21.4 C
Indonesia
Sel, 6 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Selasa, 6 Desember 2022 | 1:26:12 WIB

Miris…! Komplek Perumahan Makin Luas Justru Lahan Pertanian Semakin Sempit

Reporter: M. Rahim

Banjarmasin | detikNews.co.id – Tanah Kalimantan memang terlihat luas dan memang masih banyak yang kosong pada tahun-tahun sebelumnya yakni dibawah tahun 2000.

Selang waktu beberapa tahun berjalan tanah yang dulunya kosong, yang dulunya pula dijadikan lahan bercocok tanam baik itu perkebunan dan khususnya padi, sekarang ini sangatlah jauh berbeda dan ber alih fungsi menjadi Komplek Perumahan.

Dengan se iringnya waktu saat ini lahan pertanian padi di sulap menjadi lahan perumahan yang mana hampir disemua desa, maupun hampir di beberapa kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan khususnya di daerah kabupaten Banjar di desa Tatah Amuntai dan di desa Tatah Cina tepatnya di jalan A.Yani km.10 dan A.Yani km.11.200, Senin (18/7/2022).

Baca juga:  Selamat Datang di Pasar Pucang Anom Pak Jokowi

Menurut pemerhati lingkungan dan pemberdayaan lahan Banjarmasin (Pribadi) dengan Pak Riansyah ” sangat prihatin dengan banyaknya Developer Perumahan yang membeli tanah warga desa yang dijadikan komplek perumahan demi kepentingan pribadi dan bisnis usahanya itu sendiri.

Saat awak media sempat menyambangi dan me wawancarai Pak Riansyah di sela-sela kesibukannya, Beliau berharap pada Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten agar benar-benar dapat mencarikan jalan keluar bagi para pengembang perumahan dengan warga setempat. Agar tetap menjaga kestabilan bahan pangan yakni padi guna menghindari sulitnya membeli gabah dan sulitnya nanti tuk membeli beras kedepannya,” ungkap Pak Riansyah saat wawancara di depan rumahnya yang persis di persawahan daerah Tatah Amuntai.

Baca juga:  Petugas Penertib PKL Gabungan Adu Mulut dengan Pedagang

Dan juga pak Riansyah berharap, agar beberapa instansi yang terkait baik dari Pemprov maupun tingkat kabupaten segera mengambil tindakan penyuluhan bagi warga desa tentang pentingnya memiliki lahan sawah di masing-masing desa tersebut,” tuturnya, mengingat semakin tahun semakin berkurangnya lahan persawahan saat ini.

Melihat ini ungkap Pak Riansyah ber titip pesan pula pada awak media dengan adanya wawancara lewat media ini sangat tepat sekali agar dapat di ketahui dan langsung di ambil sikap dari instansi yang terkait demi menjaga Krisis Gabah dan Beras nantinya.

Dan juga Beliau sangat berharap setiap kantor-kantor desa wajib mengadakan penyuluhan tentang ketersediaan padi di setiap desanya dan memberikan edukasi pada warga desanya tuk menyampaikan betapa pentingnya setiap warga desa mempunyai lahan sendiri tuk menanam padi itu demi menjaga ekonomi dan pendapatan keluarga dan warga itu sendiri,” imbuhnya.

Baca juga:  Terpilih Sebagai Hukum Tua, Edward Nelwan: Tanpa Masyarakat Pembangunan Tidak Akan Berjalan

Dan juga Pak Riansyah berharap agar adanya aturan tertentu yang dikeluarkan oleh Pemprov mengenai lahan mana yang boleh dijadikan perumahan dan lahan mana yang tidak diperbolehkan dijadikan Komplek perumahan,” tegasnya.

Agar benar-benar memikirkan tentang ketersediaan lahan persawahan dan juga ketersediaan Beras tuk menghindari kelangkaan beras lokal nantinya,” ujar Pak Riansyah pada awak media. (rm)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait