website statistics
21.8 C
Indonesia
Tue, 5 March 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.8 C
Indonesia
Tuesday, 5 March 2024 | 7:29:48 WIB

Miris…! Komplek Perumahan Makin Luas Justru Lahan Pertanian Semakin Sempit

Reporter: M. Rahim

Banjarmasin | detikNews.co.id – Tanah Kalimantan memang terlihat luas dan memang masih banyak yang kosong pada tahun-tahun sebelumnya yakni dibawah tahun 2000.

Selang waktu beberapa tahun berjalan tanah yang dulunya kosong, yang dulunya pula dijadikan lahan bercocok tanam baik itu perkebunan dan khususnya padi, sekarang ini sangatlah jauh berbeda dan ber alih fungsi menjadi Komplek Perumahan.

Dengan se iringnya waktu saat ini lahan pertanian padi di sulap menjadi lahan perumahan yang mana hampir disemua desa, maupun hampir di beberapa kabupaten yang ada di Kalimantan Selatan khususnya di daerah kabupaten Banjar di desa Tatah Amuntai dan di desa Tatah Cina tepatnya di jalan A.Yani km.10 dan A.Yani km.11.200, Senin (18/7/2022).

Baca juga:  Ramadhan Kareem, PPNI Bireuen Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

Menurut pemerhati lingkungan dan pemberdayaan lahan Banjarmasin (Pribadi) dengan Pak Riansyah ” sangat prihatin dengan banyaknya Developer Perumahan yang membeli tanah warga desa yang dijadikan komplek perumahan demi kepentingan pribadi dan bisnis usahanya itu sendiri.

Saat awak media sempat menyambangi dan me wawancarai Pak Riansyah di sela-sela kesibukannya, Beliau berharap pada Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten agar benar-benar dapat mencarikan jalan keluar bagi para pengembang perumahan dengan warga setempat. Agar tetap menjaga kestabilan bahan pangan yakni padi guna menghindari sulitnya membeli gabah dan sulitnya nanti tuk membeli beras kedepannya,” ungkap Pak Riansyah saat wawancara di depan rumahnya yang persis di persawahan daerah Tatah Amuntai.

Baca juga:  Serah Terima Aplikasi Jumpa Madu dan Technical Meeting Program Quick Win Smart City Tahun 2022

Dan juga pak Riansyah berharap, agar beberapa instansi yang terkait baik dari Pemprov maupun tingkat kabupaten segera mengambil tindakan penyuluhan bagi warga desa tentang pentingnya memiliki lahan sawah di masing-masing desa tersebut,” tuturnya, mengingat semakin tahun semakin berkurangnya lahan persawahan saat ini.

Melihat ini ungkap Pak Riansyah ber titip pesan pula pada awak media dengan adanya wawancara lewat media ini sangat tepat sekali agar dapat di ketahui dan langsung di ambil sikap dari instansi yang terkait demi menjaga Krisis Gabah dan Beras nantinya.

Dan juga Beliau sangat berharap setiap kantor-kantor desa wajib mengadakan penyuluhan tentang ketersediaan padi di setiap desanya dan memberikan edukasi pada warga desanya tuk menyampaikan betapa pentingnya setiap warga desa mempunyai lahan sendiri tuk menanam padi itu demi menjaga ekonomi dan pendapatan keluarga dan warga itu sendiri,” imbuhnya.

Baca juga:  Ditangkapnya 2 Anggota TNI di Kendal Terkait Penganiayaan Terhadap Terduga Maling yang Berujung Meninggal

Dan juga Pak Riansyah berharap agar adanya aturan tertentu yang dikeluarkan oleh Pemprov mengenai lahan mana yang boleh dijadikan perumahan dan lahan mana yang tidak diperbolehkan dijadikan Komplek perumahan,” tegasnya.

Agar benar-benar memikirkan tentang ketersediaan lahan persawahan dan juga ketersediaan Beras tuk menghindari kelangkaan beras lokal nantinya,” ujar Pak Riansyah pada awak media. (rm)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait