25.4 C
Indonesia
Sen, 28 November 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.4 C
Indonesia
Senin, 28 November 2022 | 8:37:56 WIB

Wali Murid Keluhkan Prilaku Oknum Guru SDN di Citayem 1 Depok

Depok | detikNews – Seorang Guru PNS Sekolah Dasar di Kota Depok, diduga melakukan intimidasi terhadap murid-muridnya. Ancaman tersebut ditenggarai berawal dari sejumlah orang tua/wali murid kelas 6 B SDN Citayam 1, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, yang mengeluhkan anaknya tidak mau di ajar oleh seorang Guru berunisial T, karena mereka menilai T tidak bisa memberikan pendidikan yang baik kepada anak didiknya.

Salah seorang wali murid, berinisial ETS mengatakan, adanya keluhan ini ternyata membuat T sakit hati dengan orang tua murid. Namun dia menyayangkan, kenapa sakit hatinya itu dilampiaskan kepada anak-anak di kelas. Bahkan T mengatakan kepada anak-anak dengan kalimat yang tidak patut.

“Yang tidak mau di ajarkan oleh saya, keluar dari kelas saya”, tuturnya menirukan ucapan T.

Menurut ETS, sikap T tidak mencerminkan sebagai pendidik, karena ucapannya sudah dikatagorikan sebagai suatu bentuk pengancaman bagi anak-anak.

“Ini kan permasalahan antara orangtua dengan Guru, kenapa harus berkata seperti itu kepada anak-anak. Harusnya kan Pak T bertanya kepada kami secara baik-baik, kenapa kami tidak mau beliau mengajar di kelas 6B”, tuturnya.

Baca juga:  Berikan Materi pada Acara Radelo, H.Imam Musanto : LDK Adalah Cara Cerdas Organisasi dalam Membangun Masa Depan Bangsa

ETS juga mengungkapkan,
penilaian tersebut saat T menjadi Wali Kelas 5B. Dimana dalam memberi tugas sekolah terlihat asal-asalan.

“Kelas 5, anak-anak kami diajar oleh Pak T dan sekarang kelas 6 juga di ajar dengan Beliau. Kami khawatir anak-anak kami yang pintar menjadi bodoh dan yang bodoh makin bertambah bodoh, karena Pak T mendidik anak-anak sepertinya asal-asalan”, ujarnya, Kamis 21/07/2022.

Lebih lanjut dikatakannya, ke asal-asalannya dalam memberikan pengajaran kepada murid, terlihat saat T memberikan soal pelajaran itu tidak tepat waktu jam sekolah.

“Terkadang siang anak-anak baru di berikan tugas, dan yang lebih ironisnya lagi juga pernah tidak memberikan tugas sama sekali”, ungkapnya.

Selain itu, lanjut ETS, dalam memberikan tugas juga tidak konsisten. Contohnya, hari senin di berikan tugas, kemudian hari selasa tidak ada tugas atau pembelajaran apapun, dan hari rabu nya, diberikan tugas yang hari senin sudah di berikan.

Baca juga:  Polemik SDN Pondok Cina 1 Depok, Murid Nekad Sekolah Meski Tak Ada Guru

“Yang seharusnya tugas diberikan setiap hari sesuai dengan jadwal sekolah, ini malah terkesan semaunya, dan juga tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada anak-anak untuk menjawab tugas-tugas tersebut, sikap seorang pendidik apa benar seperti itu”, paparnya heran.

Diapun mengungkapkan, bahkan saat pembelajaran tatap muka, T memerintahkan anak-anak untuk membawa handphone (HP).

“Saat di tanya orang tua murid kenapa anak-anak diperbolehkan membawa HP, di jawabnya : untuk melihat penjelasan, dan jawaban soal yang ada di buku paket, lalu fungsi dan tugas beliau sebagai tenaga pendidik apa?. Ini mencerdaskan anak bangsa atau malah membodohkan anak bangsa”, ungkapnya geram

ETS juga menyayangkan sikap para orang tua murid, setelah adanya pertemuan dengan pihak sekolah, yang seakan-akan tidak lagi mempermasalahkan hal tersebut.

“Keluhan para orang tua mengenai Pak T itu ada digrup Whatsapp, tapi setelah pertemuan dengan pihak sekolah, grup Whatsapp itu dihapus oleh admin,m”, pungkasnya.

Baca juga:  Tim Departemen Biologi FMIPA UI Gelar Penyuluhan Terkait Kondisi Terkini Situ Rawa Besar

Dan terakhir yang saya dengar, lanjut ETS, sehari sebelum pertemuan itu, Korlas dipanggil oleh pihak sekolah, yakni Kepala Sekolah dan oknum guru T.

“Dalam panggilan tersebut, tenyata pak T menyuruh Korlas, untuk tidak bicara apapun saat pertemuan, kalo ada yang bicara anaknya akan di tandai”, bebernya.

Menyikapi hal itu, Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan Kota Depok, Wawang Buang mengatakan, Sudah ada pertemuan terkait permasalahan ini, semoga ini menjadi bahan evaluasi buat kita semua.

“Saya sedang menunggu laporan dari Kepala Sekolah SDN Citayam 1”, ucapnya singkat.

Awang juga menegaskan, jika ada orang tua murid yang merasa di intimidasi oleh pihak sekolah, silakan datang ke Dinas Pendidikan dan bertemu dengannya, tegas Awang.

Hingga berita ini di tayangkan, Kordinator Kelas (Korlas) 6B SDN Citayam 1 saat di hubungi melalui whatsapp tidak merespon. (Emy)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait