21.4 C
Indonesia
Sen, 5 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Senin, 5 Desember 2022 | 23:55:48 WIB

Oknum Aparatur Desa Pasir Angin Purwakarta, Diduga Potong Dana PKH Tahun 2021 dan Tahan SK RW

Purwakarta | detikNews – Dugaan adanya potongan PKH Tahun 2021 sebesar Rp.50.000 oleh oknum Aparatur Desa Pasir Angin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta dan penahanan Surat Keputusan (SK) RW setempat, mencuat setelah beberapa Nara Sumber (Narsum) membeberkan prilaku oknum Aparatur Desa tersebut kepada awak media.

Dilansir dari media informasi indikasi hukum.Com, menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya setelah di konfirmasi beberapa Awak Media (9/07/2022) mengatakan, bahwa potongan tersebut dengan alasan digunakan untuk pemerataan. Salah satunya untuk diberikan kepada Guru Ngaji, dan hal itu di benarkan oleh beberapa tokoh masyarakat di Desa tersebut, kurang lebih 300 orang dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) itu dipotong rata-rata Rp.50.000 rupiah, dan juga ada penahanan Surat Keputusan (SK) semua RW di Desa tersebut.

Baca juga:  Motif Asmara Bikin Ferdy Sambo Tega Bunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Sambo : Istri Saya Cuma Korban !!

Ditempat terpisah, Kepala Desa Pasir Angin, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakrata Rohidin, setelah dikonfirmasi oleh Awak Media melalui telpon seluler mengatakan, bahwa

“Terkait dugaan pemotongan PKH saya selaku Kepala Desa tidak mengetahuinya, semua sudah ada pendamping PKH, dan tidak pernah memberi informasi adanya pencairan bantuan PKH, terkecuali saldo penerima bantuannya kosong baru menginformasikan kepada pihak Desa”, ucap Rohidin. Kamis 21/7/2022.

Baca juga:  Dengan Modus Penggandaan Uang Pria Asal Karangmalang Berhasil Tipu Warga, Berujung Ditangkap Polsek Sidoharjo Sragen

“Adapun terkait penahanan Surat Keputusan (SK) Rukun Warga (RW) memang masih ada di Desa, belum saya berikan ke RW, dikarenakan takut hilang ataupun rusak, kalau dipegang masing-masing dan tidak ada indikasi apa-apa”, tegasnya.

Diketahui, menurut aturan dengan alasan apapun dana PKH tidak boleh ada potongan apapun, alasannya karna hal tersebut agar Bantuan Sosial (Bansos) pemerintah memiliki nilai produktivitas bagi penerimanya, tanpa ada potongan oleh pihak manapun. Adapun oknum-oknum yang memang sengaja memotong bantuan Sosial dari pemerintahan Daerah ataupun dari Pemerintahan Pusat, jelas sudah melanggar aturan hukum yang sudah di tentukan.(Amanah/Ar).

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait