website statistics
29.4 C
Indonesia
Mon, 20 May 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.4 C
Indonesia
Monday, 20 May 2024 | 16:36:13 WIB

Ribuan Massa Aksi Tolak Kenaikan Tarif Tiket Masuk Taman Nasional Komodo, Bupati Edi Kita Duduk Bersama untuk Menyusun Surat Penolakan

Reporter: Karol Tamur

Labuan Bajo | detikNews.co.id – Wacana naik tiket tanaman Nasional komodo (TNK) dengan Rp. 3.750.000,00 (Tiga juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) akan berlaku pada Bulan Agustus 2022 mendatang, Senin 18/07/2022.

Terkait wacana kontraversial itu menuai reaksi dari kalangan pelaku pariwasata Kabupaten Manggarai Barat khususnya dan Nusa Tenggara Timur umumnya. Hingga hari ini ribuan masa melakukan aksi demonstrasi yang bergabung dari Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata (FORMAPP), Masyarakat Pulau komodo dan Masyarakat Kota Labuan Bajo, rute aksi ini titik kumpul di kampung ujung menuju kantor Tanaman Nasional komodo (TNK) dan kantor Bupati Manggarai Barat.

Ketua FORMAPP Rafael Taher saat melakukan orasi depan kantor TNK meminta kepada pihak yang memiliki otoritas untuk menolak kenaikan tarif ke TNK dikarenakan itu adalah pembunuhan secara halus yang dilakukan oleh Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur jelasnya. Disisi lain juga Rafael menerangkan musibah pandemi ini baru saja sembuh dari kita yang selama 2 tahun ini terkurung hingga perokonomian kita lumpuh termasuk Pendapatan Asli Daerah kita,” terangnya.

Baca juga:  Gaya Hidup Mewah Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Menuai Kontroversi Setelah Kritik Jalan Rusak Viral di Media Sosial

Rafael Juga meminta kepada pemerintah kabupaten Manggarai Barat agar bisa sama sama menolak kebijakan naik tarif ke TNK dikarenakan tidak memiliki dasar hukum dan aturan.

Saat aksi demonstrasi itu kepala kantor TNK kabur dari tempat kerjanya, pasalnya takut temui masa aksi demonstrasi yang begitu banyak, hingga masa aksi lanjut rute perjalanannya menuju kantor Bupati Manggarai Barat.

Tiba di pintu gerbang kantor Bupati Manggarai Barat pukul 12:15 WITA masa aksi melakukan orasi agar Bupati Editasius Endi mendengar aspirasi mereka. Selama dua jam masa demonstrasi berada didepan kantor Bupati menunggu itikad baiknya untuk bertemu dengan mereka hingga tibanya waktu makan siang depan kantor Bupati.

Manfaat waktu makan siang menjadi kesempatan untuk negosiasi bertemu Bupati dan berhasil dengan kesepakatan dari ribuan masa aksi demonstrasi diizinkan untuk masuk ke kantor Bupati berdialog. Masa aksi demonstrasipun setuju dengan masuk 50 orang yang diutus dari ribuan masa aksi demonstrasi.

Pertemuan itu berlangsung diaula Bupati menggarai Barat, pada kesempatan itu Bupati Editasius Endi didampingi oleh sekertaris daerah Fransiskus Sodo, Pada pertemuan itu bupati mengapresiasi atas masa aksi demonstrasi yang menolak kenaikan tarif ke TNK ini. Pada pertemuan dibuka. Pembukaan pertemuan dialog itu diatur oleh Sekda Manggarai Barat dimulai dengan dari para demonstrasi untuk bertanya kepada Pemerintah.

Baca juga:  FORMAPP Diteror oleh Anggota TNI dan POLRI di Labuan Bajo

Masa aksi demonstrasi tidak mau bertanya dikarenakan aksi ini sudah terhimpun menjadi satu dengan nama Forum masyarak penyelamat pariwisata Manggarai Barat, hingga sepenuh memberikan kepada ketua FORMAPP Rafael Taher. Rafael mengambil mick dan tidak mau bertanya akan tetapi meminta Bupati untuk bertanggung jawab atas wacana ini didepan umum.

Usai mendengar pernyataan itu bupati Edi tidak berkutik dan berdiri hingga forum dibubar begitu saja, usai mendesak itu Bupati memilih mengikuti bersama para masa Demonstran bertemu diluar kantor Bupati.

Bupati mendengar isi tuntutan masa aksi demonstrasi yang dibaca oleh ketua FORMAPP Rafael Taher berikut tuntutan:

Mendesak Presiden untuk membatalkan pemberlakuan kenaikan tiket 3,75 juta/orang pada Agustus mendatang dan seluruh praktek monopoli bisnis di Taman Nasional Komodo. Kami juga menolak system registrasi online yang melanggengkan monopoli itu.

Baca juga:  Tugu Insurance Meluncurkan Produk Baru t-down payment

Kami mendesak Pemerintah untuk mencabut semua izin perusahaan-perusahaan baik Peruahaan swasta maupun perusahaan milik negara yang telah mengantongi izin usaha pariwisata di dalam kawasan TN Komodo. Bagi kami, selain membahayakan konservasi, kehadiran perusahaan-perusahaan ini juga menciptakan monopoli bisnis pariwisata di kawasan TN Komodo yang meminggirkan warga lokal.

Kami mendorong Pemerintah untuk menghentikan wacana liar dan serampangan dalam mengelola TN Komodo yang cenderung merugikan konservasi dan masyarakat lokal. Sebaliknya, berkali-kali kami tegaskan, sudah saatnya Pemerintah duduk bersama untuk mengevaluasi segala bentuk rancangan pembangunan atas TN Komodo serta membuka semua informasi kepada publik.

Jika mendorong konservasi di TN Komodo serta menciptakan kesejahteraan bagi warga lokal, kami mendesak Pemeirntah untuk mengalokasikan anggaran yang besar untuk mendorong kinerja BTNK sebagai penjaga konservasi serta mendorong keterlibatan masyarakat sebagai pelaku aktif konservasi dan wisata komunitas.

Mendengar isi tuntutan itu Bupati Edi mengundang secara lisan kepada FORMAPP untuk duduk bersama menyusun surat penolakan kenaikan tarif ke TNK dengan pemerintah besok pagi pukul 09:00 WITA di kantor Bupati. (Karol Tamur)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait