website statistics
26.4 C
Indonesia
Sat, 2 March 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Saturday, 2 March 2024 | 8:24:48 WIB

Marak Badut Mampang Di Jalan Akhirnya Dinsos Himbau Warga Jangan Beri Uang

Baubau | detikNews.co.id – Maraknya Pekerjaan Badut Mampang di Jalan akhirnya Dinas Sosial Kota Baubau Menghimbau Warga Tidak Boleh Kasih Uang Kepada Anak Sebagai Badut Mampang lagi.

Kepala Dinas Sosial melalui Kabid Rehabilitasi Sosial, Makmun S.Pd menjelaskan, untuk pihaknya menghimbau warga untuk tidak memberi uang pada badut mampang.

“Berdasarkan wawasan saya, untuk mengatasi badut seperti ini perlu kerjasama dengan masyarakat. Kalau masyarakat tidak beri uang, maka cepat atau lambat mereka berhenti juga. Di Kendari misalnya, kesadaran warganya tinggi untuk tidak memberi uang pada badut mampang, sehingga badutnya cepat juga diatasi”, beber Makmun pada saat dikonfirmasi via telp, Selasa (15/3/2022).

Baca juga:  Sekitar Sepuluh Ribu Warga Hadiri Penutupan HUT SULTRA Ke -58 dan Tipe - X Band Menjadi Guest Star

Terkait rehabilitasi anak-anak yang pekerja sebagai badut mampang, menurutnya pihaknya terkendala pada payung hukum di Baubau yang belum ada. Payung hukum terkait pelarangan adanya pengemis dan adanya denda bagi mereka yang memberi pengemis.

“Mungkin, sudah lama dipikirkan masalah payung hukum ini. Namun, ada dua hal yang menjadi alasan belum adanya aturan. Pertama, adanya pengemis di Baubau belum mengkhawatirkan. Kedua, pergantian pejabat yang menginisiasi dan menangani aturan tersebut, sehingga aturan itu sampai hari ini belum ada”, ungkap Makmun.

Baca juga:  Sikap Unik Prabowo Subianto Soal Proposal Ukraina-Rusia: Presiden Cari Perdamaian, Saya Tindaklanjuti

Soal mobilisasi atau eksploitasi anak di balik Badut mampang ini, ungkapnya, pihaknya telah melakukan penyelidikan. Beberapa saksi pedagang yang ditemui menginformasi bahwa memang ada yang mempekerjakan anak-anak untuk menjadi boneka mampang. Mereka menggunakan sistem pembagian 50-50 dari hasil uang yang didapat.

“Kita sudah komunikasi juga sama anak-anaknya. Kita mencari tau sekolahnya di mana untuk meminta data keluarga. Kalau memang orang tua mereka telah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Maka diduga juga, anak-anak ini mencari uang tambahan untuk keluarga mereka,” pungkasnya.(Nanda.N)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait