website statistics
23.4 C
Indonesia
Tue, 25 June 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Tuesday, 25 June 2024 | 0:04:47 WIB

Tim Hotman Paris 911 Siap Beri Bantuan Hukum Korban Penganiayaan Hingga Tewas di Aceh Utara

Aceh | detikNews – Kematian tragis Saiful Abdullah, seorang warga Gampong Kuta Glumpang, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, telah menimbulkan gelombang protes dan tuntutan keadilan di Aceh Utara. Diduga kuat, kematian Abdullah merupakan hasil dari penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum polisi dari Polres Aceh Utara. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 4 Mei 2024 dan telah mengguncang masyarakat serta menarik perhatian Tim Hotman 911 Aceh untuk memberikan bantuan hukum kepada keluarga korban.

Putra Safriza, yang juga dikenal sebagai Putra Bayu, selaku Ketua Tim Hotman 911 Aceh, menyatakan kesiapan timnya untuk membantu keluarga korban dalam memperjuangkan keadilan. Tim ini tidak hanya bertekad untuk mengawal proses hukum hingga tuntas terhadap pelaku, tetapi juga meminta Polres setempat untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Bahkan, kepada Kapolda Aceh, tim tersebut menyerukan tindakan tegas terhadap siapapun oknum polisi yang terlibat dalam kasus tragis ini.

Baca juga:  Polresta Bogor Kota Polda Jabar Memeriksa Anggota Terduga Pelanggar Terkait Pembiaran HP Masuk ke Rutan

“Tim Hotman 911 Aceh siap memberi bantuan hukum kepada keluarga korban untuk mendapatkan keadilan termasuk mengawal proses hukum sampai tuntas terhadap pelaku” ujar Putra Safriza, Sabtu (04/05/2024)

Tindakan Tim Hotman 911 Aceh untuk memberikan bantuan hukum juga didorong oleh permintaan H. Sudirman, yang lebih dikenal sebagai Haji Uma, kepada Kapolda Aceh untuk menangani serius perkara ini. Keluarga korban telah melaporkan kasus ini kepada Polres Lhokseumawe pada tanggal 2 Mei 2024.

Baca juga:  Kasus Penelantaran Buruh PT Agel Langgeng, FSPMI Jawa Timur Minta Kapal Api Group Bertanggung Jawab dan Bayar Ganti Rugi

Kronologis kejadian yang disampaikan oleh Noviana, anak korban, mengungkapkan bahwa Saiful Abdullah ditangkap pada tanggal 29 April 2024 oleh orang yang mengaku sebagai anggota Polres Aceh Utara atas dugaan kasus narkotika. Saat ditangkap, keluarga korban berusaha untuk bertemu dengan Abdullah namun dilarang oleh pelaku. Bahkan, pelaku menghalangi mereka dengan menembakkan peluru ke udara. Setelah itu, Abdullah dibawa bersama pelaku.

Baca juga:  Penyaluran Gas LPG di Kabupaten Aceh Utara Telah Over Kuota

Melalui perantara Said, keluarga korban diminta untuk membayar uang tebusan sebesar 50 juta rupiah agar Abdullah dibebaskan. Setelah berhasil mengumpulkan uang tersebut, Abdullah dibawa pulang oleh Said dengan kondisi tubuh yang penuh luka dan darah mengalir dari telinganya. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Kesrem Lhokseumawe untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tidak dapat tertolong. (RM)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait