website statistics
29.4 C
Indonesia
Mon, 20 May 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.4 C
Indonesia
Monday, 20 May 2024 | 17:20:51 WIB

KKN Tematik Mahasiswa Undip di Desa Bojongnangka, Memberikan Penyuluhan Stunting Serta Pelatihan Pengolahan Daun Kelor dan Ikan Lele Sebagai Sarana Perbaikan Gizi Anak

Reporter: Eko B Art

Pemalang | detikNews – Kegiatan KKN tematik dari Mahasiswa Undip (Universitas Diponegoro) di desa Bojongnangka kecamatan Pemalang kabupaten Pemalang digelar di area Wisata Gatra Bojongnangka, acara kegiatan diisi dengan memberikan pemaparan penyuluhan Stunting serta pelatihan pengolahan daun Kelor dan Ikan Lele sebagai sarana perbaikan gizi untuk Anak. Senin 27 Juni 2022.

Acara dihadiri oleh Pemkab Pemalang dan diwakili oleh Dinkes Pemalang, Bapeda Pemalang, Kepala desa dan kader PKK desa Bojongnangka serta didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Undip.

Dalam keterangan Pers nya Fahmi Arifan, ST, M.Eng selaku Dosen Pembimbing untuk KKN tematik Mahasiswa Undip, menyampaikan bahwa berkenaan dengan Program untuk penanganan stunting di Kabupaten Pemalang, Kami dapat informasi data dari Bapeda dan Dinkes bahwa di Pemalang ada daerah daerah dengan kondisi status zona merah untuk Lokus Stunting.

Berangkat dari informasi tersebut maka Kami melaksanakan KKN tematik ini untuk bisa membantu masyarakat kabupaten Pemalang khususnya di desa bojongnangka yang kebetulan ada zona merah untuk stunting.

Baca juga:  Gandeng UTP Malaysia dan UI, UPER Luncurkan Program Gelar Sarjana Ganda

Selain Penyuluhan penanganan Stunting, kita juga adakan pelatihan produk olahan pangan dari daun Kelor dan Ikan Lele.

Tiga menu produk olahan yang kita praktikan dalam pembuatanya adalah,
1. Mie dari tepung daun Kelor
2. Chesestik dari daun kelor.
3. Fish-cake dari olahan ikan Lele.

Ini kegiatan kolaborasi dengan pemda dalam hal ini Dinas Kesehatan dengan mitra desa bojongnangka selaku yang ditempati sebagai penyuluhan untuk masyarakat yang di wakili oleh Forum kader desa Bojongnangka dan Ibu ibu PKK.

Semua Kader desa yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan agar bisa belajar mengolah produk pangan sehat untuk anak balita, terutama untuk perbaikan gizi balita.

Ini kegiatan berbasis edukasi untuk Ibu ibu PKK dan kader desa agar bisa mengolah menu dari daun kelor dan ikan lele.

Baca juga:  Meratakan Akses Pendidikan Tinggi ke Wilayah Terluar, UPER dan Pemkab Natuna Siapkan Beasiswa Ujung Negeri

Masyarakat yang hadir terutama para kader desa Bojongnangka, sekembalinya selesai mengikuti acara ini diharapkan bisa mengolah sendiri olahan pangan dari daun Kelor dan Ikan Lele. Terimakasih atas dukungannya dari semua pihak yang sudah antusias dalam mengikuti pelaksanaan kegiatan acara KKN Tematik ini. Pungkas Fahmi.

Selanjutnya Nursela Fajrul Falak selaku mahasiswa Undip jurusan Prodi keperawatan fakultas kedokteran turut menyampaikan bahwa terkait penjelasan dan penyuluhan program Program Stunting, diharapkan buat Ibu Ibu agar di kemudian hari bisa turut berbagi informasi positive kepada masyarakat setelah selesai mengikuti acara ini.
Informasi tentang pengertian Stunting, Dampaknya stunting dan Penanganan masalah Stunting sudah kami sampaikan dalam acara hari ini.

Kemudian Saya juga memberikan beberapa penyuluhan tentang contoh upaya pencegahan stunting dan juga memberikan beberapa resep rekomendasi masakan untuk perbaikan peningkatan gizi balita. Karena makanan sangat berhubungan sekali dengan gizi balita yang harus dipenuhi dari mulai nol bulan (ibu hamil) hingga 24 bulan kedepan dan bagaimana pentingnya ASI eksklusif untuk bayi.

Baca juga:  Persulit Kedatangan Wartawan, Kepsek SMKN 1 Sukatani Purwakarta Diduga Halangi Informasi Publik

Pada tahap selanjutnya juga ada yang namanya MPASI (makanan pendamping ASI) untuk anak bayi usia enam bulan sampai berusia 24 bulan. Kita juga harus memahami bila adanya gejala-gejala Stunting atau ciri-ciri dari anak stunting.

Secara khusus teman teman mahasiswa yang melaksanakan kegiatan ini ada tujuh mahasiswa dari berbagai jurusan, mulai dari Keperawatan, Teknik sipil, Teknik Kimia, Administrasi bisnis, Ilmu komunikasi dan juga teknologi pangan.
Harapanya kader-kader desa bisa menjadi paham terkait penanganan program stunting.
Selanjutnya juga ada Pelatihan pembuatan olahan makanan tinggi protein yang bisa membantu perbaikan gizi Anak. Pungkas Nursela Fajrul Falaq. (Eko B Art)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait