website statistics
20.4 C
Indonesia
Sat, 22 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

20.4 C
Indonesia
Saturday, 22 June 2024 | 7:29:37 WIB

Konsentrasi pada Pembenahan Infrastruktur Antisipasi Bencana Banjir, H.Imam Musanto Perbaiki 10 Drainase yang Ada di Kelurahan Pancoran Mas

Depok | detikNews – H.Imam Musanto.S.Pd.MM anggota DPRD Kota Depok Komisi D F-PKS, salurkan sekitar 1,5 Milyar anggaran aspirasinya kepada 10 wilayah yang ada di Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, sebagai bentuk upaya penanganan permasalahan banjir yang kerap kali terjadi, dan membuat resah kehidupan masyarakat sekitar.

Bang Imun mengatakan, bahwa ada 10 lokasi diwilayah Kecamatan Pancoran Mas yang diberikan anggaran perbaikan drainase yang diantaranya adalah: Gg.H.Namin RT3/RW13 seluas 185M2, Jalan Program RT4/RW4 seluas 175M2, Jalan Swadaya 1 RT2/RW2 seluas 137M2, Jalan Madrasah RT1/RW5 seluas 100M2, Jalan Rambutan RT6/RW6 seluas 39M2, Jalan Wadas Raya No.7, RT4/RW13 seluas140M2, Jln.Ait Solih Raya RT4/RW17 seluas 175M2, Gg.Kabel RT2/RW19 seluas 100M2, Jln.Program Dalam RT6/RW4 seluas 125M2, Jln.Lingkungan RT4/RW19, Kelurahan Rangkapan Jaya seluas 175M2. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Sebuah Kota yang layak, dan nyaman untuk dijadikan tempat tinggal harus mempunyai beberapa prasarana pendukung kehidupan, yang salah satunya adalah prasarana sistem drainase. Sistem drainase perkotaan idealnya, menjadi suatu prasarana untuk menciptakan kehidupan yang bersih, sehat, dan menyenangkan, bagi penghuni kota yang dilayaninya”, ucap Bang Imun. Sabtu 2/7/2022.

Baca juga:  Belan Dewangga Pribadi Ketua PC SATRIA Kota Depok, Dukung Muhammad Lewi di Pilkada Kota Bandung 2024

“Suatu sistem drainase harus memenuhi beberapa fungsi, dan fungsi yang harus berjalan dengan mengalirkan air lebih kepada tujuan akhirnya yakni perairan bebas, yang dapat berupa sungai, danau maupun laut. Ini merupakan fungsi utama untuk mencegah menggenangnya air pada lahan perkotaan maupun di dalam parit-parit (saluran-saluran) yang menjadi bagian dari sistem drainase tersebut”, sambungnya.

Lebih lanjut Ketua Perbakin Kota Depok ini menambahkan, bahwa Air lebih yang dimaksudnya dapat berasal dari: air hujan yang tidak dapat terserap ke dalam tanah, tidak mengisi waduk-waduk penyimpan air maupun kolam-kolam retensi, yaitu kolam yang sengaja dibuat dan berfungsi untuk menyimpan air sementara (belum dialirkan ke perairan bebas).

“Air hujan yang jatuh langsung di atas lahan perkotaan itu sebaiknya, dibuatkan sistem drainase terpisah. Kemudian kapasitas rencana sistem drainase perkotaan pun,  harus mempertimbangkan terjadinya hujan serentak pada daerah perkotaan maupun daerah tangkapan di luarnya”, lanjut Bang Imun.

“Secara alami suatu badan air seperti sungai, atau danau, aIiran airnya akan menangkap/mengikat oksigen dari udara yang akan bermanfaat dalam penguraian zat-zat organik dalam proses oksidasi (Proses Aerobik). Kemudian limbah cair yang terpaksa dialirkan ke dalam sistem drainase, harus terlebih dulu dilewatkan melalui suatu instalasi pengolah air limbah (IPAL), untuk menurunkan kandungan zat-zat pencemar agar dapat mencapai kadar di bawah ambang batas maksimum, sebelum dialirkan/dibuang ke dalam perairan bebas”, tambahnya.

Baca juga:  Diusut KPK, Kasus Korupsi Cukai Rokok di Bintan Rugikan Negara Rp 250 M Lebih

Bang Imun menilai, bahwa penyebab terjadinya genangan air pada wilayah pusat Kota ini, terjadi karena tidak beraturannya fungsi saluran pusat yang berada pada area jalan-jalan protokol yang ada, serta tidak adanya para petugas jaga yang bertugas memantau pintu-pintu aliran air yang berada ditiap-tiap pintu air di area sungai.

“Seperti pada area  Fly over jalan Arief Rahman Hakim, drainase besar yang ada diwilayah tersebut berisi kabel-kabel besar serta pipa besar yang melintang didalam area gorong-gorong, sehingga mengganggu aliran air menuju Situ Pladen Beji, dan ini adalah ranah jalan Nasional, dan jalan Provinsi”, tambahnya.

“Hemat saya, next untuk setiap wilayah terkecil mulai dari RT, RW, dan wilayah Kelurahan, wajib membuat ‘Grand Design’  jalur-jalur drainase wilayahnya masing-masing, yang berfungsi untuk memantau jalur air, agar bisa dengan mudah mengetahui penyebab terjadinya genangan air ketika musim penghujan tiba”, paparnya.

Baca juga:  2023 Pemkot Depok Revitalisasi Situ Melalui Program ini

H.Imam Musanto berharap, kedepannya para pemangku wilayah terkecil lebih konsisten dalam melakukan pembenahan wilayah, terutama pada segi infrastruktur.

“Perlu diketahui, permasalahan lingkungan ini tidak bisa diselesaikan dengan cara instant, perlu adanya kerjasama yang intens dari semua elemen. Sebagai wakil rakyat, tugas saya hanya melakukan intervensi anggaran material yang dibutuhkan, selanjutnya untuk bagian pengawasannya warga perlu turun tangan langsung untuk mengawasinya, karena pada kondisi lingkungan setempat hanya warga sekitarlah yang memgetahuinya”, imbuh Bang Imun.

“Saya berharap, anggaran aspirasi yang saya berikan ini, bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya agar setiap permasalahan yang ada secepatnya bisa terselesaikan, dan saya mengimbau kepada para RT, RW, serta LPM Kelurahan untuk bisa saling berkoordinasi dengan baik, dalam memantau dan memastikan setiap pekerjaan infrastruktur yang saya berikan ini bisa segera menyelesaikan permasalahan lingkungan, bukan malah menciptakan permasalahan baru pada lingkungan tersebut”, pungkasnya.(Arifin)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait