21.4 C
Indonesia
Sel, 6 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Selasa, 6 Desember 2022 | 1:26:59 WIB

Siswa Miskin Ditolak, DKR Depok Minta Gubernur Jabar Turun Tangan

Depok | detikNews – Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, mendesak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turun tangan dalam masalah PPDB tingkat SMA Negeri dan SMK Negeri di Kota Depok. Pasalnya, dari hasil pengumuman PPDB SMAN dan SMKN di Kota Depok, setidaknya ada sekitar 27 siswa miskin yang ditolak sekolah negeri dan melaporkan ke DKR.

“Ini soal hak konstitusional masyarakat. Tidak boleh dirampas untuk alasan apapun, apalagi hak anak”, tegas Roy Pangharapan, Jum’at (24/06/2022)

Baca juga:  Banjir Musiman di Dusun Laala SBB

Roy mengungkapkan, sebelumnya relawan DKR kota Depok bersama sejumlah orang tua siswa, mendatangi SMA Negeri 14, guna meminta penjelasan pihak sekolah atas penolakan siswa miskin di sekolah tersebut. Namun, disayangkan Kepala SMAN 14, tidak ada di tempat dengan alasan sedang rapat.

“Kami ingin silaturahmi, sekaligus bertanya dan meminta penjelasan kepada Kepala Sekolah mengenai penolakan siswa miskin disekolah itu. Tapi sayang ternyata Kepala Sekolah tidak ada ditempat”, ungkapnya.

Baca juga:  Tekan Stunting, DWP RSUD Depok Bagikan puluhan Paket PMT

Menurut Roy, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan adanya transparansi dari pihak sekolah.

Bagi DKR, apapun resikonya akan ditempuh, agar hak anak tidak terampas begitu saja.
Untuk itu, perlu segera adanya solusi konkrit dari pemerintah Provinsi Jawa barat, mengingat SMAN dan SMKN adalah kewenangan Pemerintah Provinsi.

DKR memastikan, akan terus mendampingi para orang tua siswa agar anak-anaknya mendapatkan sekolah, dan berharap Gubernur Jawa Barat tidak mendiamkan penolakan siswa-siswa miskin untuk bersekolah.

Baca juga:  Hindari Potensi Penyalahgunaan Nama, Jabatan dan Kewenangannya, H.Imam Musanto Tunjuk Imun Center Sebagai Wadah Pengelolaan Aspirasi Masyarakat di Dapilnya

“Mendiamkan, dan membiarkan, anak dari keluarga miskin tidak bersekolah adalah pelanggaran konstitusi”, tutupnya.(Em)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait