21.4 C
Indonesia
Jum, 2 Desember 2022
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

21.4 C
Indonesia
Jumat, 2 Desember 2022 | 7:19:38 WIB

Faiz Sang Pahlawan Malam di Perlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu di Desa Widodaren

Pemalang | detikNews – Adalah Faiz seorang pemuda berusia sekitar tiga puluhan, warga Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan, Pemalang Jawa tengah, yang ketika mulai tengah malam tiba, disaat orang berangkat tidur, dirinya malah berangkat dengan berjalan kaki menuju perlintasan Kereta Api tanpa pintu, yang membujur panjang melewati Desa Widodaren. Dirinya masih terlihat agak kurang sehat karena masuk angin, karena tiap malam dia harus Ronda mengamankan setiap orang yang melintas pada rel kereta tersebut, baik para pejalan kaki, pengendara mobil serta sepeda motor.

Tak banyak orang tahu maksud dan tujuannya tiap malam berada diperlintasan kereta api tanpa palang pintu tersebut. Pasalnya, dirinya bukan petugas jaga dari PT.Kereta Api Indonesia (PT KAI), atau Pamong Desa setempat.

Baca juga:  MDBP "Mewakili Pendapat Fraksi Demokrat" Menyerahkan RUU Usulan Insiatif

Faiz hanya menjalankan panggilan rasa kemanusiaannya, karena mendengar banyak terjadi kendaraan atau orang ditabrak kereta saat melintas dijalur kereta api yang belum diberi pengamanan palang pintu tersebut. Sedikit imbalan dari masyarakat yang melintas hanya berupa uang recehan, nominal pecahan 500, 1.000, dan 2.000,  hanya lumayan buat membeli kopi dan rokok, sebagai pengusir rasa kantuk tatkala dirinya menjaga pintu perlintasan.

Baca juga:  Konsisten Berikan Kepedulian Terhadap Warga, WPSP Kembali Gelar Aksi Bagikan Nasi Kotak Dalam Giat Rutin Jum'at Berkah

Sudah sekitar empat bulan Faiz melakukan kegiatan ini, semenjak ada orang yang ditabrak diarea jalur rel kereta tanpa palang pintu yang berada di Desa Sirangkang, yang tak jauh dari lokasi kini dirinya menjaga lintasan kereta .

Suka duka dirasakannya, mulai dari di pandang sebelah mata sampai dicurigai , bahkan dituduh sebagai pemalak orang yang melintas diperlintasan kereta api tanpa pintu tersebut. Padahal semua itu dilakukannya hanya karena rasa kemanusiaan, dan untuk menyelamatkan warga dari terjadinya kecelakaan tidak lain.

Dalam wawancara singkat lewat chatting Whatshapp Faiz mengatakan kepada detikNews, bahwa dirinya tidak pernah memaksa meminta upah dari kegiatannya tersebut.

Baca juga:  Sidang Paripurna DPRD Kota Depok Hasilkan Raperda Pesantren

“Saya ngga memaksa mas”, tuturnya.

“Kalau pun suatu saat nanti saya di perkerjakan oleh pihak terkait, saya mau mas diperkerjakan sebagai penjaga lintasan kereta di Widodaren ini”, pungkasnya.

Ternyata untuk berguna bagi manusia, tidak harus berani, berharta benda, bertenaga, karena sumbangsih pikiran positif nyata, lebih di harapankan masyarakat, dari pada sebuah retorika tanpa karya nyata, dan Faiz seorang  tukang buruh bangunan, sudah mengajarkan kepada kita hal tersebut. (Ragil74)

Komentar

-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img

Berita Terpopuler

Sitialimah Aceh Meminta Perlindungan Hukum di Polres Nias

Nias, Gerbang Indonesia - Terjadi pengancaman atas diri Sitialimah Aceh yang dilakukan oleh sekelompok oknum keluarga TBN LS bersama dangan kawan-kawannya pada hari Sabtu...

Saat Perbaiki Mesin, Kernet Truk Ditabrak di Tol Jakarta Tangerang

Reporter: Sawijan Jakarta | detikNews.co.id - Disaat memperbaiki truknya yang mogok kernet truk berinisial HDR meninggal dunia di Jalan Tol Jakarta-Tangerang Km 04.300 pada Selasa...

Pj Walikota Dukung Komitmen Akreditasi RSUD Kumpulan Pane

Reporter: J. Saragih Tebing Tinggi| detikNews - Pemerintah Kota bersama jajaran UPTD RSUD dr H. Kumpulan Pane Tebing Tinggi mendeklarasikan komitmen Akreditasi demi upaya mewujutkan...

Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Pemalang | detikNews - Adalah Riswanto seorang lelaki berusia 30 tahun, warga Kaligelang, Kecamatan Taman, Pemalang Jawa Tengah. Seorang yang mengalami pasang surutnya kehidupan,...

Penganiaya Ibu Rumah Tangga di Tarutung, berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Taput

Tapanuli Utara, Gerbang Indonesia - Setelah lima hari melarikan diri, tersangka penganiaya seorang ibu rumah tangga atas nama korban Stevy Simanjuntak ( 30 )...

Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Desa Bontonyeleng

Reporter: Wahyudi Bulukumba | Gerbang Indonesia - Hujan deras disertai angin kencang menerjang beberapa titik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), Tak terkecuali di Desa...
-Iklan Pembuatan Website Berita-spot_img
Berita terbaru
Berita Terkait