website statistics
22.4 C
Indonesia
Sat, 2 March 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

22.4 C
Indonesia
Saturday, 2 March 2024 | 7:38:13 WIB

Inovator Kejar Stunting Paparkan Praktik Baik Penanganan Stunting di Sulsel

Makasar | detikNews – Inovator Kelas Pijat Bayi Risiko Stunting atau Kejar Stunting, Dr. Nisma, S.Ked., M.Kes., tampil sebagai Narasumber Lokakarya Pembelajaran Inovasi Daerah (Peer Learning) mengenai penanganan Stunting pada wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (27/6/2022), di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar.

Nisma sebagai Narasumber pertama pada sesi II Sharing and Learning Praktik Baik Inovasi Pengurangan Stunting di Provinsi Sulawesi Selatan. Kemudian Chaidir S.STP., inovasi Lorong Pengendali Stunting (LOPIS) yang juga Kepala Dinas P2KB Makassar, serta Inovator Komunitas Ibu Cerdas, Fatmawati, SKM.

Sarwan dari USAID ERAT memandu jalannya sesi II Sharing and Learning Praktik Baik Inovasi Pengurangan Stunting di Sulsel. Untuk diketahui, hanya ada beberapa daerah yang diundang khusus untuk mengikuti lokakarya ini, di antaranya Makassar, Luwu Utara, Enrekang, Sinjai.

Baca juga:  Evi Agustina "Lolos DA 5 Indosiar" Mendapat Ucapan dari Wakil Ketua II DPRD Luwu Zulkifli

Nisma dalam pemaparannya menyampaikan, Inovasi Kejar Stunting telah diimplementasikan sejak 2019 diwilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tanalili. Dirinya mengatakan, inovasi ini lahir, dan terinspirasi dari tingginya kasus bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di Kecamatan Tanalili, yaitu 26 kasus per Desember 2019.

“Inovasi Kejar Stunting ini fokus pada bayi-bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah, karena salah satu faktor risiko bayi yang lahir dengan BBLR itu bisa mengalami stunting”, ucap Nisma dihadapan para peserta lokakarya.

Baca juga:  Demi Si Buah Hati Yang Mengidap Penyakit Jantung Bocor, Seorang Ayah Nekad Melakukan Tindak Pidana Pencurian

Nisma menyebutkan, salah satu tujuan dari inovasi ini adalah, bagaimana meningkatkan berat badan bayi, sehingga tidak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan alias stunting.

“Rata-rata kenaikannya itu bisa 100 sampai 200 gram”, sebut Nisma.

Ia mengakui bahwa Inovasi Kejar Stunting ini bukan satu-satunya, tetapi salah satu solusi dalam penurunan stunting di Kabupaten Luwu Utara.

“Dua tahun terakhir inovasi ini terbukti berkontribusi terhadap pencapaian SDG’s point ketiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang”, pungkasnya.

Baca juga:  Inovasi Semua Puskesmas di Lombok Tengah Jaga Kesehatan dengan Tanaman Obat Teradisional

Acara Lokakarya ini juga dihadiri Kepala DP3AP2KB Andi Zulkarnain, Kabag Organisasi Muhammad Hadi, Kabid Inovasi Bappelitbangda Aisyah, dan Tim Pelaksana Warkop Indah. Kegiatan ini dibuka Asisten Daerah III Provinsi Sulsel Tautoto T Ranggina, dan dihadiri Maureen Laisang dari USAID.

Lokakarya ini berlangsung dua sesi, Sesi I Strategi dan Kebijakan Percepatan Pengurangan Stunting. Sesi ini dipandu Prof Sangakala, MA. Pembicara sesi ini adalah Iing Mursalim dari TP2AK Sekretariat Wakil Presiden, Kepala Bappelitbangda Sulsel Darmawan Bintang dan Plt. Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel. (Firman Syam)

Baca detikNews.co.id di Google Newsspot_img
Facebook Comment

Berita Terpopuler

Berita terbaru
Berita Terkait