website statistics
28.4 C
Indonesia
Wed, 19 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.4 C
Indonesia
Wednesday, 19 June 2024 | 17:07:50 WIB

Meningkat! Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 594 pada 26 Mei, Jumlah Kasus Aktif Kini 13.659

Depok | detikNews – Meningkatnya jumlah kasus Corona di Indonesia menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah. Pada Jumat (26/5/2023), terdapat penambahan 594 pasien yang terinfeksi virus Corona, namun sebanyak 682 orang dinyatakan sembuh. Sayangnya, laporan juga mencatat bahwa ada 5 orang yang meninggal dunia akibat virus ini.

Pemerintah Indonesia telah melakukan upaya maksimal dalam penanganan COVID-19 dengan menguji sebanyak 16.167 spesimen. Selain itu, terdapat 1.466 kasus suspek yang sedang dalam proses pemeriksaan. Meskipun status darurat global telah dicabut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko penularan virus ini. Setiap negara diharapkan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan adanya pandemi berikutnya.

Baca juga:  Pandemi Potensial: WHO Memperingatkan Bahaya 'Disease X' yang Berpotensi Lebih Mematikan daripada COVID-19

Para ahli memperkirakan bahwa pandemi yang mungkin muncul di masa depan dapat dipicu oleh zoonosis, yaitu virus yang melompat dari hewan ke manusia. Lebih dari 70 persen pandemi yang terjadi di dunia berasal dari zoonosis. Dalam hal ini, pakar epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia mengungkapkan bahwa risiko munculnya penyakit baru yang dapat menjadi pemicu pandemi, yang disebut sebagai “disease X”, juga dapat terjadi di Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan salah satu wilayah dengan kekayaan hewan liar yang tinggi.

Baca juga:  Mengenal dan Mengidentifikasi Tanda-tanda Neuropati Perifer pada Penderita Diabetes untuk Pengenalan Dini dan Pencegahan Keparahan

Menurut Dicky Budiman, wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, termasuk dalam kawasan yang dapat menjadi kontributor atau tempat lahirnya penyakit baru yang berpotensi menjadi pandemi. Keberadaan kehidupan liar hewan yang melimpah di kawasan ini menjadi faktor penyebabnya. Lebih dari 90 persen virus yang berpotensi menjadi zoonosis masih terdapat di alam liar dan belum ditemukan oleh manusia.

Dalam menghadapi risiko tersebut, perlu adanya kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait untuk memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan pengawasan terhadap kehidupan hewan, serta meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan.

Baca juga:  Mengatasi Jerawat: Panduan Lengkap untuk Perawatan dan Penghilangan Jerawat

Dengan demikian, penting bagi Indonesia dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara untuk mengambil langkah-langkah preventif guna mengurangi risiko penularan penyakit baru yang dapat menjadi pandemi. Hal ini melibatkan upaya pengawasan yang lebih baik terhadap kehidupan hewan liar, peningkatan penelitian dan pemantauan terhadap penyakit yang berpotensi, serta upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat dalam menjaga kesehatan dan menghindari risiko kontak dengan hewan yang dapat menjadi vektor penularan penyakit. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara dapat mengurangi kemungkinan terjadinya pandemi di masa mendatang. (In)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait