website statistics
22.4 C
Indonesia
Sat, 2 March 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

22.4 C
Indonesia
Saturday, 2 March 2024 | 6:48:26 WIB

Respon Keluhan Warga, Karang Taruna Mampang Minta Stop Pemasangan Tiang dan Cabut Tiang Internet Yang Telah Terpasang Karena Berpotensi Merugikan Warga

Depok | detikNews – Tiang Internet atau Fiber Optik (FO) yang kini gencar dipasang di wilayah Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, menuai polemik di kalangan warga setempat, yang mengeluhkan penanaman tiang tanpa izin dan berada di tanah pribadi warga

“Aduan warga terkait keluhannya terhadap tiang internet langsung kami respon. Jadi, ada informasi kepada kami terkait pemasangan tiang yang berada di tanah pribadinya, padahal warga tersebut tidak ingin di pasang tapi tetap di pasang juga tiangnya”, ucap Andi Widian (Bendil), Jum’at 3/2/2023.

“Setelah informasi itu kita dengar, kami dan pengurus meminta kepada Karang Taruna Unit (RW) agar melakukan peninjauan di wilayah mereka yang sudah terpasang tiang internet tersebut, dan menampung keluhan warga di bawah terkait ada nya tiang internet. Alhasil, benar saja, dari hasil dari peninjauan langsung banyak yang di keluhkan warga”, sambungnya.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Mampang menjelaskan, bahwa keluhan warga terjadi karna tidak adanya tanggungjawab dari pihak Provider kepada warga yang tanah pribadinya terpasang tiang, dan terpantau ada juga beberapa ruang jalan sempit terpasang tiang internet, dan hal inilah yang membuat tidak nyaman jalan lingkungan untuk warga.

Baca juga:  Warga Apresiasi Pemasangan PJL di Tapos Depok

Kemudian, salah satu warga yang tidak ingin di sebut namanya mengatakan, bahwa Provider yang melakukan pekerjaan tersebut dinilai tidak sama sekali punya kepedulian terhadap warga.

“Ketika tiang ini di pasang dilahan saya sampai kapan?, dan bagaimana nanti bisa dipindahkan tiang ini bila tanah saya akan saya bangun?, siapa yang bertanggung jawab nanti kalo tiang ini dipindah?. Kan ga mungkin saya pemilik tanah yang keluarkan biaya pindah tiangnya?”, ujar warga yang merasa dirugikan.

“Saya juga ga dapat apa-apa dengan adanya pemasangan tiang dilahan pribadi saya ini. Masa, saya udah ketempatan dan ga dapat apa-apa nantinya kalo dipindahkan tiangnya, saya juga yang harus keluarin biayanya. Ini kan merugikan saya”, ungkapnya miris.

Andi Widian (Bendil) mengungkapkan, bahwa setelah dilakukan peninjauan langsung di lapangan oleh teman – teman Katar, terdapat banyak keterangan beberapa warga yang terdampak.

Baca juga:  Kebakaran Terjadi di Rumah Sakit Salak Bogor, Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Ditutup

“Nanti insyaallah senin kita musyawarah dengan Kepala Kelurahan dan Ketua RW, dan RT yang wilayahnya sudah terpasang tiang internet, untuk kita ambil sikap terhadap tiang internet yang berpotensi negatif di masyarakat. Jelas memang banyak resiko ketika tiang – tiang ini di pasang di titik yang kurang tepat. Pemasangan tiang ini pun tanpa adanya sosialisasi dari pihak Provider kepada warga”, ungkapnya.

“Saya juga pernah bertemu dengan pihak Provider beberapa waktu lalu, dan menanyakan, apakah ada tanggung jawab dari pihak Provider kepada warga, bila mana nanti terjadi musibah akibat tiang tersebut kepada warga, dan jawabannya pun tidak ada”, sambungnya.

Tokoh Pemuda Kelurahan Mampang ini menerangkan, bahwa resiko dampak negatif yang akan diterima masyarakat harusnya menjadi skala prioritas dari para pengusaha terhadap warga setempat, yang sudah pasti dengan adanya Radiasi yang sangat berbahaya untuk manusia, apa lagi terhadap anak – anak Balita.

Baca juga:  DPUPR Kota Depok Turunkan Satgas untuk Perbaiki Jalan Amblas di Pancoran Mas

“Saya ingin mengajak masyarakat untuk lebih perhatian terhadap lingkungannya. Ketika tiang internet ini terpasang maka akan ada resikonya”, terangnya.

“Kami sudah berupaya menghubungi pihak Provider untuk berdialog kepada warga. Tapi, sudah 3 hari tidak ada respon dari pihak Provider. Kami merasa dengan tidak adanya respon dari pihak Provider tersebut, menandakan bahwa pihak Provider tidak punya kepedulian terhadap warga yang terdampak. Dengan hal seperti itu, kuat dugaan kami akan timbul polemik di warga”, lanjutnya.

“Kami tidak main – main dengan hal – hal yang nantinya akan menimbulkan permasalahan sosial di masyarakat. Hasil rapat internal Karang Taruna Kelurahan Mampang nanti akan kita serahkan hasilnya kepada Kepala Kelurahan, Kepala Kecamatan, serta Dinas terkait untuk segera di tindaklanjuti, agar warga diwilayah kami tidak lagi khawatir dengan adanya proyek yang sangat jelas merugikan warga kami tersebut”, pungkas Bendil.(Arifin)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait