website statistics
26.4 C
Indonesia
Mon, 22 July 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Monday, 22 July 2024 | 18:15:56 WIB

Siswa Miskin Tertolak Sekolah Negeri, DKR Desak Presiden Jokowi dan Menteri Nadiem Bertindak Tegas

DEPOK | detikNews – Menjelang akhir masa jabatannya, Presiden Jokowi bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dihadapkan pada tuntutan untuk menjamin akses pendidikan bagi siswa miskin. Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Depok, Roy Pangharapan, dengan tegas menyatakan bahwa sudah waktunya pemerintah memastikan tidak ada lagi siswa miskin yang ditolak bersekolah karena kuota di sekolah negeri sudah penuh, Sabtu (15/06/2024)

Roy Pangharapan menyoroti ketidakadilan yang dirasakan siswa miskin setiap tahun akibat sistem zonasi yang diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Menjelang akhir pemerintahan ini, penting untuk memastikan bahwa tidak ada lagi siswa miskin yang tidak bisa bersekolah karena bangkunya dijual kepada keluarga mampu,” tegas Roy.

Menurutnya, sistem zonasi sekolah, meski bertujuan untuk meratakan akses pendidikan, justru seringkali meminggirkan siswa miskin.

Baca juga:  Naiknya Harga BBM, Anies Minta Pengguna Kendaraan Pribadi Beralih ke Transportasi Umum

“Anggaran pendidikan semakin besar, tetapi jumlah siswa miskin yang tidak bisa bersekolah juga meningkat. Dana tersebut seharusnya digunakan secara bijak, bukan untuk foya-foya atas nama pendidikan kedinasan,” kata Roy, mengkritik penggunaan anggaran pendidikan yang dinilai tidak efektif.

Praktik percaloan bangku sekolah negeri juga menjadi sorotan utama. Menurut Roy, praktik ini semakin memperparah keadaan, membuat keluarga miskin semakin sulit menyekolahkan anak-anak mereka.

“Pemerintah justru memperluas kemiskinan dengan kebijakan yang ada. Semakin banyak orang miskin yang kesulitan mencari pekerjaan karena kurangnya pendidikan. Negara telah lalai dan ikut memiskinkan generasi berikutnya,” ujar Roy.

Setiap tahun, DKR Depok mengadvokasi keluarga miskin agar anak-anak mereka dapat bersekolah dan mengatasi penolakan dari pihak sekolah. Selain itu, DKR juga membantu pasien miskin mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan.

Baca juga:  Guru PAUD Banjarmasin Terlibat Kasus Penganiayaan Hingga Murid Patah Tulang, Kini Menjadi Tersangka

Permasalahan PPDB yang Berulang

PPDB di Kota Depok, terutama untuk SMA dan SMK Negeri yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, selalu menjadi masalah tahunan. “Kami sangat prihatin. Setiap tahun selalu ada masalah dalam PPDB SMA dan SMK Negeri di Depok,” ungkap Roy.

Roy menekankan bahwa pada PPDB 2024, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus mampu mengakomodir siswa miskin di sekolah-sekolah negeri. “Subsidi pemerintah harus tepat sasaran dengan mengutamakan siswa miskin di sekolah negeri. Jangan sampai anggaran tersebut dikorupsi,” tambahnya.

Siswa miskin sebenarnya tidak keberatan bersekolah di sekolah swasta, asalkan sekolah tersebut memberikan pendidikan gratis seperti sekolah negeri yang disubsidi pemerintah.

Baca juga:  Presiden Jokowi Resmikan Jalur KA Makassar-Parepare, Menhub Tinjau Kesiapan dan Berharap Dukung Pertumbuhan Ekonomi

“Keluarga miskin tidak pernah menolak bersekolah di sekolah swasta, asal biayanya sama dengan sekolah negeri. Bisakah pemerintah membuat aturan yang melarang pungutan biaya apapun terhadap siswa miskin?” tegas Roy.

Permendikbud sudah jelas menetapkan kuota siswa miskin minimal 15%. Namun, dalam praktiknya, aturan ini sering tidak dipatuhi dan tidak ada penertiban dari Kemendikbud. “Kami berharap orang tua yang mampu memasukkan anaknya ke sekolah swasta, agar tidak mengambil kuota untuk siswa miskin di sekolah negeri,” pungkas Roy.

Presiden dan Menteri Pendidikan diharapkan segera menyelesaikan masalah ini agar tidak menjadi beban bagi pemerintahan yang akan datang. “Presiden dan Menteri Pendidikan harus menyelesaikan masalah ini agar tidak menjadi beban bagi pemerintahan yang akan datang,” tutup Roy Pangharapan. (Roni)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait