website statistics
20.4 C
Indonesia
Sat, 22 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

20.4 C
Indonesia
Saturday, 22 June 2024 | 7:51:10 WIB

Pucuk Keheningan Buya Syafi’i 

Penulis: Okik

detikNews | Buya Prof. Dr. H. Ahmad Syafii Maarif atau akrab disapa Buya Syafi’i adalah seorang ulama dan cendekiawan Indonesia. Ia pernah menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Presiden World Conference on Religion for Peace dan pendiri Maarif Institute. Meninggal pada 27 Mei 2022.

Beliau kelahiran, 31 Mei 1935, Kecamatan Sumpur Kudus Sijunjung Sumatera Barat dan anak dari Ma’rifah Rauf Datuk Rajo Malayu, Fathiyah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama, Mohammad Hafiz.

Almarhum tamatan Ohio University (1980) serta Universitas Negeri Yogyakarta (1968), dan Teruit oleh: Amien Rais, Nurcholish Madjid, Fazlur Rahman.

Baca juga:  Besok Pelayanan SIM Satlantas Polresta Bandung Tetap Buka

Setelah lulus muallimin pada usia 21 tahun, ia diharuskan mengabdi di pendidikan yang dikelola organisasi Muhammadiyah dan dikirim ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mengajar di sekolah Muhammadiyah.

Ahmad Syafii Maarif merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tahun 1998-2005. Pembahasan ini menurut peneliti menarik untuk dikaji karena pada masa kepemimpinannya ia menerapkan berbagai kebijakan yang menjadikan Muhammadiyah sebagai rumah intelektual bagi kader-kadernya.

Baca juga:  Inalillahi Kabar Duka, Lily Wahid Adik Gus Dur Tutup Usia di Usia 74 Tahun

Keteladanan penting Syafi’I Ma’arif terutama adalah usahanya dalam menjaga posisi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah kultural murni yang berdikari dan terbebas dari ancaman menjadi tunggangan politik praktis.

Dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Persyarikatan Muhammadiyah didirikan pada tanggal 18 November 1912 Miladiyah bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1330. Kata “Muhammadiyah” secara bahasa berarti “pengikut Nabi Muhammad”.

Untuk diketahui KH. Ahmad Dahlan adalah seorang yang telah di lahir pada tahun 1285 H/1868 M, dahulunya KH. Ahmad Dahlan diberi nama Muhammad Darwis. KH. Ahmad Dahlan adalah seorang tokoh ulama yang merupakan salah satu tokoh yang mendirikan Muhamadiyah di Kauman, Yogyakarta sebagai tanggapan terhadap berbagai saran dari sahabat dan murud-muridnya untuk mendirikan sebuah lembaga yang bersifat permanen.

Baca juga:  Cara Pembuatan Batu Bata Secara Tradisional

Kondisi yang demikian itu telah menginspirasi K.H. Faqih Usman untuk menulis sebuah matan pengajian yang diberi judul: apakah Muhammadiyah itu? Matan yang mengulas tentang jati diri Muhammadiyah itu disampaikan K.H. Faqih Usman pada Pelatihan Kader di Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta tahun 1961.(okik)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait