannya, Saksi Ahli menerangkan beberapa hal seperti halnya penjelasan unsur pasal 378 KHUP adalah perbuatan yang di lakukan untuk menguntungkan dirinya sendiri dan merugikan orang lain secara hukum dengan cara, nama palsu, martabat palsu, keadaan palsu, tipu muslihat, rangkaian kata-kata bohong.

Baca juga:  Gunawan Bantah Pernyataan Penasehat Hukum Yusra Amir
Ket foto : Gedung Pengadilan Negeri kelas 1 B kota Depok. (ist)

Selanjutnya Saksi ahli Anis juga menerangkan bahwa suatu kesepakatan bisa dikatakan perbuatan hukum secara pidana jika sejak awal kesepatakan tersebut di sampaikan tidak benar. sedangkan suatu kesepakatan bisa dikatakan hukum secara perdata jika sejak awal kesepakatan tersebut disampaikan dengan benar namun ada keadaan tertentu membuat keadaan itu tidak dapat dilaksanakan.

Baca juga:  Jaksa Penuntut Umum Minta Hakim Tolak Eksepsi Haris Azhar dalam Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut Pandjaitan

Tim Kuasa Hukum Yusra Amir menyambut baik kesaksian ini. “Kesaksian saksi ahli sangat menguntungkan bagi klien kami karena menunjukkan bahwa kasus ini berada di ranah hukum perdata, bukan pidana,” kata Udin Wibowo, salah satu pengacara Yusra.

Hal senada juga di katakan Mathilda, Kuasa Hukum lainnya, mengungkapkan bahwa tidak ada bukti mens rea atau actus reus dalam kasus ini. “Pendapat saksi ahli menguatkan bahwa permasalahan ini adalah perdata,” tegas Mathilda.

Baca juga:  Wakil Ketua MPR Kecam Penembakan di Mabes MUI, Dugaan Motif Disrupsi

Sidang berikutnya akan berlangsung dua minggu lagi, dengan agenda mendengarkan keterangan dari terdakwa dan saksi a de charge. Kasus ini terus dinantikan kejelasan hukumnya oleh publik. (Roni)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait