website statistics
22.4 C
Indonesia
Sat, 2 March 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

22.4 C
Indonesia
Saturday, 2 March 2024 | 7:56:17 WIB

Langkah DJKA Menguatkan Dinding Tanah Jalur Kereta Api yang Longsor di Empang, Bogor untuk Memastikan Keselamatan Perjalanan KA

Bogor | detikNews – DJKA Perkuat Jalur Kereta Api Terdampak Longsor di Empang, Bogor

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) di bawah Kementerian Perhubungan telah memperkuat tanggul jalur kereta api yang terkena longsor di Empang, Bogor, Jawa Barat. Alhasil, uji coba kereta api lintas Bogor-Sukabumi kini bisa berjalan dengan aman.

“Kemarin kita perkuat tanggul di samping rel kereta api dengan batangan rel dan baja H-beam untuk mencegah tanah longsor. Alhasil, kereta api bisa melewati ruas ini pagi ini, meskipun kita harus membatasi kecepatannya,” ujar Risal dalam keterangannya, Kamis (16/3/2023).

Risal menjelaskan, uji coba dilakukan dengan menjalankan kereta dengan kecepatan 10 km/jam. Dia menambahkan, uji operasional dilakukan setelah pergerakan tanah berkurang dan dianggap aman.

Baca juga:  Mobil Diserang OTK dengan Batu saat Lampu Merah Margonda, Seorang Ibu dan Bayi Mengalami Luka

“Kecepatan perlu kita batasi untuk mencegah pergerakan tanah lebih lanjut, meski tanggul sudah kita perkuat. Dengan begitu, proses evakuasi bisa berjalan dengan aman,” ujarnya.

Risal mengatakan, DJKA masih melanjutkan proses rehabilitasi jalur kereta api yang terdampak dengan menebang rel yang menjuntai, memasang pagar pengaman di sekitar area longsor, memperlebar area jalur pengaman, dan menambah rambu peringatan bertuliskan “Daerah Berbahaya: Dilarang Personel yang Tidak Berwenang. ”

“Sementara kami mengevakuasi rel yang menjuntai, untuk sementara area yang terdampak, terutama rel yang menjuntai, kami tutupi dengan terpal untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Risal.

Baca juga:  Longsor Menerjang 5 Rumah di Empang Bogor, Menewaskan 2 Orang

Sementara itu, proses evakuasi rel yang menjuntai dilakukan dengan melepas bantalan rel dan memastikan tidak jatuh langsung ke tanah dan memicu longsor lagi.

Risal menambahkan, rel dari arah Stasiun Batutulis dihilangkan di pertigaan, sedangkan dari arah Stasiun Bogor Paledang dipotong 10 hingga 12 meter dari kawasan yang terdampak.

“Setelah bantalan rel dan palang dilepas seluruhnya, bekas longsoran kami tutupi dengan terpal agar air hujan tidak memperburuk kondisi tanah,” ujarnya.

Baca juga:  Pemerintah Kota Depok Berupaya Mencapai Predikat Kota Sehat Wistara Tahun 2023

Dalam proses evakuasi, DJKA juga menerjunkan alat berat seperti excavator untuk memudahkan evakuasi korban yang dikawal oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) Bogor, TNI, dan Polri. POLRI).

“Kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan jalur kereta api diamankan dengan baik tanpa mengorbankan keselamatan penumpang kereta api atau warga sekitar dan mencegah terjadinya longsor lagi,” pungkas Risal.

Sebelumnya diberitakan, tebing setinggi 20 meter di Empang runtuh, mengubur 13 orang di lima rumah. Longsor menyebabkan jalur kereta api Bogor-Sukabumi macet pada Rabu (15/2) dini hari. (Rz)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait