website statistics
22.4 C
Indonesia
Sat, 2 March 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

22.4 C
Indonesia
Saturday, 2 March 2024 | 6:31:55 WIB

Ima Anggota Komisi E DPRD dari Fraksi PDIP Gusar, Kasus Jilbab di Sekolah: Guru Digaji Pajak, Bukan Baznas

Reporter: Sawijan

Jakarta | detikNews.co.id – Ima Mahdiah Anggota Komisi E DPRD DKI dari Fraksi PDI perjuangan mengkritik oknum guru yang diduga paksa siswi di sekolah negeri untuk mengenakan jilbab.

Anggota Komisi E DPRD DKI Fraksi PDIP Ima yang pernah menjadi staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini menyindir oknum guru tersebut barangkali lupa mereka digaji dengan uang pajak dari rakyat, bukan dari lembaga penyalur zakat milik pemerintah, Baznas.tegasnya.

Mungkin kalau dari Baznas atau dia sekolahnya madrasah mungkin beda cerita,” saat dihubungi,pada Selasa (2/8). Guru -guru lupa kalau mereka di gajinya dari pajaknya (rakyat)bukan dari Baznas,katanya.

Baca juga:  Bakamla RI Berhasil Menyelamatkan 8 Nelayan yang Terombang-ambing di Perairan Malaysia

Hasil penelusuran, praktik pemaksaan jilbab atau kerudung terhadap siswi sekolah negeri melalui instruksi lisan dari sekolah atau oknum guru tertentu. Padahal, tidak ada aturan tertulis dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta,” kata Ima.

Ima mengatakan praktik pemaksaan berjilbab bagi siswi di sekolah negeri bukan kali pertama. Praktik serupa sebelumnya juga sempat terjadi seperti instruksi agar memilih Ketua OSIS yang seiman.

Kata Ima sekarang terjadi lagi bahwa oknum-oknum guru mengintimidasi murid-murid. Mungkin enggak semua guru, cuma orang tua kan mereka enggak berani ngomong.

Baca juga:  Riswanto Tukang Becak, Kini Jadi Juragan Buah

Ima pun meminta agar Disdik DKI Jakarta mengevaluasi seleksi guru-guru di sekolah negeri. Ima juga meminta agar pemerintah menjatuhkan sanksi tegas kepada guru yang melakukan berbagai bentuk diskriminasi terhadap siswa di sekolah.

Jangan sampai ada yang lain, kalau cuma yang ringan-ringan aja pasti mereka enggak takut,”Kalau ada guru yang kayak gitu bisa dipecat, ya sanksi,” tegas kata Ima Anggota Komisi E DPRD Fraksi PDIP tersebut.

Baca juga:  KPU Kota Depok Buka Pengajuan Bakal Calon Anggota DPRD Kota Depok pada Pemilu 2024

DPRD menerima Laporan SD dan SMP Negeri di Jakbar Paksa Siswi Berhijab
Praktik pemaksaan jilbab terhadap siswi di sekolah negeri sebelumnya diungkap oleh Ima. Ia menerima laporan dari warga. Ia awalnya menceritakan ada orang tua yang tidak mampu beli seragam sekolah,” katanya.

Saya tanya, kenapa SD negeri pakaiannya panjang-panjang, saya kira hanya hari Jumat saja. Ternyata ibunya bilang, diwajibkan pakai baju panjang di sekolah,” kata Ima saat dikonfirmasi, pada Senin (1/8/2022).

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait