website statistics
30.4 C
Indonesia
Mon, 22 July 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.4 C
Indonesia
Monday, 22 July 2024 | 17:20:23 WIB

PT. Polychemie Asia Pasific Permai Diduga Buang 8 Ton Limbah per Hari ke Kali Jantung, Warga Sukamaju Resah

DEPOK | detikNews – Warga RW 22 di Kelurahan Sukamaju Depok merasa resah akibat dugaan pembuangan limbah oleh PT. Polychemie Asia Pasific Permai ke Kali Jantung.  Limbah tersebut menimbulkan bau tidak sedap serta diduga mengakibatkan ikan Mujair Nila di aliran kali tersebut mati.

Suharja Sarta, Juru Situ Balai Besar Kementerian BBSCC, di bawah Kementerian PUPR, menjelaskan bahwa pencemaran ini telah berdampak serius pada kualitas air Kali Jantung. “Limbah yang dibuang menyebabkan bau tidak sedap dan mengakibatkan kematian ikan mujaer nila. Dampaknya sangat dirasakan oleh warga, terutama di lingkungan RW 22 Sukamaju,” ujarnya kepada detikNews.co.id, Rabu (12/6/2024).

Baca juga:  Masyarakat Depok yang Membutuhkan Program RTLH, Ini Persyaratannya
Ket foto : (kiri atas, site Manager PT. Polycemi) saat terkonfirmasi, (kanan atas) PT. Taehan Textile saat dikunjungi namun ada penolakan, (kiri bawah kanan) ikan mati jenis mujaer nila serta warna air di Kali Jantung berwarna hitam pekat diduga tercemar oleh limbah. (dok. detikNews.co.id)

Seorang warga setempat, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa ikan yang biasa dijaring untuk kebutuhan sehari-hari mati akibat pembuangan limbah tersebut.

“Air juga jadi bau. Aliran air Kali Jantung sering mengeluarkan bau menyengat, terutama pada hari Selasa,” tambahnya.

“Saya tidak bisa menjaring ikan lagi karena ikan-ikan mati. Warga lain juga mengeluh karena mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Kami berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran,” harapnya.

Saat dikonfirmasi, Site Manager PT. Polychemie Asia Pasific Permai, Agus Hendarto, membantah tuduhan tersebut.

Baca juga:  Menambah RTH, Pemkot Depok Gelontorkan Dana Rp.45 Miliar untuk Pembangunan Alun-Alun Hutan Kota

“Kami merasa tidak terima jika dianggap sebagai pihak yang melakukan pencemaran. Kami sudah menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang baik,” jelasnya, Kamis, (13/6/2024).

Agus Hendarto juga menambahkan bahwa pihaknya terbuka kepada warga yang ingin mengetahui sistem atau melakukan peninjauan langsung ke pabriknya.

“Pihak kami terbuka kepada warga yang ingin mengetahui sistem pengelolaan limbah pabrik,” tuturnya.

PT. Polychemie mengklaim bahwa mereka membuang limbah sebanyak 8 ton per hari dengan dalih bahwa limbah tersebut sudah memenuhi persyaratan sistem IPAL yang baik. Namun, dampak negatif yang dirasakan warga menunjukkan perlunya investigasi lebih lanjut untuk memastikan apakah sistem pengolahan limbah yang diterapkan sudah sesuai dengan standar lingkungan yang berlaku.

Baca juga:  Nofel Saleh Hilabi dan Baim Wong Bergandengan Tangan untuk Kesembuhan Syeina

Selain itu, salah satu pabrik lainnya, PT. Taehan Textile di Jalan Raya Bogor, juga diduga terlibat dalam pencemaran limbah Kali Jantung. Namun, saat dimintai konfirmasi, pihak pabrik tidak menerima awak media. HRD Taehan Textile melalui keamanan melarang akses masuk ke pabrik.

Warga RW 22 Sukamaju berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini demi menjaga kesehatan dan kenyamanan lingkungan mereka. (Roni)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait