website statistics
24.4 C
Indonesia
Wed, 24 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

24.4 C
Indonesia
Wednesday, 24 April 2024 | 9:04:07 WIB

Proyek Siluman Saluran U-ditch di Perumahan Sukaraya Indah Kabupaten Bekasi ‘BERGENTAYANGAN’

Bekasi | detikNews – Program – program kerja yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, baik dari Eksekutif hingga Legislatif idealnya, bertujuan untuk kepentingan masyarakatnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya Proyek, baik dari pengecoran hingga pembangunan saluran air U-Ditch atau sistem drainase. Namun, hal tersebut dirusak oleh maraknya dugaan pemborong nakal, yang berusaha meraup untung besar tanpa mengutamakan kualitas bahan dan pekerjaannya.

Proyek pembangunan pemasangan U-Ditch di Perumahan Sukaraya Indah Dusun Tiga, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, disinyalir dikerjakan oleh pemborong Siluman. Sebab dilokasi proyek pemasangan U-Ditch tersebut tidak terpasang papan informasi pekerjaan (Papan Pagu), bahkan pada lokasi proyek pemasangan U-Ditch tersebut dalam situasi banyak air, dan kualitas U-Ditch pun ditemukan sudah ada yang sempal pinggirnya.

Baca juga:  Pelaku Pembongkaran Rumah di Berastagi Diciduk Satreskrim Polres Tanah Karo, Begini Ceritanya!

Salah seorang warga yang enggan di sebutkan identitasnya, kepada media mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui jelas sumber anggaran pada proyek tersebut.

“Saya tidak tahu sumber anggarannya dari mana, karena tidak ada papan proyeknya terpasang”, ucap narasumber yang identitasnya tidak mau dipublis, Minggu 10/Juli/2022.

Dirinya menilai, proyek tersebut sewaktu-waktu dapat mengakibatkan penyumbatan air, dan akan berdampak buruk bagi warga di sekitar proyek itu.

“Titiknya proyek ini kan berada ditengah-tengah pemukiman warga Perumahan Sukaraya Indah, Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Jadi, kalau curah hujan lagi tinggi pasti volume air meningkat, dan bisa menggenangi rumah warga”, ungkapnya.

Warga juga mengatakan, bahwa konstruksi pemasangan U-Ditch nya pun asal jadi dan tidak memiliki dasar kedudukan U-Ditch .

“Tidak ada pengecoran dasar kedudukan U-Ditch dan tidak dilantai. Otomatis kalau air lagi meluap terjadi pengikisan air akhirnya ambruk lagi pondasinya”, tambahnya.

Baca juga:  Breaking News : Usai Bentrokan Ormas Dengan Debt Collector, Situasi di Tambun Sudah Kondusif

Selain itu, ia juga mengungkapkan, bahwa pengerjaan proyek tersebut cenderung dikerjakan asal-asalan, dan warga meminta kepada kepihak terkait termasuk pemborong, untuk turun langsung meninjau kondisi proyek tersebut.

“Seharusnya, Dinas terkait dan pihak pemborong segera melakukan pembenahan, bukan malah diam, apalagi proyek ini tidak diketahui volumenya berapa, dan aggarannya berapa”, pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Team Enam David Sanjaya angkat bicara.

“Sekiranya, ketika ada kegiatan yang diduga melanggar ketentuan hukum maka, wajib ditindak oleh Aparatur Penegak Hukum (APH)”, ujar David saat dikonfirmasi Via WhatsApp, Minggu 10/7/2022.

David menyebut, terkait dugaan proyek Siluman yang dikerjakan oleh pihak pemborong di Perumahan Sukaraya Indah ini, terindikasi asal jadi. Maka, kan menjadi hal yang wajar ketika masyarakat mempertanyakannya. Atas kejadian ini maka, proyek tersebut patut diduga dikerjakan oleh para Siluman.

Baca juga:  Disnakertrans Jawa Barat Menjamin Perlindungan Korban 'Staycation Bareng Bos' di Kabupaten Bekasi

“Itu proyek Siluman, kalau tidak memiliki identitas, berupa pemasangan papan informasi proyek. Pada papan proyek itulah kita bisa mengetahui asal kegiatan proyek itu dari mana, volume kegiatannya berapa, dan penggunaan anggaran berapa”, tegas David.

Oleh karena itu, secara kelembagaan David meminta, dan mendesak konsultan pengawas Dinas, serta PPTK untuk segera turun melakukan pemeriksaan proyek pemasangan U-Ditch tersebut.

“Secara kelembagaan saya minta Kepala Dinas Kabupaten Bekasi, untuk segera turun langsung melakukan pemeriksaan,  karena diduga keras proyek ini dapat menyebabkan kerugian uang negara”, David Sanjaya. Bersambung ke edisi berikutnya.(Amanah/Ar)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait