website statistics
26.4 C
Indonesia
Sat, 2 March 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Saturday, 2 March 2024 | 8:39:35 WIB

Pembukaan Gebyar D’Stunting Menara, Lurah Depok Harapkan Wilayahnya Segera Terbebas dari Stunting

Depok, | detikNews.co.id – Dalam Rangka Sosialisasi Gebyar D’Stunting Menara (Depok Sukses Bebas Stunting Mewujudkan Kita Ramah Anak) sebagai program kerja Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tahun 2022. Kelurahan Depok bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Margonda, gelar acara Pembukaan di Kantor Kelurahan Depok, Jalan Kartini Raya. Acara turut dihadiri Camat Pancoran Mas (Panmas), H.Saiful Hidayat.M.Si, Sekcam Panmas Siti Hasanah, Lurah Depok Herman.SE, Lurah Depok Jaya Herliana Maharani, Lurah Mampang Darmawansyah, Lurah Rangkepanjaya Baru Boni Kusumah, serta Lurah Pancoran Mas Soleh.

Herman.SE Lurah Depok mengatakan, bahwa saat ini diwilayahnya terdapat 62 anak terdeteksi stunting, dan melalui Gebyar D’Stunting Menara ini diharapkan secara berangsur jumlah Stunting di Kelurahan Depok kembali ke posisi normal.

Baca juga:  Pancuran Air Aki Hardja, Mata Air Bersejarah di Kota Depok Perlu Perhatian Pemerintah

“Saat ini di Kelurahan Depok masih terdapat 62 anak yang terdeteksi Stunting, kami berharap nantinya setelah diverifikasi dan dengan dibukanya Gebyar D’Stunting Menara ini angkanya bisa segera berkurang”, ujarnya. Selasa 22/3/2022.

“Stunting adalah kondisi gagalnya pertumbuhan anak balita, akibat kekurangan gizi pada seribu hari pertama kehidupannya. Kondisi ini bisa berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia”, ungkap Demang Depok.

Herman menambahkan, bahwa ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengatasi Stunting pada balita antara lain: dengan melakukan Stimulasi dini perkembangan anak, memberikan makanan tambahan (PMT) untuk balita, rutin memantau pertumbuhan perkembangan balita, serta memberikan pelayanan dan perawatan kesehatan yang optimal untuk anak.

Baca juga:  Hadiri Maulid Nabi di Masjid Jami Attaqwa, Bahrul Ulum Sampaikan Pesan Sehat Kepada Jamaah

“Stunting ini bersifat irreversible, tidak dapat diperbaiki apalagi setelah anak mencapai usia dua tahun. Kemudian, apabila terjadi penurunan berat badan (weight faltering) pada kondisi anak stunting, maka anak harus segera ditangani secara medis agar bisa diketahui penyebab dan solusinya”, tambah Lurah Depok.

“Irreversible adalah penambahan substansi, perubahan bentuk sel, dan perubahan susunan kimia sampai terjadi pertumbuhan searah dan tidak dapat kembali kebentuk asal, dan Irreversible adalah salah satu jenis reaksi kimia”, sambungnya.

Lurah Depok menilai, program D’Stunting Menara adalah upaya khusus yang dibuat Pemkot Depok, dalam mengatasi permasalahan krusial yang akan terjadi kepada kehidupan, dan masa depan generasi penerus bangsa.

“Menurut World Health Organization (WHO) (2014) dalam Global Nutrition Targets 2025, Stunting dianggap sebagai suatu gangguan pertumbuhan irreversibel yang sebagian besar dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang tidak adekuat dan infeksi berulang selama 1000 hari pertama kehidupan”, paparnya.

Baca juga:  Pemkot Depok Serahkan Anggaran Hibah Rp 250 Juta untuk Renovasi Masjid Jami At Taqwa di Kampung Lio

“Jadi, permasalahan Stunting adalah bukan hanya terjadi di Kota Depok saja. Tapi, ini telah menjadi permasalahan dunia internasional yang masing-masing wilayah berlomba-lomba untuk mengatasinya, dan semoga program D’Stunting Menara nya Kota Depok ini, akan mampu menjadi solusi terbaik bagi kehidupan masyarakat Kota Depok, menuju Kota Depok yang benar – benar segera terbebas dari permasalahan Stunting, tentunya harus direalisasikan secara bersama – sama dengan semua elemen masyarakat Kota Depok“, pungkasnya.(Ar)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait