website statistics
27.4 C
Indonesia
Wed, 19 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.4 C
Indonesia
Wednesday, 19 June 2024 | 18:34:46 WIB

Mogok Kerja 5 Juta Buruh Ancam Perputaran Ekonomi Hingga Rp 13,8 Triliun Perhari

Jakarta | detikNews – Bhima Yudhistira, Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios), menanggapi rencana 5 juta buruh dari 100.000 pabrik melakukan aksi mogok nasional. Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap diundangkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja.

Menurut Bhima, pemutusan hubungan kerja berdampak signifikan terhadap perekonomian, terutama di sektor industri.

Baca juga:  Pemotongan Produksi Minyak oleh OPEC+ Mendorong Peluang Penguatan Pair USDCAD

“Ekonomi bisa rugi hingga Rp 13,8 triliun per hari akibat penghentian pekerjaan di industri manufaktur”, ucapnya, Rabu 22/3/2023.

Bhima mengatakan, angka tersebut dihitung dari total Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku di sektor manufaktur dibagi dengan hari kerja efektif dalam setahun. Jika mogok kerja berlangsung selama 5 hari, akan terjadi kerugian PDB sebesar Rp 6,9 triliun.

Baca juga:  Inovasi Kripto Indonesia: Kepala Bappebti Yakinkan Bursa Kripto Akan Menggairahkan Fitur Baru Investasi

Menurutnya, ini merupakan jumlah yang signifikan dan menjadi ancaman serius terhadap target pertumbuhan ekonomi pada 2023.

“Jadi jika ada anggapan bahwa UU Cipta Kerja itu positif bagi perekonomian, itu salah besar. Sebaliknya, hubungan ketenagakerjaan akan semakin memburuk dan pada akhirnya merugikan pengusaha”, tandas Bhima.

Sebelumnya, rencana mogok nasional diumumkan Presiden Partai Buruh Said Iqbal.

Baca juga:  Hasil Budidaya Ikan Air Tawar Meningkat Pasca Pandemi, Pemdes Aik Bukak Harapkan Regulasi Harga Pakan

“Hentikan produksi, jadi produksi berhenti”, katanya dalam jumpa Pers kemarin.(Arf)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait