21.4 C
Indonesia
Sel, 28 Maret 2023
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Selasa, 28 Maret 2023 | 6:57:09 WIB

Rekonstruksi Selebrasi ala CR 7 oleh Mario Setelah Tendangan Kepala David

Jakarta | detikNews – Dalam rangkaian rekonstruksi gerakan ke-22 terhadap korban penganiayaan anak Petinggi Banser Cristalino David Ozora (17), tersangka Mario Dandy Satriyo (20), putra mantan pejabat, melakukan selebrasi yang tidak pantas meniru pemain sepak bola dunia Christiano Ronaldo (CR 7).

MDS melakukan selebrasi setelah menendang kepala David beberapa kali. Penyidik meminta agar Mario melakukan gerakan selebrasi tersebut persis seperti saat kejadian dan dengan semangat yang sama seperti setelah menganiaya korban. Namun, Mario tidak melakukan loncatan tinggi seperti yang dilakukan Ronaldo.

Baca juga:  Menteri Hadi Tjahjanto Siap Gebuk Mafia Tanah di Kalteng!
ket foto : Gerakan MDS menendang kepala korban David saat rekonstruksi.

“Ini adegan yang bersangkutan melakukan selebrasi setelah melakukan free kick, ” kata seorang penyidik di lokasi, di kutip dari tempo.co

Rekonstruksi tersebut dilakukan dua kali karena tidak sesuai dengan keterangan saksi dan bukti rekaman CCTV. MDS pertama kali melakukan adegan selebrasi di sebelah lengan kanan korban, kemudian pindah ke posisi kaki korban.

Baca juga:  Menkominfo Johnny G Plate Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi BTS 4G dan Fasilitas Adiknya

“Setelah melakukan gerakan selebrasi, MDS mengungkapkan rasa senangnya kepada temannya bernama Shane Lukas. ‘Enak ya main bola’, ” ujar penyidik menirukan ucapan MDS.

Shane Lukas menyamakan tindakan kekerasan fisik tersebut dengan melakukan tendangan bebas di olahraga sepak bola. Peran Shane Lukas (SL) dalam penganiayaan itu adalah memantau situasi karena dia sempat melihat Satpam akan datang dari depan Rubicon.

Baca juga:  David Mengalami Perkembangan, Dilatih Berdiri dengan Terapi Tilting Table untuk Meningkatkan Motorik Kaki dan Memperkuat Saraf

“Peran SL ini turut memantau situasi, karena dia sempat melihat Satpam akan datang dari depan Rubicon, ” ungkap penyidik saat menjelaskan adegan.

AG, yang juga terlibat dalam penganiayaan, tidak dihadirkan dalam rekonstruksi karena masih di bawah umur sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Anak. Posisinya digantikan oleh pemeran pengganti. (Roni)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru