website statistics
30.4 C
Indonesia
Mon, 22 July 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.4 C
Indonesia
Monday, 22 July 2024 | 17:49:26 WIB

Ketua REL PIM NTB Geram Atas Kebijakan Pemerintah Terkait Masalah di KEK Mandalika

Lombok | detikNews – Kamrul Ahzan, yang akrab disapa Bang Jhon Jokowi Lombok, selaku Ketua REL PIM (Relawan Pergerakan Indonesia Maju Prabowo-Gibran) NTB 2024, menyatakan kegeramannya atas tindakan pemerintah, khususnya Kepala Negara, dalam menangani berbagai masalah rakyat di NTB, terutama yang terjadi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Bang Jhon, yang juga Ketua SEDULUR Jokowi 2019, mengungkapkan bahwa dirinya beserta para Jokower lainnya sering menjadi sasaran cemooh masyarakat karena pemerintah dianggap mengabaikan jeritan warga di sekitar KEK Pariwisata Mandalika.

“Kami merasa harus menjaga nama baik dan martabat Jokowi-Ma’ruf Amin yang selama ini dianggap sebagai pemimpin terbaik Indonesia,” ujar Bang Jhon di kediamannya, Senin (01/07/2024)

Baca juga:  Bambang Tri Mulyono Dan Gus Nur Jadi Tersangka Penodaan Agama

Lebih detail di katakannya, saat ini isu yang tengah hangat adalah kekesalan masyarakat yang terus berlanjut sejak event Moto GP 2022. Warga merasa tidak ada kejelasan dari pemerintah mengenai harapan mereka.

“Kami telah turun ke lapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan tokoh-tokoh terkait, baik pemilik lahan maupun aliansi yang memperjuangkan hak warga. Selain itu, dialog dan brainstorming juga dilakukan via WhatsApp dengan para Ketua Aliansi yang memperjuangkan hak masyarakat,” tuturnya.

Baca juga:  EO Dituding Melakukan Penipuan Dana Study Tour Siswa MAN Bekasi, Uang Ratusan Siswa Digunakan untuk Membayar Utang

Bang Jhon membeberkan, dari aksi demonstrasi yang dilakukan pada 4 Juni 2024 lalu, ia menyimpulkan bahwa masyarakat mengharapkan PT. ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) untuk transparan terkait luas lahan yang telah dibebaskan atau belum, serta aliran dana dari pinjaman Asean Infrastructure Investment Bank (AIIB) atau Bank Dunia yang digunakan untuk pembebasan lahan warga.

Kemudian, lanjutnya, 21 Juni 2024, Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak (AMPES) dan Aliansi Solidaritas Lingkar (ASLI) melakukan aksi bersama untuk mempertahankan lahan mereka dari penggusuran oleh PT. ITDC. Mereka membela 34 pemilik lahan yang lahannya belum dibebaskan atau dibayarkan oleh PT. ITDC, dengan luas sekitar 100 hektar. Masyarakat menolak upaya penguasaan lahan secara paksa oleh PT. ITDC.

Baca juga:  Bhabinkamtibmas Desa Jotang Gotong Royong Bersama Warga

“Saat itu demonstran mengungkap adanya indikasi pelanggaran HAM berat di The Mandalika, termasuk dana pinjaman Bank Dunia yang tidak dicairkan,” ucapnya.

Bang Jhon, yang selama ini menghormati perjuangan Jokowi-Ma’ruf Amin di NTB, sangat berharap pemerintah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan kasus ini. (Azwar Jauhari)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait