website statistics
23.4 C
Indonesia
Sun, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Sunday, 21 April 2024 | 3:07:14 WIB

Koalisi Kawali Prihatin dengan Perilaku Membuang Sampah di Aliran Sungai

Laporan: Eko B Art

Pemalang | detikNews.co.id – Koalisi Kawali prihatin dengan perilaku membuang sampah di aliran Sungai.

Kebiasaan buruk ini berdampak serius pada kelangsungan wisata pantai di Jepara.

Persoalan banjir, tanah longsor yang terjadi di Wilayah Jepara beberapa waktu lalu merupakan dampak dari kesalahan pengelolaan lingkungan dari hulu ke hilir.
Beberapa persoalan misalnya adanya alih fungsi hutan lindung yang merupakan wilayah resapan. Pasalnya, berpotensi terjadinya krisis air dan bencana alam yang bisa ditimbulkan. Kemudian kebiasaan buruk masyarakat dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS), karena beberapa wilayah, masyarakat menggantungkan kebutuhan hidupnya pada sungai.

Untuk itu, Kawali Jepara melalui Ketuanya Tri Hutomo, Kamis (03/03/2022) pagi, menyampaikan, perlu perencanaan pembangunan dan penyusunan tata kelola lingkungan dan tata ruang berbasis ekologis, karena permasalahan lingkungan yang terjadi harus ada solusi pengelolaan lingkungan yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Dalam kaitannya dengan pengelolaan sumber daya air dan lingkungan , terdapat hubungan yang sangat erat antara hulu dan hilir di daerah aliran sungai (DAS). Aktivitas yang terjadi pada daerah hulu akan berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap daerah hilir.

Baca juga:  Banjir Terjang Enam Kecamatan di Kabupaten Solok Selatan Sumbar Setelah Hujan Deras Selama Dua Hari

Hulu sebagai daerah tangkapan air akan memberikan dampak dari pengelolaan yang dilakukan di hulu. Hilir sebagai penerima dampak kegiatan pengelolaan di hulu, baik dampak yang baik maupun yang buruk. Meskipun demikian, daerah hulu pun dapat menerima dampak dari aktivitas ekonomi di daerah hilir dan juga berlaku dengan sebaliknya.

“Saya prihatin melihat kebiasaan masyarakat, khususnya mereka yang berdiam di bantaran daerah aliran sungai masih melakukan kebiasaan membuang sampah ke sungai, ini tentu akan berdampak serius pada wilayah pesisir pantai. Padahal seperti kita ketahui bersama tempat wisata favorit di Jepara saat ini adalah wisata pantai. Bayangkan jika pantai dipenuhi sampah seperti yang kita lihat saat ini di Pantai Tegalsambi,” ungkapnya.

Ia mengharapkan kepada pemerintah dari desa sampai daerah untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan sampah. Terutama di wilayah daerah resapan atau tangkapan air, kemudian daerah padat penduduk, harus lebih gencar dalam sosialisasi dan pengawasan kebiasaan buruk dari hulu yang bisa berdampak pada lingkungan hilir.

Baca juga:  Banjir Kembali Melanda Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Cianjur, Ratusan Rumah Terendam dan Jembatan Desa Putus

Tidak boleh menutup mata juga “Adanya banyak alih fungsi lahan di suatu wilayah yang tidak sesuai dengan peruntukannya, menjadi salah satu penyebab rusaknya tata ruang dan lingkungan,” tandasnya.

Permasalahan mengenai sampah merupakan hal yang sangat membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak dan warga sekitar. Karena untuk saat ini sampah masih menjadi persoalan yang mendapati kegagalan dalam hal penanganannya. Padahal jika dilihat dari dampak yang pasti terjadi jika penanggulangan sampah tidak ditangani dengan baik akan berimbas pada menurunnya kualitas kehidupan, keindahan lingkungan, potensi terjadi banjir akan lebih besar karena tidak menutup kemungkinan sampah – sampah yang terbawa sampai ke hilir akan berdampak menurunnya kualitas lingkungan dan kesehatan warga masyarakat yang tinggal di sekitar area tersebut. Jika hal ini terus berlangsung dalam jangka panjang maka dapat mempengaruhi arus pengunjung wisata ke Jepara, daya jual dan daya tarik daerah tersebut tentu akan menurun drastis.

Baca juga:  Mansur Hidayat: Semua pelayanan dilakukan dengan standar yang sama di Dukcatpil dan Gratis

Mungkin hal ini akan menjadi pangkal masalah, karena tidak menutup kemungkinan bahwa kebiasaan masyarakat dari hulu sampai hilir yang membuang dan menumpuk sampah begitu saja. Pembuangan sampah yang dilakukan menyebabkan dampak jangka panjang seperti pencemaran terhadap air, karena pembuangan sampah akan mengakibatkan terhambatnya proses air tanah. Apalagi jika ada sampah -sampah plastik yang tidak bisa diuraikan oleh tanah terbawa sampai hilir, akan mengakibatkan menumpuknya sampah dan limbah di pinggir pantai.

Jika semua hal tersebut terjadi di lingkungan kita, sebagai anggota masyarakat yang baik, tentu kita tidak boleh serta merta menyalahkan pemerintah setempat mengingat kebiasaan warga masyarakat di lingkungan lah yang kemungkinan menjadi penyebabnya sehingga perlu penanganan yang serius dengan sinergitas antara pemerintah desa sampai pemerintah daerah dan melibatkan masyarakat untuk menjaga, merawat dan pengelolaan lingkungan yang baik berdasarkan aturan yang ada,“ pungkas Ketua Kawali Jepara.
(Eko B Art).

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait