28.4 C
Indonesia
Sab, 3 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.4 C
Indonesia
Sabtu, 3 Desember 2022 | 13:48:48 WIB

KKN Tematik Mahasiswa Undip di Desa Bojongnangka, Memberikan Penyuluhan Stunting Serta Pelatihan Pengolahan Daun Kelor dan Ikan Lele Sebagai Sarana Perbaikan Gizi Anak

Reporter: Eko B Art

Pemalang | detikNews – Kegiatan KKN tematik dari Mahasiswa Undip (Universitas Diponegoro) di desa Bojongnangka kecamatan Pemalang kabupaten Pemalang digelar di area Wisata Gatra Bojongnangka, acara kegiatan diisi dengan memberikan pemaparan penyuluhan Stunting serta pelatihan pengolahan daun Kelor dan Ikan Lele sebagai sarana perbaikan gizi untuk Anak. Senin 27 Juni 2022.

Acara dihadiri oleh Pemkab Pemalang dan diwakili oleh Dinkes Pemalang, Bapeda Pemalang, Kepala desa dan kader PKK desa Bojongnangka serta didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Undip.

Dalam keterangan Pers nya Fahmi Arifan, ST, M.Eng selaku Dosen Pembimbing untuk KKN tematik Mahasiswa Undip, menyampaikan bahwa berkenaan dengan Program untuk penanganan stunting di Kabupaten Pemalang, Kami dapat informasi data dari Bapeda dan Dinkes bahwa di Pemalang ada daerah daerah dengan kondisi status zona merah untuk Lokus Stunting.

Berangkat dari informasi tersebut maka Kami melaksanakan KKN tematik ini untuk bisa membantu masyarakat kabupaten Pemalang khususnya di desa bojongnangka yang kebetulan ada zona merah untuk stunting.

Baca juga:  Bersama Wali Murid dan Komite Sekolah SMPN 20 Tangsel Mengadakan Tasyakuran

Selain Penyuluhan penanganan Stunting, kita juga adakan pelatihan produk olahan pangan dari daun Kelor dan Ikan Lele.

Tiga menu produk olahan yang kita praktikan dalam pembuatanya adalah,
1. Mie dari tepung daun Kelor
2. Chesestik dari daun kelor.
3. Fish-cake dari olahan ikan Lele.

Ini kegiatan kolaborasi dengan pemda dalam hal ini Dinas Kesehatan dengan mitra desa bojongnangka selaku yang ditempati sebagai penyuluhan untuk masyarakat yang di wakili oleh Forum kader desa Bojongnangka dan Ibu ibu PKK.

Semua Kader desa yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan agar bisa belajar mengolah produk pangan sehat untuk anak balita, terutama untuk perbaikan gizi balita.

Ini kegiatan berbasis edukasi untuk Ibu ibu PKK dan kader desa agar bisa mengolah menu dari daun kelor dan ikan lele.

Baca juga:  Raih 'UniRank', Universitas Pertamina Terus Berbenah Berikan Kualitas Terbaik

Masyarakat yang hadir terutama para kader desa Bojongnangka, sekembalinya selesai mengikuti acara ini diharapkan bisa mengolah sendiri olahan pangan dari daun Kelor dan Ikan Lele. Terimakasih atas dukungannya dari semua pihak yang sudah antusias dalam mengikuti pelaksanaan kegiatan acara KKN Tematik ini. Pungkas Fahmi.

Selanjutnya Nursela Fajrul Falak selaku mahasiswa Undip jurusan Prodi keperawatan fakultas kedokteran turut menyampaikan bahwa terkait penjelasan dan penyuluhan program Program Stunting, diharapkan buat Ibu Ibu agar di kemudian hari bisa turut berbagi informasi positive kepada masyarakat setelah selesai mengikuti acara ini.
Informasi tentang pengertian Stunting, Dampaknya stunting dan Penanganan masalah Stunting sudah kami sampaikan dalam acara hari ini.

Kemudian Saya juga memberikan beberapa penyuluhan tentang contoh upaya pencegahan stunting dan juga memberikan beberapa resep rekomendasi masakan untuk perbaikan peningkatan gizi balita. Karena makanan sangat berhubungan sekali dengan gizi balita yang harus dipenuhi dari mulai nol bulan (ibu hamil) hingga 24 bulan kedepan dan bagaimana pentingnya ASI eksklusif untuk bayi.

Baca juga:  'Teh Talua Instan' Inovasi Keren Pertama Karya Mahasiswa

Pada tahap selanjutnya juga ada yang namanya MPASI (makanan pendamping ASI) untuk anak bayi usia enam bulan sampai berusia 24 bulan. Kita juga harus memahami bila adanya gejala-gejala Stunting atau ciri-ciri dari anak stunting.

Secara khusus teman teman mahasiswa yang melaksanakan kegiatan ini ada tujuh mahasiswa dari berbagai jurusan, mulai dari Keperawatan, Teknik sipil, Teknik Kimia, Administrasi bisnis, Ilmu komunikasi dan juga teknologi pangan.
Harapanya kader-kader desa bisa menjadi paham terkait penanganan program stunting.
Selanjutnya juga ada Pelatihan pembuatan olahan makanan tinggi protein yang bisa membantu perbaikan gizi Anak. Pungkas Nursela Fajrul Falaq. (Eko B Art)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru

Resmi!! Serahterima Jabatan Kalaksa BPBD Jatim