21.4 C
Indonesia
Ming, 27 November 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Minggu, 27 November 2022 | 3:17:45 WIB

Pelaku Pariwisata Kompak, Harga Tiket ke TNK Seperti Biasa Rp 250.000,- Kita Tidak Boleh Daftar di Aplikasi INISIA

Reporter: Karol Tamur

Labuan Bajo | detikNews.co.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengeluarkan kebijakan kenaikan tiket ke Taman Nasional komodo (TNK) dengan harga Rp 3.750.000,- (tiga juta lima ratus lima puluh ribu rupiah) berlaku pada 1 Agustus 2022, berbeda jauh dari harga sebelumnya Rp 250.000,- (Dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Kebijakan kenaikan tiket ke TNK yang dilakukan oleh Pemrov NTT menolak keras oleh pelaku pariwisata dan masyarakat pulau komodo.

Diketahui penolakan ini sejak pemerintah Pemprov NTT menyelenggaran kegiatan sosialisasi tahapan pertama kenaikan tiket di aula kantor Bupati Manggarai Barat pada tanggal 14/07/2022, hingga ribuan masa melakukan aksi demonstrasi pada tanggal 18/07/2022 di kantor TNK dan kantor Bupati Manggarai Barat dan layangkan surat penolakan yang dibuat bersama antara pemerintah kabupaten Manggarai Barat dan Forum aksi demonstrasi yang difasilitator oleh Pemda MABAR pada keesokan hari setelah demonstrasi.

Baca juga:  Deolipa Yumara-Kamaruddin Simanjuntak Dilaporkan ke Bareskrim Polri soal Dugaan Sebar Hoaks

Upaya yang dilakukan oleh Pemda MABAR dan pelaku pariwisata yang terhimpun dalam forum masyarakat penyelamat pariwisata (FORMAPP) diindahkan oleh pemprov NTT, Hingga pada tanggal 29/07/2022 meluncurkan secara resmi aplikasi INISIA di hotel Local colection.

Saat meresmikan tiket dengan harga 3.750.000,00 (Tiga juta tujuh ratus lima puluh rupiah) pelaku pariwisata tetap melakukan aksi penolakan didepan hotel Local colection. Aksi itu mennutut kepada pemerintah provinsi membatalkan harga tiket selangit itu.

Aksi penolakan mulai pukul 10:00 WITA, Salah satu orator Jefri Hampu menyampaikan bahwa pemprov NTT jangan Kangkangi peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2014 yang berlaku selama ini.

Adapun orator yang belum bisa konfirmasi namanya menyampaikan bahwa pelaku pariwisata tidak akan mengikuti aturan yang dilakukan oleh Badan usaha milik daerah (BUMD) Pemprop NTT melalui PT Flobamora. Lanjutnya bahwa pelaku pariwisata mulai dari travel agen, guide, kapan dan lain lain tidak boleh berkerja sama dengan BUMD.

Baca juga:  Andaikan Rara Isti Si Pawang Hujan Jadi Staff Ahli BMKG

Usai kegiatan itu para demonstrasi meminta kepada pemprov dan pemkab bertemu untuk membatalkan harga tiket selangit itu namun harapan itu pupus dikarenakan Bupati Manggarai Barat lari kabur melalui pintu belakang hotel Local colection, Saat itu bupati lari tidak mulus dikarenakan masa demonstrasi melihat dan menghadang mobil yang dipake serta dramapun muncul.

Para demonstrasi berusaha menghadang mobil Bupati untuk turun dari mobil hingga negosiasi untuk bertemu melalui intel dari kepolisian, nampaknya negosiasi itu tidak berhasil, Pihak kepolisian sambil cari cara untuk meloloskan mobil Bupati hindar dari masa demonstrasi dan berhasil.

Masa demonstrasi lanjut aksinya meminta kadis pariwisata NTT Dr Zeth Sony Libing untuk bertemu dengan pembatal harga tiket itu namun. kadispar itu siasati waktu untuk bertemu dengan para demonstrasi mendengar langsung aspirasi itu, Namun kadispar tidak berani dan mengaku akan sampaikan aspirasi ini kepada Gubernur.

Baca juga:  DPD Perindo: Harga Tiket Naik ke TNK Bukan Berdampak Pada Pelaku Pariwisata Saja!

Usai bertemu kadispar NTT masa demonstran melakukan percakapan langsung antara kadispar NTT dan ketua FORMAPP berikut percakapannya:
Formaap Siapa yang bertanggung jika masyarakat komodo membakar komodo dan kasih mati komodo ?

Kadispar: Jangan begitu, kita harus jaga.

FORMAPP: Siapa yang bertanggung jawab ketika masyarakat merusak laut dan hutan di komodo ?

Kadispar: jangan merusak, kita sama sama menjaga.

FORMAPP: siapa yang bertanggung atas kehilangan lapangan kerja pelaku pariwisata ?

Kadispar: BUMD melalui PT akan menyediakan lapangan kerja.

FORMAPP: siapa yang bertanggung jawab 25 ribu warga komodo hilangnya pekerjaan dan mereka harus kembali melaut cari ikan.

Kadispar: tidak jawab, akan saya sampaikan ini kepada Gubernur NTT.

 

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru