21.4 C
Indonesia
Sab, 25 Maret 2023
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Sabtu, 25 Maret 2023 | 23:32:11 WIB

Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam MUI Kota Depok, Gelar Gebyar Muharam 1444H Memperebutkan Piala Walikota Depok

Depok | detikNews – Gelar rapat kerja persiapan acara ‘Gebyar Muharam 1444H di Gedung MUI Kota Depok, Jalan Nusantara Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam (PSBI) Majelis Ulama Kota Depok, siap laksanakan berbagai kegiatan Lomba Islami tersebut dengan memperebutkan Piala Walikota Depok.

Acara yang akan digelar di Gedung MUI Kota Depok tersebut antara lain : Musabaqoh Qiro’atul Qutub (MQK), Lomba Pidato 3 bahasa (Arab, Inggris, dan Indonesia) secara online, serta Parade Seni Budaya Islam ( Hadrah, Marawis, Qasidah, Nasyid ).

Ketua Bidang Komisi PSBI MUI Kota Depok Dr.Amsori Jayadi.S.Ag.M.Ag, yang juga Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Depok mengatakan, bahwa acara ini dilaksanakan guna memberikan semangat bagi para peserta nantinya, sehingga timbul regenerasi yang berkualitas menuju kemajuan seni dan budaya Islami di Kota Depok.

“Seni budaya Islam adalah hasil olah akal, budi, cipta rasa, karsa, dan karya manusia yang berlandaskan pada nilai-nilai tauhid, yang telah terseleksi oleh nilai-nilai kemanusiaan, dan bersifat universal berkembang menjadi sebuah peradaban”, ucap Kabid PSBI MUI Kota Depok, Jum’at 21/7/2022.

Baca juga:  Warung Kopi Yang Diduga Praktik Prostitusi di Sepanjang Jalan Comal Baru Jatirejo Akan Dibongkar

“Islam sangat menghargai seni dan kebudayaan. Sesuai dengan sistem penyebaran Islam zaman dahulu, seni dan kebudayaan dianggap cara yang paling efektif dalam berdakwah. Melalui sistem ini, kita harapkan masyarakat bisa lebih mudah memahami nilai-nilai Islam melalui seni tanpa adanya kekerasan, dan untuk memberikan semangat baru bagi pada regenerasi Islami masa depan Kota Depok”, ungkapnya.

Lebih jauh Ketua DPD BKPRMI Kota Depok ini menjelaskan, bahwa Agama adalah sebagai pedoman hidup manusia yang diciptakan oleh Tuhan dalam menjalani hidupnya. Sedangkan kebudayaan adalah sebagai kebiasaan tata cara hidup manusia, yang diciptakan oleh manusia itu sendiri dari hasil daya cipta, rasa dan karsanya yang diberikan oleh Tuhan.

“Agama merupakan segala sesuatu yang didapat atau bersumber dari Tuhan, sedangkan kebudayaan merupakan segala sesuatu yang diciptakan atau produk (cipta, rasa, karsa) dari manusia. Meskipun berbeda, agama dan kebudayaan tetaplah dikaitkan dan memiliki relasi yang kuat. Jika kita mampu menyatukannya dengan baik dan benar, maka akan tumbuh semangat baru bagi para Pendakwah-pendakwah masa depan bangsa yang handal serta mumpuni dibidangnya”, lanjutnya.

“Kami berharap, dengan adanya kegiatan-kegiatan religius ini, akan mampu melahirkan para generasi Islami masa depan yang berkualitas dan profesional, untuk dapat membentengi aqidah generasi penerus kita dari dampak era globalisasi yang mengkhawatirkan. Untuk itu mari sama-sama kita bersinergi mensukseskan acara ini, demi terciptanya satu tujuan yang sama, menuju masa depan warga Kota Depok yang gemilang”, tutup Dr.Amsori.

Baca juga:  Sambut Bulan Suci DPD PKS Kota Depok Gelar Acara Tarhib Ramadhan, di Kantor DPC PKS Beji

Sementara itu, M.Suryadi.S.Ag anggota aktif Komisi PSBI MUI Kota Depok menilai, bahwa tugas dan fungsi utama seorang penyuluh agama Islam adalah, melakukan pembinaan dan bimbingan keagamaan terhadap umat tempat dia ditugaskan, dan mempunyai peran penting dalam pemberdayaan masyarakat muslim. Kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam dan pembangunan melalui bahasa agama.

“Seorang penyuluh yang ideal setidaknya menguasai peta dakwah, serta dapat memahami karakteristik masyarakat, dan kaya tentang metodologi dakwah. Sehingga pesan yang di sampaikan kepada umat mudah di terima dan berhasil diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat”, ujarnya.

“Islam adalah agama yang luas, dan banyak cara dapat dilakukan untuk berdakwah kepada para jamaahnya, dan seni merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Nilai-nilai Islam bisa diterjemahkan dalam berbagai metodologi, yang salah satunya diantaranya melalui seni. Dengan syair-syair Qasidah, Hadrah, Marawis, dan Rebana yang baik, diharapkan mampu membuat orang bisa mencintai agamanya”, paparnya.

Baca juga:  Wow Keren, Anak Wartawan Depok Ikut Lomba Pidato 3 Bahasa

Ulama kharismatik ini menambahkan, bahwa harus diakui seni dan budaya terbukti berhasil membentengi generasi muda dari pengaruh pornogragfi, narkotika, dan perbuatan menyimpang lainnya ditengah arus globalisasi saat ini.

“Setiap pendakwah terutama para Penyuluh Agama Islam harus memperhatikan dua hal dalam berdakwah yakni : isi dakwah dan cara dakwah. Karena isi tentu terkait dengan referensi, namun cara yang keliru dalam berdakwah berakibat isi dakwah tidak dapat menular secara efektif. Maka dakwah bil hikmah dengan cara-cara bijaksana menjadi kunci sukses merubah perababan masa depan”, sambungnya.

“Dewasa ini generasi muda mulai mengalami krisis akhlak dengan masuknya banyak pengaruh-pengaruh luar yang selanjutnya menjauhkan mereka dari agama. Akan tetapi, dengan menggunakan pendekatan seni dan budaya Islam, hal-hal tersebut dapat dihindari sehingga mereka jauh dari berbagai perilaku menyimpang. Saya ucapkan terimakasih banyak kepada Pak Walikota Depok atas dukungan aktif yang telah diberikan kepada kami di MUI Kota Depok, semoga setelah kegiatan ini bersama kita bisa mewujudkan Kota Depok yang Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur”, tutupnya.(Arifin)

 

Berita Terpopuler

Berita terbaru