website statistics
23.4 C
Indonesia
Mon, 24 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Monday, 24 June 2024 | 23:23:54 WIB

Ketua MPW PP NTT Soroti Dugaan Arogansi Oknum Sekuriti di RSUP dr. Ben Mboi, Begini Kejadiannya

Kupang | detikNews – Kronologis kejadian sikap arogan seorang personil Sekuriti terhadap insan Pers bermula saat Arifin, seorang wartawan, menerima telepon dari bagian Humas RSUP dr. Ben Mboi Kupang untuk datang ke lantai 3 ruang manajemen RSUP pada Kamis, 16 Mei 2024. Setelah memarkir kendaraannya, Arifin yang sedang terburu-buru memilih jalan pintas melalui lorong samping gedung menuju lift. Namun, tindakannya memicu masalah saat seorang oknum sekuriti RSUP meneriakinya agar tidak melewati samping, melainkan melalui lobi depan.

“Saya sedang buru-buru dan berpikir lewat lorong samping lebih cepat. Setelah tiba di lantai 3, saya duduk di ruang tunggu manajemen. Tak lama kemudian, seorang sekuriti datang, menanyakan keperluan saya dan kenapa saya tidak melapor di depan. Dia juga bertanya kenapa saya lari, padahal saya datang karena ditelepon oleh Humas RSUP, bukan untuk mencuri,” jelas Arifin. (16/5/2024)

Baca juga:  Baru Menjabat, Kabag Umum Setwan dapat Pesan Ini dari Sekretaris DPRD Purwakarta

Arifin menambahkan bahwa dia sudah mencoba menjelaskan keperluannya datang ke RSUP dan alasan memilih lorong samping. Namun, oknum sekuriti tersebut malah membentaknya dengan nada tinggi, mengklaim bahwa dia memiliki kuasa di wilayah tersebut dan semua harus mengikuti aturannya.

“Saya menjelaskan bahwa saya datang untuk menyelesaikan administrasi sebagai media kerjasama Humas RSUP, tetapi Pak Satpam malah membentak saya. Dia berkata bahwa meskipun saya wartawan, dia yang berkuasa di sini, dan saya harus patuhi aturannya. Saya meminta maaf jika dianggap salah, tapi dia tetap melotot kepada saya,” tutur Arifin.

Baca juga:  Pimpin Rakor Evaluasi Renja TJSLP Triwulan I, Pj Bupati Aceh Utara Paparkan 4 Prioritas

Wakil Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Nusa Tenggara Timur, Loresten Koeslulat, S.H., menyayangkan kejadian ini. Menurutnya, seorang satpam harus mengedepankan etika komunikasi, santun, dan humanis dalam menjalankan tugasnya.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini. Satpam seharusnya menegur dengan cara yang baik, yang bisa menyadarkan dan mengedukasi. Hal ini terjadi pada Mas Arifin, seorang Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi dan Media Massa di MPW PP Provinsi NTT, sekaligus wartawan. Namun, ini bukan semata karena jabatannya, melainkan karena perilaku satpam yang arogan. Saya sangat mendukung penegakan aturan, tetapi cara penyampaiannya harus santun dan bijak agar citra RSUP dr. Ben Mboi yang baik tidak tercoreng,” tegas Loresten.

Baca juga:  Aceh Documentary Gelar Basic Training Film Dokumenter

Loresten menambahkan bahwa sebagai fungsionaris dan pimpinan MPW PP Provinsi NTT, pihaknya akan membahas dan memberikan dukungan konstruktif demi peningkatan pelayanan publik yang profesional dan humanis di RSUP dr. Ben Mboi. “Ini catatan untuk profesionalisme pelayanan satpam dan pengarah untuk manajemen pelayanan publik di sana,” pungkasnya.(ZA)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait